BatamNow.com – Kecelakaan kerja kembali merenggut nyawa di PT ASL Shipyard Indonesia.
Seorang pekerja tewas setelah tertabrak forklift di area galangan kapal tersebut, Sabtu (25/04/2026).
Insiden ini menambah panjang daftar korban, yang kini mencapai 23 orang sejak tahun 2025.
Korban bernama Dame Lumban Tobing, karyawan subkontraktor PT Sinar Cendana. Ia meninggal dunia setelah ditabrak forklift dari arah belakang saat berada di area kerja sekitar pukul 14.00 WIB pada hari naas.
Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizky Subagyo mengatakan kecelakaan terjadi ketika operator forklift mengangkut tabung oksigen, sementara korban berjalan kaki dengan arah yang sama.
“Jadi si operator forklift ini membawa tabung oksigen sedangkan si korban ini berjalan kaki membelakangi forklift. Jadi mereka jalannya satu arah, dengan arah yang sama,” ujar Bayu.
Polisi telah memeriksa beberapa saksi dan masih mendalami aspek keselamatan kerja di lokasi.
“Kalau saksi yang sudah kita periksa berjumlah empat orang. Pertama dari subkonnya pelapor, dari subkon yang terlapor sama dari time keeper-nya terlapor. Untuk HSE, kita belum periksa mungkin ke depannya kita mau periksa terkait dengan safety dari pihak ASL,” jelasnya.
Operator forklift berinisial DI dari PT LA telah dimintai keterangan dan saat ini berstatus wajib lapor.
“Jadi sekarang kita wajibkan dia untuk wajib lapor dan dalam rangka penyelidikan ini kita masih kumpulkan bukti-bukti untuk bisa melanjutkan atau menaikkan statusnya,” katanya.
Jenazah korban dipulangkan ke Medan pada Minggu (26/04/2026). Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.
“Pihak keluarga menolak untuk dilaksanakan autopsi karena keluarga buru-buru mau membawa korban ke Medan pada hari Minggu,” ucapnya.
Pola Kecelakaan Berulang Menakutkan
Insiden ini bukan yang pertama. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, kecelakaan kerja di lingkungan galangan kapal (shipyard) PT ASL terus berulang dengan jumlah korban yang signifikan.
Seorang karyawan di PT ASL, mengaku rentetan kejadian ini menakutkan bagi pekerja karena peristiwanya berulang dan mengakibatkan kematian.
Data kejadian merenggut korban yang dihimpun tercatat:
- 24 Juni 2025: 4 korban tewas dalam ledakan kapal tanker Federal II
- 15 Oktober 2025: 14 pekerja meninggal dunia akibat kebakaran dan ledakan kapal tanker Federal II
- 29 Desember 2025: seorang pekerja subkontraktor meninggal akibat tersengat arus listrik
- Maret 2026: 3 pekerja meninggal akibat kapal terbalik
Dengan tambahan satu korban terbaru, total korban jiwa mencapai 23 orang.
Janji Tindakan Tegas Belum Terwujud
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli sempat menyatakan akan mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan penutupan perusahaan, jika kecelakaan kerja kembali terjadi.
Namun, meski insiden terus berulang dan korban bertambah, hingga kini belum ada tindakan penutupan terhadap perusahaan tersebut. (H)
