BatamNow.com – Aliansi Mahasiswa Kota Batam menggelar demonstrasi di depan gedung DPRD Batam, Kamis (18/06/2026) pagi.
Pantauan BatamNow.com di lokasi, peserta aksi yang hadir sekitar 15 orang. Mereka membawa atribut demo seperti spanduk dan poster berisi tuntutan untuk tingkat nasional dan tingkat lokal.
“Kami mendesak Ketua DPRD Kota Batam untuk menyampaikan aspirasi kami sampai tingkat pusat terkait segera mengesahkan Rancangan Undang-undang Perampasan Aset,” ujar orator di depan pintu lobi DPRD Batam.
Lalu, mahasiswa juga menuntut DPRD Batam menyampaikan ke pusat terkait pemborosan APBN yang masih bergejolak di Indonesia.
“Ketiga, kami mengimbau bidang legislatif untuk mengeavluasi lagi terkait kenaikan BBM,” ucap orator.
Selain itu, mahasiswa juga menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Kami minta dievaluasi secara total. Salah satu buktinya adalah dicopotnya Kepala BGN. Itu sangat memalukan,” tegasnya.

Sementara terkait isu lokal, Aliansi Mahasiswa Kota Batam menyoroti kedaruratan lingkungan mulai dari polemik air, pesisir, hutan, hingga sampah.
“Saya sampaikan langsung kepada bapak anggota dewan, dan wali kota Batam, serta Kapolda Kepulauan Riau. Karena kami memahami, bahwa atensi yang kami bawakan hari ini akan tersampaikan dengan baik ketika kami berhadapan dengan beliau,” ujar orator.
Lima tuntutan tingkat lokal oleh Aliansi Mahasiswa Kota Batam, antara lain:
- Hentikan segala bentuk aktivitas yang merusak alam dan merampas ruang hidup masyarakat
- Tangkap dan adili mafia perusak lingkungan Batam
- Audit dan selesaikan krisis air bersih Batam
- Jamin hak kerja tenaga kerja lokal Batam
- Mengatasi persoalan sampah dan banjir Batam.
Unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Kota Batam ini digelar sekitar 30 menit di depan gedung dewan, hingga akhirnya diajak beraudiensi di ruang serbaguna DPRD Batam.

Kehadiran para mahasiswa itu diterima oleh Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin, serta Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Kepri, Kombes Pol Agung Budi Leksono.
Dalam audiensi itu, perwakilan mahahsiswa kembali menyampaikan poin-poin tuntutan mereka. (H)

