Pencurian Meter Air di Nongsa Diduga Terstruktur, Warga Resah - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Pencurian Meter Air di Nongsa Diduga Terstruktur, Warga Resah

21/Apr/2026 13:21
Meter Air Pelanggan di Punggur Hilang, Penggantinya Harus Bayar Rp 500 Ribu ke PT ABHi

Sejumlah warga Batam kehilangan water meter (meteran air) yang diduga karena pencurian. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Dugaan pencurian water meter (meter air) jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BP Batam marak terjadi di Kecamatan Nongsa, tepatnya di Kelurahan Kabil, Kota Batam.

Warga mengaku resah karena aksi pencurian disebut kian sering terjadi dan menimbulkan kerugian materiil.

Meter air merupakan alat ukur pemakaian air yang umumnya terpasang di depan rumah, ruko, gedung, maupun kawasan industri untuk memudahkan pencatatan konsumsi pelanggan. Namun belakangan, sejumlah meter air dilaporkan hilang diduga dicuri.

Ironisnya, warga yang menjadi korban harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 500 ribu untuk penggantian meter air melalui pengelola SPAM hilir, PT Air Batam Hilir.

Salah satu kejadian pada Senin, 13 April 2026. Sebanyak delapan unit meter air dilaporkan hilang dalam satu malam di Kampung Panau, RT 01/RW 04, Kelurahan Kabil.

@batamnow Sejumlah warga Punggur, Kecamatan Nongsa, mengalami peristiwa pencurian water meter (meteran air) pada malam hari. Water meter adalah alat ukur volume air yang digunakan untuk memantau konsumsi air bersih di rumah, gedung, maupun industri, dengan satuan utama meter kubik (m³). Meteran air biasanya dipasang di depan rumah-rumah warga, sekaligus memudahkan akses petugas pencatat kubikasi pemakaian bulanan. Salah satu korban pencurian meteran air adalah warga di Kampung Panau, tepatnya di RT 01/RW 04. Kejadian itu pada Senin, 13 April 2026. Perkiraan salah satu warga yang menjadi korban di sana, Nur, ia mengetahui meteran air itu hilang ketika hendak mau melaksanakan salat subuh. “Pada saat mau ngambil air wudhu sebelum subuh, ketika mau menghidupkan air dari keran, airnya tidak mengalir,” ujar Nur kepada BatamNow.com ketika ditemui di depan rumahnya, Senin (20/04/2026).   Ketika air tidak mengalir, Nur keluar dari rumah untuk mengecek sambungan air ke rumahnya, dan berpikir ada kebocoran di pipa distribusi. “Setelah dicek tidak ada kebocoran, saya lihat lah meteran air yang ada di depan rumah, setibanya di sana saya melihat meteran air sudah tidak ada di sana, hanya tertinggal pipa,” katanya. Kemudian pada pagi harinya sebelum berangkat kerja, ia terlebih dahulu pergi ke Mapolsek Nongsa membuat laporan kehilangan. Surat kehilangan itu dibawa Nur ke kantor PT Air Batam Hilir (ABHi). “Untuk memasang meteran air yang baru, kita disuruh bayar sebesar Rp 500 ribu,” ujarnya. Hari itu juga, Nur membayar Rp 500 ribu, untuk pemasangan meteran air yang baru, agar air mengalir seperti semula ke rumahnya. Namun, meski hari itu juga ia bayar, pemasangan meteran air baru dikerjakan tiga hari kemudian. “Hari Senin dibayar, hari Kamis baru dipasang,” ujarnya. Dalam Semalam Water Meter Hilang 8 Di hari yang sama, Syarif yang rumahnya berada persis di samping rumah Nur, juga mengalami hal yang sama. Pagi itu juga, Syarif melihat meteran air yang ada di dalam kotak semen lenyap, hanya tersisa pipa.   Anehnya, di lokasi ada satu buah tang dan satu lembar uang pecahan Rp 50 ribu. Ia menduga barang itu ditinggalkan oleh pelaku. “Saat ngecek meteran air dalam kotak, ternyata telah hilang, tapi di samping kotak itu tertinggal sebuah tang dan uang Rp 50 ribu,” ujar Syarif yang ditemui di depan rumahnya.   Hal yang sama dilakukan oleh Syarif, membuat laporan ke Polsek hingga ke kantor PT ABHi. Pemasangan meteran air yang baru dikenakan biaya Rp 500 ribu juga dan dilakukan setelah 3 hari pelaporan itu. Menurut Nur dan Syarif, selain mereka, ada 6 warga lainnya juga menjadi korban dugaan pencurian meteran air. Hal itu mereka ketahui setelah melihat informasi kehilangan di WhatsApp Group (WAG). WAG Heboh dengan Informasi Kehilangan Selain di Kampung Panau, dalam sebuah WAG juga mengabarkan bahwa kehilangan meteran air itu terjadi di wilayah RW 20, Kabil. Dalam satu malam sebanyak 5 water meter raib diduga dicuri. Kemudian, di RW 10, juga mengalami dugaan pencurian meteran air sebanyak dua unit, namun berbeda hari.   ABHi: Kehilangan dan Kerusakan Tanggung Jawab Pelanggan Menurut ahli di bidang saluran air perpipaan yang telah sertifikasi sebagai ahli yang tak mau disebut namanya, bahwa meteran air yang hilang imerupakan tanggung jawab dari konsumen untuk menggantinya. “Yang pertama, water meter itu berada di area properti konsumen, lalu ada perjanjian tertulis yang mengatakan bahwa konsumen wajib menjaga water meter tersebut,” ujarnya. PT ABHi Kompak Sebut Tidak Ada Laporan Kehilangan Meteran Air Pada Jumat 17 April 2026, BatamNow.com mengirimkan konfirmasi melalui pesan di WhatsApp, kepada Direktur Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum dan Fasilitas Lingkungan (BU SPAM dan Fasling), Iyus Rusmana. Pada hari yang sama, Iyus mengatakan akan memeriksa terlebih dahulu. “thanks infonya, saya chek,” kata Iyus menjawab konfirmasi. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #bpbatam #fyp #batamtiktok ♬ IMPACTO (Live) – RICK SOM

