Krisis Air SPAM BP Batam Merambat ke Warga Gesya Bukit Permata, Bertahun Terpaksa Begadang Tengah Malam - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Krisis Air SPAM BP Batam Merambat ke Warga Gesya Bukit Permata, Bertahun Terpaksa Begadang Tengah Malam

by BATAM NOW
15/Mei/2026 16:21
Krisis Air SPAM BP Batam Merambat ke Warga Gesya Bukit Permata, Bertahun Terpaksa Begadang Tengah Malam

Perumahan Gesya Bukit Permata (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Keluhan terus bergulir soal krisis distribusi air minum jaringan perpipaan dari Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) BP Batam.

Kali ini merambat ke ratusan masyarakat konsumen di Perumahan Gesya Bukit Permata, Kelurahan Tanjung Piayu, Sungai Beduk.

Warga di sana mengeluhkan air yang mengalir hanya di pertengahan malam saja, sehingga membuat mereka terpaksa begadang menunggu alirannya.

Menurut salah seorang warga yang terdampak hal tersebut, kesusahan itu telah mereka alami sejak lebih dari setahun belakangan ini.

Zidan warga Blok D di perumahan itu, menuturkan kepada BatamNow.com, sejak menempati rumahnya per akhir tahun 2024, air mengalir secara lancar setelah pukuk 24.00 hingga pukul 06.00.

@batamnow Keluhan terus bergulir soal krisis distribusi air minum jaringan perpipaan dari Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) BP Batam. Kali ini merambat ke ratusan masyarakat konsumen di Perumahan Gesya Bukit Permata, Kelurahan Tanjung Piayu, Sungai Beduk. Warga di sana mengeluhkan air yang mengalir hanya di pertengahan malam saja, sehingga membuat mereka terpaksa begadang menunggu alirannya. Menurut salah seorang warga yang terdampak hal tersebut, kesusahan itu telah mereka alami sejak lebih dari setahun belakangan ini. Zidan warga Blok D di perumahan itu, menuturkan kepada BatamNow.com, sejak menempati rumahnya per akhir tahun 2024, air mengalir secara lancar setelah pukuk 24.00 hingga pukul 06.00. Developer Sediakan Booster Pump Namun seiring berjalannya waktu, warga perumahan semakin ramai. Hingga saat ini, 280 unit rumah telah dihuni. “Penduduk perumahan ini semakin ramai, dan debitnya pun semakin berkurang, dan itu pun air mengalir itu pada pukul dua belas malam hingga pukul enam pagi,” kata Zidan, Junat (15/05/2026). Dari penelusuran BatamNow.com yang turun ke lapangan, perumahan tersebut berada di atas perbukitan. Jika datang dari arah Muka Kuning melalui Jalan S Parman, harus melewati tanjakan sekitar 200 meter dari jalan tersebut. Kembali ke cerita Zidan, seiring bertambahnya warga di perumahan itu, warga di sana pun mengajukan permintaan kepada pihak pengembang (developer) agar menyediakan mesin pompa (booster pump). Permintaan warga ke developer itu pun disetujui pada Juli 2025. Awalnya booster pump itu berjalan normal, air pun mengalir pada siang hari hingga pukul 20.00, lalu mati hingga pukul 24.00, kemudian hidup lagi hingga pagi. “Namun itu hanya beberapa bulan saja. Setelahnya, air yang mengalir kembali ke seperti semula, hanya hidup pertengahan malam, dan hanya hidup dalam beberapa jam saja, bahkan semakin parah,” ujar Zidan. Kini, kata Zidan, jika booster pump hidup pada pukul 22.00, maka air mengalir ke perumahan warga yang berada di dataran rendah pada pukul 24.00. Sementara itu, rumah Zidan yang berada paling ujung perumahan itu, air baru akan mengalir sekitar 03.00, dini hari. “Rumah saya paling ujung, jika booster pump hidup jam 22.00, maka air mengalir ke rumah saya paling cepat jam 03.00, lalu mati lagi sekitar pukul 04.00,” kata Zidan. Terpaksa Beli Air Galon Rp 30 Ribu Per Hari Karena air yang mengalir hanya kurang lebih sejam pada dini hari, kebutuhan pemenuhan air di rumah Zidan harus ditutupi dengan membeli air minum dalam kemasan galon berukuran 19 liter. “Setiap hari saya harus membeli air galon, paling sikit 6 galon per hari, dalam satu galon harganya Rp 5 ribu,” jelas Zidan. Artinya Zidan harus mengeluarkan uang tambahan sebanyak Rp 30 ribu setiap harinya untuk kebutuhan air di rumahnya. Telah Lapor ke Ombudsman Hingga BU SPAM Masih di Perumahan Gesya, warga lain yang ditemui BatamNow.com, Razil, menjelaskan bahwa persoalan kesusahan air itu telah mereka laporkan ke Ombudsman RI Perwakilan Kepri sejak 2025 lalu. Kemudian warga mengetahui bahwa booster pump itu belum diserahterimakan oleh developer ke PT Air Batam Hilir (ABHi) yang adalah mitra BP Batam dalam operasional SPAM. “Lalu pada Agustus 2025, developer menyerahterimakan booster pump itu ke PT ABHi melalui surat serah terima,” kata Razil… Baca selengkapnya di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #fyp #batamtiktok ♬ original sound – BatamNow.com

