BatamNow.com – Sejumlah 50 ribu hingga 60 ribu pelanggan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BP Batam mengeluh dan resah disebabkan matinya aliran air sejak Minggu (07/06/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB hingga Senin siang ini.
“Aliran air mati terjadi sejak minggu pagi, paling tidak pukul 06.00 WIB,” kata Netty, ibu rumah tangga di kawasan Anggrek Mas, Batam Kota dan sejumlah warga lainnya.
Namun pihak PT Air Batam Hilir (ABHi) baru mengetahui matinya air ke pelanggan pada Minggu siang.
Ditemukan, penyebab matinya aliran air minum jaringan perpipaan itu akibat terjadi kebocoran pipa berdiameter DN800 di depan Informa, Simpang K Square Mall.
“Untuk laporan pipa bocor terjadi minggu siang dan langsung dilakukan penanganan meski terhenti karena hujan lebat di lokasi,” kata Direktur Operasional PT Air Batam Hilir, Jefri Maulidani, Senin (08/06).
@batamnow Kebocoran pipa distribusi utama berdiameter DN800 di simpang K Square Mall, Batam Centre sejak Minggu (07/06/2026) hingga Senin (08/06), masih menyebabkan gangguan pasokan air bersih bagi sekitar 50 ribu hingga 60 ribu pelanggan SPAM BP Batam. Direktur Operasional PT Air Batam Hilir (ABHi), Jefri Maulidani, ketika ditemui BatamNow.com di lokasi kebocoran pipa, tepatnya di seberang pusat ritel Informa, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan proses pembongkaran soket pipa yang rusak. “Setelah kami melakukan proses, tadi malam kita pembongkaran ya, karena ini kan longsor terus nih. Setelah proses ada hujan, ada air tergenang, sehingga pada malam kita membersihkan dulu area pembersihan. Dan sekarang ini kita sedang membuka baut antara flange-nya ini. Pipa yang lama, ujar Jefri, di lokasi perbaikan pipa, Senin (08/06/2026) pagi. Menurutnya, proses perbaikan pipa yang bocor sejak Minggu kemarin itu sempat terkendala kondisi lapangan. Tim baru dapat membersihkan area dan mengidentifikasi titik kebocoran secara jelas pada Senin (08/06) pagi hari. Awalnya, PT Air Batam Hilir lewat akun Instagram @airbatamhilir menjelaskan kebocoran terjadi pada jaringan pipa DN500. Namun setelah dilakukan penggalian lebih lanjut, ditemukan bahwa di lokasi itu ada pipa T sambungan DN500 dengan DN800, dan sumber masalah berada pada pipa DN800 yang menjadi jalur utama distribusi air. “Pipa T antara 500 dan 800. Di sini ada siku ini pipa kita di atasnya pipa 500 ke sana, nah ini pipa 800. Setelah kami gali, itu kan tadi malam kan longsor terus nih kondisinya, longsor terus. Jadi sampai dengan subuh baru kami bisa gali bersihkan baru kelihatan oh ini pipa 800 yang bocor,” katanya. Jefri menjelaskan, jika nanti pipa yang rusak selesai dibongkar, akan butuh waktu sekitar dua jam lagi untuk penggantian pipa yang baru. “Dan sekarang ini kita sedang membuka baut antara flange-nya ini. Pipa yang lama. Setelah baut kita angkat, selesai, kita buka pipa lama kita angkat, kita ganti dengan pipa yang baru, kita pasang, setting, pasang baut, sudah selesai. Untuk setting pipanya kemudian juga kita pasang bautnya ini sekitar 2 jam,” ujarnya. Pantauan BatamNow.com di lokasi, hingga pukul 08.08, petugas masih bekerja membongkar soket pipa yang rusak. Diperkirakan titiknya sekitar 5 meter di bawah permukaan tanah. Jefri menjelaskan, kebocoran diduga disebabkan oleh pergeseran tanah di sekitar lokasi proyek pembangunan drainase serta curah hujan yang tinggi. Pergeseran tersebut membuat sambungan soket pipa menjadi longgar sehingga terjadi kebocoran. “Jadi kami perkirakan ini ada kondisi galian ya, ada kondisi drainase. Mungkin juga akibat hujan deras, jadi ada pergeseran tanah. Sehingga di situ kelihatan kebocorannya kan, itu kebocorannya itu soketnya itu bisa longgar gitu,” jelasnya. 50-60 Ribu Pelanggan Terdampak Saat ini aliran air pada jaringan terdampak telah dihentikan untuk mendukung proses perbaikan. Menurut Jefri, sekitar 50-60 ribu pelanggan di Batam Center dan sekitarnya terdampak kebocoran pipa DN800 yang memiliki kapasitas suplai sekitar 600 liter per detik itu. “Ini sekitar pipa 800, suplainya sekitar 600 liter per detik sekitar lebih kurang 50 ribu sampai 60 ribu di Batam Center,” ujarnya. Setelah pekerjaan selesai, normalisasi distribusi air diperkirakan memerlukan waktu tambahan, terutama untuk wilayah yang berada jauh dari jaringan utama atau berada di daerah dengan elevasi lebih tinggi. “Untuk area-area yang terjauh dari suplai memang perlu waktu. Karena biasanya begitu air suplai itu area yang dekat dengan jaringan itu akan mengambil dulu. Sehingga nanti dibutuhkan waktu untuk supply ke area yang lebih tinggi, lebih jauh dari jaringan,” kata Jefri. Warga Keluhkan Belum Dapat Suplai Air Tangki… Baca di BatamNow.com @bpbatam_ @amsakarachmad @liclaudiachandra #batam #batamnow #fyp #batamtiktok #batamhits #airbatamhilir #bpbatam #amsakarachmad #liclaudiachandra #spambpbatam ♬ original sound – BatamNow.com
Titik kebocoran, katanya menjawab BatamNow.com, sudah diduga pada sambungan pipa DN500 dan DN800, tapi baru bisa dipastikan setelah tanah digali dan terlihat jelas posisi bocornya.
Jefri tak menjelaskan secara persis luas galian yang dilakukan untuk menemukan titik pipa bocor, namun ia sebut kedalaman galian dan kondisi longsor memerlukan waktu cukup lama untuk menemukan titik bocoran.
Setelah dilakukan penggalian lebih lanjut, ditemukan bahwa di lokasi itu ada pipa T sambungan DN500 dengan DN800, dan sumber masalah berada pada pipa DN800 yang menjadi jalur utama distribusi air.

Jefri mengatakan galian yang dikerjakan sempat terjadi longsor akibat hujan deras sehingga menyita waktu lama menemukan titik kebocoran pipa.
Ditambahkan Jefri, Senin pagi baru dapat ditemukan titik pipa bocor, dilakukan pembongkaran dan dua jam setelah itu baru selesai penyambungan T sambungan pipa baru.
Lalu sampai kapan diperkirakan air akan mengalir secara normal setelah perbaikan pipa dilakukan?
“Estimasi perbaikan akan selesai siang ini,” kata Jefri menjawab BatamNow.com, Senin (07/06) pukul 11.06 WIB.
Sementara sejumlah warga terdampak yang dikonfirmasi hingga pukul 11.38, mengaku aliran air di rumah masing-masing masing masing mati total. (Red)

