BatamNow.com – Aliansi Mahasiswa Kota Batam memberikan ultimatum kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam agar segera menyelesaikan tiga persoalan utama yang selama ini dikeluhkan masyarakat, yakni krisis air minum perpipaan, banjir, dan pengelolaan sampah.
Mahasiswa memberi tenggat waktu enam bulan. Jika tidak ada penyelesaian yang nyata, mereka mengancam akan menggelar aksi dengan tuntutan agar Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota Batam mundur dari jabatannya.
Ultimatum tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, Kamis (18/06/2026).
Mahasiswa menilai ketiga persoalan tersebut masih menjadi masalah serius, meski kepemimpinan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra telah berjalan lebih dari satu tahun.
Perwakilan Aliansi Mahasiswa Batam, Ashari, mengatakan persoalan air bersih, sampah, dan banjir merupakan bagian dari program prioritas yang pernah dijanjikan pasangan kepala daerah tersebut saat kampanye.
“Apakah hari ini tiga persoalan itu masih ada? Faktanya masih ada. Padahal Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam sudah menjabat lebih dari satu tahun. Bahkan dari tiga tadi itu salah satunya masuk dalam kampanye politik beliau. Bahwa ini menjadi program prioritas beliau,” ujar Ashari.
@batamnow Aliansi Mahasiswa Kota Batam memberikan ultimatum kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam agar segera menyelesaikan tiga persoalan utama yang selama ini dikeluhkan masyarakat, yakni krisis air minum perpipaan, banjir, dan pengelolaan sampah. Mahasiswa memberi tenggat waktu enam bulan. Jika tidak ada penyelesaian yang nyata, mereka mengancam akan menggelar aksi dengan tuntutan agar Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota Batam mundur dari jabatannya. Ultimatum tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, Kamis (18/06/2026). Mahasiswa menilai ketiga persoalan tersebut masih menjadi masalah serius, meski kepemimpinan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra telah berjalan lebih dari satu tahun. Perwakilan Aliansi Mahasiswa Batam, Ashari, mengatakan persoalan air bersih, sampah, dan banjir merupakan bagian dari program prioritas yang pernah dijanjikan pasangan kepala daerah tersebut saat kampanye. “Apakah hari ini tiga persoalan itu masih ada? Faktanya masih ada. Padahal Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam sudah menjabat lebih dari satu tahun. Bahkan dari tiga tadi itu salah satunya masuk dalam kampanye politik beliau. Bahwa ini menjadi program prioritas beliau,” ujar Ashari. Menurutnya, masyarakat hingga kini masih merasakan dampak dari belum tuntasnya penyelesaian ketiga persoalan tersebut. Karena itu, mahasiswa memberikan deadline enam bulan kepada Pemko Batam untuk membuktikan komitmennya. “Apabila tidak diselesaikan tiga hal ini dalam jangka enam bulan, kami akan turun dengan aksi massa yang lebih besar, tapi membawa tuntutan lain yaitu melengserkan wali kota Batam dan wakil wali kota Batam,” tegasnya. Meski menyampaikan kritik keras, Aliansi Mahasiswa Batam menegaskan tetap mengapresiasi langkah-langkah positif yang dilakukan Pemko Batam, terutama respons Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam menangani berbagai persoalan di lapangan. Misalnya, mahasiswa mengapresiasi Li Claudia yang aktif turun ke lapangan dan memberikan informasi kepada masyarakat melalui media sosial, bahkan hingga larut malam turun ke lokasi saat terjadi persoalan seperti pencurian besi. “Kami tentunya melihat yang buruk, yang baik, kita pisahkan. Yang buruk kita katakan buruk, yang baik kita katakan baik,” kata Ashari. Ketua DPRD Batam menerima dan menyepakati poin-poin tuntutan Aliansi Mahasiswa Kota Batam yang dituangkan dalam surat pakta integritas dan kemudian ditandatangani. Usai audiensi dengan Ketua DPRD Kota Batam, Aliansi Mahasiswa Batam kembali menegaskan sikapnya kepada awak media. Mereka menilai persoalan air bersih, banjir, dan sampah merupakan masalah mendasar yang harus segera dituntaskan karena berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Batam. Jika dalam enam bulan ke depan tidak ada perbaikan yang signifikan, mahasiswa memastikan akan kembali turun ke jalan dengan aksi yang lebih besar. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #fyp #batamtiktok #batamhits #bpbatam #amsakarachmad #liclaudiachandra #spambpbatam ♬ original sound – BatamNow.com
Menurutnya, masyarakat hingga kini masih merasakan dampak dari belum tuntasnya penyelesaian ketiga persoalan tersebut.
Karena itu, mahasiswa memberikan deadline enam bulan kepada Pemko Batam untuk membuktikan komitmennya.
“Apabila tidak diselesaikan tiga hal ini dalam jangka enam bulan, kami akan turun dengan aksi massa yang lebih besar, tapi membawa tuntutan lain yaitu melengserkan wali kota Batam dan wakil wali kota Batam,” tegasnya.

Meski menyampaikan kritik keras, Aliansi Mahasiswa Batam menegaskan tetap mengapresiasi langkah-langkah positif yang dilakukan Pemko Batam, terutama respons Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam menangani berbagai persoalan di lapangan.
Misalnya, mahasiswa mengapresiasi Li Claudia yang aktif turun ke lapangan dan memberikan informasi kepada masyarakat melalui media sosial, bahkan hingga larut malam turun ke lokasi saat terjadi persoalan seperti pencurian besi.
“Kami tentunya melihat yang buruk, yang baik, kita pisahkan. Yang buruk kita katakan buruk, yang baik kita katakan baik,” kata Ashari.
Ketua DPRD Batam menerima dan menyepakati poin-poin tuntutan Aliansi Mahasiswa Kota Batam yang dituangkan dalam surat pakta integritas dan kemudian ditandatangani.

Usai audiensi dengan Ketua DPRD Kota Batam, Aliansi Mahasiswa Batam kembali menegaskan sikapnya kepada awak media.
Mereka menilai persoalan air bersih, banjir, dan sampah merupakan masalah mendasar yang harus segera dituntaskan karena berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Batam.
Jika dalam enam bulan ke depan tidak ada perbaikan yang signifikan, mahasiswa memastikan akan kembali turun ke jalan dengan aksi yang lebih besar. (H)


