Indonesia-Singapura-Malaysia Perkuat Keamanan Laut, Gelar Latihan Perdana INSIMA di Batam - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Indonesia-Singapura-Malaysia Perkuat Keamanan Laut, Gelar Latihan Perdana INSIMA di Batam

11/Agu/2026 13:48
Indonesia-Singapura-Malaysia Perkuat Keamanan Laut, Gelar Latihan Perdana INSIMA di Batam

Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah (tengah), Director General MMEA, Datuk Haji Mohd Rosli (kiri), dan Commander SPCG, SAC Ang Eng Seng (kanan) di Pangkalan Armada Kamla, Kota Batam, Selasa (11/08/2026). (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Indonesia, Singapura, dan Malaysia (INSIMA) memperkuat kerja sama keamanan laut melalui latihan bersama tiga coast guard yang digelar di perairan Kepulauan Riau (Kepri).

Latihan bertajuk “Tripartite Exercise INSIMA” tersebut menjadi bagian dari pertemuan tingkat tinggi tiga lembaga penjaga pantai, yakni Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA), dan Singapore Police Coast Guard (SPCG).

Kegiatan berlangsung di Pangkalan Armada Kamla, setelah Jembatan 2 Barelang, Kota Batam. Hadir Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah; Director General MMEA, Datuk Haji Mohd Rosli; serta Commander SPCG, SAC Ang Eng Seng.

@batamnow Indonesia, Singapura, dan Malaysia (INSIMA) memperkuat kerja sama keamanan laut melalui latihan bersama tiga coast guard yang digelar di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Latihan bertajuk “Tripartite Exercise INSIMA” tersebut menjadi bagian dari pertemuan tingkat tinggi tiga lembaga penjaga pantai, yakni Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA), dan Singapore Police Coast Guard (SPCG). Kegiatan berlangsung di Pangkalan Armada Kamla, setelah Jembatan 2 Barelang, Kota Batam. Hadir Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah; Director General MMEA, Datuk Haji Mohd Rosli; serta Commander SPCG, SAC Ang Eng Seng. Latihan perdana ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat koordinasi ketiga negara untuk menjaga keamanan dan keselamatan maritim, khususnya di kawasan Selat Malaka, Selat Singapura hingga Laut Natuna. Irvansyah mengatakan kerja sama tersebut menjadi momentum bersejarah bagi Bakamla sekaligus menunjukkan komitmen coast guard di kawasan ASEAN untuk memperkuat keamanan laut secara bersama-sama. “Kita sudah sepakat memberi latihan ini namanya INSIMA (Indonesia, Singapura, dan Malaysia). Tiga negara ini mudah-mudahan akan menjadi contoh untuk bagi negara-negara lain, contoh juga untuk di kawasan lain,” ujar Irvansyah. Irvansyah menegaskan, keamanan laut tidak mungkin dijaga oleh satu negara secara sendiri-sendiri. “Bertiga ini sepakat dan kita punya pemikiran yang sama bahwa konsep menjaga keamanan laut tidak bisa dijaga oleh satu negara,” katanya. Latihan Perdana Libatkan Tiga Kapal Dalam latihan perdana ini, masing-masing negara mengerahkan satu kapal. Indonesia menurunkan KM Bintang Laut, Malaysia mengirim KM Sibuan 2224, sedangkan Singapura mengerahkan White Tip Shark PH58. Sekitar 60 personel dari ketiga negara terlibat dalam latihan yang berlangsung selama tiga hari, 10-12 Agustus 2026, di wilayah perairan Kepulauan Riau. Salah satu materi utama yang diberikan adalah Visit, Board, Search and Seizure (VBSS), yakni kemampuan untuk memeriksa, menaiki, menggeledah, dan menyita kapal yang dicurigai. Namun, karena merupakan latihan pertama yang melibatkan tiga negara, materi yang diberikan masih berada pada tahap dasar. “Awal ini kita latihannya mulai dengan latihan yang ringan-ringan saja, karena ini baru pertama kali,” ujar Irvansyah. Irvansyah berharap INSIMA tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mendorong latihan tersebut dapat dilaksanakan secara rutin, baik setiap tahun maupun dua tahun sekali. “Mudah-mudahan ini latihan akan kita laksanakan secara teratur. Entah itu satu tahun sekali atau dua tahun sekali akan kita bicarakan nanti di high level meeting,” katanya. Dimulai dari Tiga Negara Tetangga Irvansyah menjelaskan, sebelumnya terdapat gagasan untuk memperluas latihan dengan melibatkan lebih banyak negara ASEAN. Namun, mewujudkan latihan bersama seluruh negara ASEAN membutuhkan persiapan dan dukungan yang lebih besar. Karena itu, Indonesia memilih memulai kerja sama dari tiga negara yang memiliki kedekatan geografis serta kepentingan keamanan maritim yang erat. “Kita mulai yang tetangga yang paling dekat dulu, yang paling dekat, yang gampang. Dan mungkin juga dukungan anggaran dan biayanya tidak terlalu besar, karena cuma menyeberang dekat saja,” jelasnya. Kerja sama tersebut juga dinilai penting dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara yang memanfaatkan jalur laut, termasuk penyelundupan narkotika. Irvansyah mengatakan, selain latihan bersama, ketiga negara telah menjalin kerja sama pertukaran informasi terkait keamanan maritim. “Sudah pasti. Kita selain latihan ini juga sudah ada kerja sama, cooperation antara Singapura, Malaysia untuk juga sharing informasi,” ujarnya… Baca di BatmaNow.com #batam #batamnow #fyp #batamtiktok #batamhits #batampunyacerita ♬ original sound – BatamNow.com