Developer Sediakan Booster Pump

Namun seiring berjalannya waktu, warga perumahan semakin ramai. Hingga saat ini, 280 unit rumah telah dihuni.

“Penduduk perumahan ini semakin ramai, dan debitnya pun semakin berkurang, dan itu pun air mengalir itu pada pukul dua belas malam hingga pukul enam pagi,” kata Zidan, Junat (15/05/2026).

Zidan, Warga Blok D Perumahan Gesya Bukit Permata (F: BatamNow)

Dari penelusuran BatamNow.com yang turun ke lapangan, perumahan tersebut berada di atas perbukitan. Jika datang dari arah Muka Kuning melalui Jalan S Parman, harus melewati tanjakan sekitar 200 meter dari jalan tersebut.

Baca Juga:  Beredar Kabar Plh Direktur BU SPAM Fasling BP Batam Dijabat Tumirah

Kembali ke cerita Zidan, seiring bertambahnya warga di perumahan itu, warga di sana pun mengajukan permintaan kepada pihak pengembang (developer) agar menyediakan mesin pompa (booster pump).

Permintaan warga ke developer itu pun disetujui pada Juli 2025.

Awalnya booster pump itu berjalan normal, air pun mengalir pada siang hari hingga pukul 20.00, lalu mati hingga pukul 24.00, kemudian hidup lagi hingga pagi.

“Namun itu hanya beberapa bulan saja. Setelahnya, air yang mengalir kembali ke seperti semula, hanya hidup pertengahan malam, dan hanya hidup dalam beberapa jam saja, bahkan semakin parah,” ujar Zidan.

Kini, kata Zidan, jika booster pump hidup pada pukul 22.00, maka air mengalir ke perumahan warga yang berada di dataran rendah pada pukul 24.00.

Sementara itu, rumah Zidan yang berada paling ujung perumahan itu, air baru akan mengalir sekitar 03.00, dini hari.

“Rumah saya paling ujung, jika booster pump hidup jam 22.00, maka air mengalir ke rumah saya paling cepat jam 03.00, lalu mati lagi sekitar pukul 04.00,” kata Zidan.

Terpaksa Beli Air Galon Rp 30 Ribu Per Hari

Karena air yang mengalir hanya kurang lebih sejam pada dini hari, kebutuhan pemenuhan air di rumah Zidan harus ditutupi dengan membeli air minum dalam kemasan galon berukuran 19 liter.

“Setiap hari saya harus membeli air galon, paling sikit 6 galon per hari, dalam satu galon harganya Rp 5 ribu,” jelas Zidan.

Artinya Zidan harus mengeluarkan uang tambahan sebanyak Rp 30 ribu setiap harinya untuk kebutuhan air di rumahnya.