Pencurian Diduga Dilakukan Secara Profesional

Warga menilai aksi para pelaku dilakukan secara rapi dan terencana.

Meski meter air hilang, tidak ditemukan kebocoran pada sambungan pipa. Namun, aliran air ke rumah warga langsung terhenti total.

“Saat meter air dicuri, air langsung mati tanpa kebocoran,” ujar Pak Nur, salah seorang warga.

Baca Juga:  Meter Air Pelanggan di Punggur Hilang, Penggantinya Harus Bayar Rp 500 Ribu ke PT ABHi

Sumber BatamNow.com yang memahami pengelolaan SPAM menyebut pelaku diduga memiliki pengetahuan teknis terkait instalasi meter air.

Menurutnya, jika dilakukan orang awam, meter air biasanya akan dirusak atau dipotong secara kasar menggunakan gergaji.

Namun dalam kasus ini, meter air dilepas dengan rapi dari sambungan pipa.

Pelaku diduga menggunakan alat standar untuk membuka meter dari instalasi pipa.

Sebelum melepas meter, mereka juga diperkirakan mematikan aliran air terlebih dahulu dengan memutar lockable ball valve atau katup bola terkunci yang berada pada pipa dinas.

Katup tersebut terletak pada pipa sebelum meter air dan berfungsi menghentikan aliran air ke pelanggan.

Dengan memutarnya ke kanan, aliran air akan terputus sebelum masuk ke meter maupun jaringan pipa rumah.

Modus Lain: Sambungan Ilegal

Selain pencurian meter, sumber itu juga menyoroti potensi penyalahgunaan pipa dinas melalui praktik illegal connection atau sambungan ilegal.

Pipa dinas sendiri umumnya berbahan PVC, HDPE, atau besi galvanis, dengan ukuran sekitar 3/4 inci.

Komponen ini rawan disalahgunakan untuk praktik illegal connection (bypass).

Modusnya, pelaku memasang pipa berbentuk huruf T agar air tetap mengalir tanpa melewati meter.

Praktik tersebut dinilai merugikan pengelola sekaligus pelanggan lain karena konsumsi air tidak tercatat secara resmi.

Karena itu, pihaknya meminta SPAM BP Batam melakukan pemeriksaan dan penyisiran di lapangan untuk memastikan kesesuaian antara pemakaian air dengan kondisi instalasi pelanggan.

Sumber tersebut menambahkan, meter air terdiri dari beberapa komponen utama, antara lain badan meter yang berbahan logam, kuningan, atau plastik, mekanisme pengukur seperti turbin, impeller, atau piston, serta register angka yang mencatat volume air yang digunakan pelanggan.

Berita Sebelumnya

Disnaker Batam Buka Pelatihan Barista, LPK Seiva Tekindo Persada: BNSP akan Uji Kompetensi

Berita Selanjutnya

Meter Air Pelanggan SPAM Raib Massal di Nongsa, Pencurian Biasa atau Ada Modus?

Berita Selanjutnya
Meter Air Pelanggan di Punggur Hilang, Penggantinya Harus Bayar Rp 500 Ribu ke PT ABHi

Meter Air Pelanggan SPAM Raib Massal di Nongsa, Pencurian Biasa atau Ada Modus?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com