Latihan perdana ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat koordinasi ketiga negara untuk menjaga keamanan dan keselamatan maritim, khususnya di kawasan Selat Malaka, Selat Singapura hingga Laut Natuna.

Irvansyah mengatakan kerja sama tersebut menjadi momentum bersejarah bagi Bakamla sekaligus menunjukkan komitmen coast guard di kawasan ASEAN untuk memperkuat keamanan laut secara bersama-sama.

“Kita sudah sepakat memberi latihan ini namanya INSIMA (Indonesia, Singapura, dan Malaysia). Tiga negara ini mudah-mudahan akan menjadi contoh untuk bagi negara-negara lain, contoh juga untuk di kawasan lain,” ujar Irvansyah.

Irvansyah menegaskan, keamanan laut tidak mungkin dijaga oleh satu negara secara sendiri-sendiri.

“Bertiga ini sepakat dan kita punya pemikiran yang sama bahwa konsep menjaga keamanan laut tidak bisa dijaga oleh satu negara,” katanya.

KM Sibuan 2224 milik Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA). (F: BatamNow)

Latihan Perdana Libatkan Tiga Kapal

Dalam latihan perdana ini, masing-masing negara mengerahkan satu kapal.

Indonesia menurunkan KM Bintang Laut, Malaysia mengirim KM Sibuan 2224, sedangkan Singapura mengerahkan White Tip Shark PH58.

Sekitar 60 personel dari ketiga negara terlibat dalam latihan yang berlangsung selama tiga hari, 10-12 Agustus 2026, di wilayah perairan Kepulauan Riau.

Baca Juga:  KLHK Diminta Kembalikan Paspor 21 ABK MT Arman 114, PH Kapten Kapal: Jangan Sewenang-wenang

Salah satu materi utama yang diberikan adalah Visit, Board, Search and Seizure (VBSS), yakni kemampuan untuk memeriksa, menaiki, menggeledah, dan menyita kapal yang dicurigai.

Namun, karena merupakan latihan pertama yang melibatkan tiga negara, materi yang diberikan masih berada pada tahap dasar.

“Awal ini kita latihannya mulai dengan latihan yang ringan-ringan saja, karena ini baru pertama kali,” ujar Irvansyah.

Irvansyah berharap INSIMA tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mendorong latihan tersebut dapat dilaksanakan secara rutin, baik setiap tahun maupun dua tahun sekali.

“Mudah-mudahan ini latihan akan kita laksanakan secara teratur. Entah itu satu tahun sekali atau dua tahun sekali akan kita bicarakan nanti di high level meeting,” katanya.

Kapal White Tip Shark PH58 milik Singapore Police Coast Guard (SPCG). (F: BatamNow)

Dimulai dari Tiga Negara Tetangga

Irvansyah menjelaskan, sebelumnya terdapat gagasan untuk memperluas latihan dengan melibatkan lebih banyak negara ASEAN. Namun, mewujudkan latihan bersama seluruh negara ASEAN membutuhkan persiapan dan dukungan yang lebih besar.

Karena itu, Indonesia memilih memulai kerja sama dari tiga negara yang memiliki kedekatan geografis serta kepentingan keamanan maritim yang erat.

“Kita mulai yang tetangga yang paling dekat dulu, yang paling dekat, yang gampang. Dan mungkin juga dukungan anggaran dan biayanya tidak terlalu besar, karena cuma menyeberang dekat saja,” jelasnya.

Kerja sama tersebut juga dinilai penting dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara yang memanfaatkan jalur laut, termasuk penyelundupan narkotika.

Irvansyah mengatakan, selain latihan bersama, ketiga negara telah menjalin kerja sama pertukaran informasi terkait keamanan maritim.

“Sudah pasti. Kita selain latihan ini juga sudah ada kerja sama, cooperation antara Singapura, Malaysia untuk juga sharing informasi,” ujarnya.

Kerja sama juga dilakukan melalui kunjungan personel dan pelatihan di pusat-pusat latihan masing-masing negara.

