BatamNow.com – Kondisi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera, saat ini, dalam ketidakpastian.
Banyak klaim nasabah asuransi ini yang tak dibayarkan.
Sebaliknya, ternyata, masih ada juga Nasabah AJB Bumiputera Batam yang belum tahu kabar buruk gagal bayar klaim asuransi ini.
Mereka masih tetap melakukan pembayaran premi secara rutin.
Fakta itu disaksikan Elida, salah satu nasabah korban gagal bayar Bumiputera. Dia melihat seorang nasabah melakukan pembayaran premi di kantor Bumiputera di Batam.
Namun saat itu, Elida, takut menegur nasabah itu.
Kabar itupun sampai ke telinga Yorinda, koordinator korban nasabah Bumiputera Batam.
Dia pun rada marah dan melayangkan kekesalannya kepada Kepala Cabang (Kacab) Bumiputera Batam, Alfrizon lewat percakapan WhatsApp, setelah telepon tak diangkat.
Berikut isi pesan WhatsAppnya, “Pak masih tega kalian ambil premi dari nasabah, apa kalian bisa pastikan kedepannya bisa bayar klaim?
Jangan egois pak, kasihan nasabah yang gak ngerti permasalahan Bumiputera. Harusnya kalian menjelaskan keadaan yang sebenarnya. Jangan selalu berbohong menutupi Bumiputera yang gagal bayar klaim. Saya emosi, kemarin saya sudah ingatkan bapak jangan lagi tarik premi dari nasabah. Hari ini kenapa masih ada yang diterima. Keterlaluan!”
Kekesalannya makin bertambah. “ Enak aja mereka narik premi, gak tahu kapan dibayarnya. Padahal kacab sudah saya ingatkan jangan narik premi lagi,” ujar Yorinda kepada BatamNow.com dengan nada kesal.
Lalu media ini mengkonfirmasi masalah ini kepada Alfrizon, Jumat (27/11/2020), tidak mendapat jawaban.
Memang, pada pertemuan nasabah dengan Kacab Bumiputera di Kampung Pelita, Kota Batam (25/09/2020), Alfrizon mengaku kepada media ini tak dibenarkan atasannya memberi pernyataan kepada wartawan.
Deloritzu, Kepala Kantor Bumiputera wilayah Pekan Baru justru membenarkan kalau manajemen Bumiputera masih tetap melakukan penarikan premi dari nasabah.
Yayat, Koordinator Nasional Nasabah Korban Bumiputera di Jakarta kepada BatamNow.com, Jumat (27/11/2020), sangat menyayangkan tindakan penerimaan premi nasabah itu.
Kini kelompok nasabah Bumiputera korban gagal bayar sedang gencar mensosialisasikan gerakan stop bayar premi melalui media sosial. Ini maksudnya agar tidak bertambah lagi yang menjadi korban.
“Dalam waktu dekat akan rapat dengan management Bumiputera, saya akan suarakan agar pembayaran premi nasabah tidak diterima lagi,” ungkapnya.(Panahatan)


Terima kasih Saudari Yorinda korwil Batam dan Kep. Riau yg mewakili kami melalui media massa. Masih banyak yang tdk tau asuransi bumi putra gagal bayar,