Telah Lapor ke Ombudsman Hingga BU SPAM

Masih di Perumahan Gesya, warga lain yang ditemui BatamNow.com, Razil, menjelaskan bahwa persoalan kesusahan air itu telah mereka laporkan ke Ombudsman RI Perwakilan Kepri sejak 2025 lalu.

Kemudian warga mengetahui bahwa booster pump itu belum diserahterimakan oleh developer ke PT Air Batam Hilir (ABHi) yang adalah mitra BP Batam dalam operasional SPAM.

“Lalu pada Agustus 2025, developer menyerahterimakan booster pump itu ke PT ABHi melalui surat serah terima,” kata Razil.

Razil, warga Blok C Perumahan Gesya Bukit Permata. (F: BatamNow)

Seiring berjalannya waktu, warga mengira booster pump itu berjalan dengan normal: air mengalir lancar, setidaknya pada pagi hari dan malam hari.

Namun, aliran air yang lancar tak jadi kenyataan. Sekira pada Februari 2026, saat hujan lebat disertai petir, tiba-tiba booster pump itu mengalami kerusakan.

“Tekanan air di perumahan kami itu langsung menurun,” katanya.

Oleh sebab itu, masyarakat kembali membuat pengaduan ke PT ABHi mengenai kerusakan mesin booster pump tersebut.

Namun, warga mendapat jawaban bahwa booster pump tersebut belum siap untuk digunakan secara maksimal.

Sementara itu, laporan warga ke Badan Usaha (BU) SPAM BP Batam direspons baik oleh Direktur SPAM dan Fasling BP Batam, Iyus Rusmana.

Menanggapi laporan masyarakat, Iyus Rusmana menempatkan anggotanya untuk menjaga booster pump itu kala dioperasikan.

“Tiap malam jam 20.00 sampai 04.00 itu ada anggotanya disuruh jaga booster pump. Karena sekarang kan lagi rusak otomatisnya, yang hidup itu hanya bisa secara manual,” kata Razil.

Ditambahkannya lagi, Iyus Rusmana mengusulkan agar booster pump itu ditempatkan kedataran yang lebih rendah lagi, agar kelancaran air bisa berjalan normal ke perumahan itu.

Kesehatan Berisiko Karena Begadang Tiap Malam

Razil beserta warga lainnya, berharap air mengalir lancar setiap hari mengingat air merupakan kebutuhan hidup vital bagi setiap manusia.

“Air itu adalah kebutuhan dasar manusia, yang dilindungi undang-undang, di sini kami berharap SPAM BP Batam, ABHi betul-betul seriuslah menangani permasalahan ini,” kata Razil.

Kini warga di sana mengeluh karena setiap malam harus begadang menunggu air mengalir. Sementara pada paginya harus bekerja lagi.

Siklus hidup dengan waktu istirahat yang terganggu itu menjadi kekhawatiran warga karena akan berisiko pada kesehatan.

“Jika air hidupnya hanya di tengah malam saja, dan esok paginya kita harus bekerja lagi, ini kan nggak baik untuk kesehatan,” kata Razil.

“Harapannya ke SPAM BP Batam, dengan pertumbuhan perumahan yang banyak juga di Tanjung Piayu, bisa memberikan fasilitas yang baiklah dan di Perumahan Gesya air dapat lancar, walaupun tidak 24 jam bisa hidup di siang hari dan bisa hidup di malam hari,” lanjutnya.

Atas persoalan warga tersebut, BatamNow.com telah mengirim konfirmasi ke Humas PT ABHi, Ginda Alamsyah serta Direktur SPAM dan Fasling BP Batam, Iyus Rusmana melalui pesan di WhatsApp.

Namun Ginda maupun Iyus yabg adalah pejabat tinggi pada Badan Layanan Umum (BLU) itu belum merespons hingga berita ini diterbitkan. (A)

Berita Sebelumnya

Mantan Anggota DPRD Batam Ganda Tiur Maritje Simorangkir Wafat di Usia 72 Tahun, Jenazah dalam Perjalanan ke Batam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com