“Kita berangkat ke Singapura, kita berangkat ke Malaysia, Malaysia ke Indonesia. Ini sudah bagus sekali. Tinggal nanti peningkatan saja jumlah orang, jumlah materinya, dan lain sebagainya,” jelas Irvansyah.

Peserta latihan “Tripartite Exercise INSIMA” di Pangkalan Armada Kamla di Pangkalan Armada Kamla, Kota Batam, Selasa (11/08/2026). (F: BatamNow)

Komunikasi Langsung Jadi Kekuatan

Irvansyah menilai hubungan personal dan komunikasi langsung antarpimpinan coast guard menjadi salah satu kekuatan dalam kerja sama tiga negara.

Menurutnya, komunikasi yang baik memungkinkan koordinasi dilakukan dengan cepat ketika terjadi persoalan keamanan di laut.

“Kalau ini kompak, koordinasi lebih lancar. Baik pun saya bisa telepon Pak Ang Eng Seng, bisa telepon Datuk Rosli, anytime, jam berapapun bisa berkomunikasi dan bisa berkoordinasi apabila ada sesuatu,” katanya.

Ia mencontohkan bantuan MMEA ketika kapal MT Arman-114 masuk ke wilayah Malaysia.

“Kalau ingat MT Arman masuk ke wilayah Malaysia, kita dibantu MMEA, by phone. Memang bagus ini, kita pertahankan dan kita tingkatkan,” ujarnya.

Malaysia Dorong Latihan Diperbesar

Director General MMEA Datuk Haji Mohd Rosli menyambut positif pelaksanaan latihan bersama tersebut.

Menurut Rosli, INSIMA menjadi wadah penting bagi ketiga negara untuk memperkuat pertukaran informasi, berbagi pengalaman dan membangun jaringan antar-personel.

“Bagi kami di Malaysia, ini merupakan suatu acara yang sangat bagus sekali. Dan kami di MMEA mendukung kerja sama ini bersama Pak Irvan dan juga Pak Eng Seng,” ujar Rosli.

Ia mengatakan latihan bersama memungkinkan ketiga negara saling berbagi best practices, pengalaman, serta keterampilan dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan maritim.

Rosli juga membuka peluang agar skala latihan diperbesar pada masa mendatang.

“Melihat ke depannya, mungkin exercise seperti ini kita boleh perteguhkan, perbesarkan, agar lebih mendukung operasi kita yang di masa depan,” katanya.

Dalam latihan kali ini, MMEA mengerahkan sekitar 15 personel dengan satu kapal berukuran sekitar 22 meter.

“Mungkin ke depannya kapalnya lebih gede lagi lah,” ujar Rosli.

Ia menilai kerja sama tiga negara tersebut juga dapat menjadi pijakan untuk memperluas latihan dalam kerangka ASEAN.

Indonesia, Malaysia, dan Singapura diketahui juga terlibat dalam ASEAN Coast Guard Forum, yang memiliki cakupan lebih luas karena melibatkan negara-negara ASEAN lainnya.

“Di forum itu kita akan bincangkan ke depannya, bagaimana kalau exercise seperti ini kita akan laksanakan bersama,” jelasnya.

Singapura: Untuk Laut yang Lebih Aman

Sementara itu, Commander Singapore Police Coast Guard (SPCG) SAC Ang Eng Seng mengapresiasi Bakamla yang menjadi tuan rumah pertemuan dan latihan bersama tersebut.

Ia menyebut kerja sama Bakamla, MMEA, dan SPCG merupakan bentuk kemitraan erat antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

“Ini adalah kerja sama yang erat, kami ingin mengupayakan hasil nyata demi mewujudkan laut yang lebih aman dan terjamin bagi masyarakat serta negara kami,” ujarnya.

Menurut Ang Eng Seng, Singapura siap menjajaki berbagai bentuk kerja sama, mulai dari pertukaran informasi, pelatihan bersama hingga koordinasi operasi.

Kerja sama tersebut mencakup operasi penegakan hukum maupun operasi non-penegakan hukum.

“Semua ini dilakukan dengan semangat untuk menciptakan laut yang lebih aman bagi negara dan masyarakat kita,” katanya.

Ia menilai kerja sama antara MMEA, Bakamla, dan Kepolisian Singapura mencerminkan hubungan erat ketiga negara yang bertetangga.

Dalam latihan tersebut, SPCG mengerahkan satu unit kapal White Tip Shark PH58 bersama 15 personel, termasuk Tim Komando. (H)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

BRK Syariah Dukung Pemkot Dumai Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah

Berita Selanjutnya

DPD IMM Kepri Desak Polri Bongkar Jaringan Narkoba di HH Club Planet 3.0 Hingga Gembong

Berita Selanjutnya
DPD IMM Kepri Desak Polri Bongkar Jaringan Narkoba di HH Club Planet 3.0 Hingga Gembong

DPD IMM Kepri Desak Polri Bongkar Jaringan Narkoba di HH Club Planet 3.0 Hingga Gembong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com