BatamNow.com – Akhirnya pihak Renggali datang menemui warga Cipta Asri RW 12 yang menunggu di areal direksi keet perusahan di Tembesi.
Ketika sosok seorang laki-laki keluar dari kantor lapangan developer, 100-an warga yang menunggu dari jam 09.00 sampai 11.00, Sabtu (27/11/2020) langsung mendekat ke perwakilan dari Renggali.
Wargapun menyampaikan pernyataan tertulis yang langsung dibacakan oleh Hasbullah Ketua RW 12.
Saat perwakilan dari Renggali Residence Marlon menanggapi pernyataan, warga sempat terpancing emosi.
Warga menganggap kapasitas perwakilan perusahaan itu bukan pengambil keputusan dan tak berhak menanggapi.
Novendri Adi, orang tua dari almarhum Raffa sempat juga tersulut emosi karena Marlon berkeras menanggapi. Namun warga lain berusaha menenangkannya.
Kapolsek Sagulung AKP Yusriady Yusuf dan Babinsa 08 Tembesi berusaha melerai dan menenangkan warga agar tidak terpancing emosi.
Karena tak ada keputusan substansif sebagaimana tuntutan awal, maka warga meminta untuk semua alat berat ditarik.
Akhirnya pihak Renggali menyetujui permintaan warga.

Kepada BatamNow.com Marlon mengatakan bahwa memang bukan kapasitasnya memutuskan tuntutan warga.
Namun, ujarnya, surat pernyataan dari warga akan dia teruskan ke manajemen Renggali.
Marlon mengaku untuk sementara pekerjaan telah dihentikan di area proyek, dan hanya satu alat berat yang bekerja untuk mengeruk normalisasi danau di area proyek, yang juga dipermasalahkan warga.
Saat ditanya apa perhatian pihak Renggali ke keluarga korban almarhum Raffa?
Marlon mengatakan pada saat kejadian perwakilan dari Renggali sudah datang bertemu dengan orang tua korban dan menyampaikan bantuan duka cita.
Lalu bagaimana dengan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)?
“Izin kita lengkap semua, kalau kita tidak ada izin tidak mungkin kita bisa bekerja di sini,” katanya.
“Lalu apakah pekerjaan dan pelaksanaan di lapangan sesuai dengan izin AMDAL dimaksud. Siapa yang tahu. Siapa pengawas yang bisa menjelaskan,” tanya beberapa warga balik ke media ini.
“Ini makanya, kami minta agar copy-an berkas izin AMDAL itu harus diserahkan ke warga Cipta Asri tahap 3. Kami juga bisa melakukan audit di lapangan,” kata mereka ramai-ramai.
Marlon Ajak Duduk Bersama
Di sisi lain, Marlon berharap manajemen pihak Renggali bisa duduk bersama perwakilan warga.
Dia tambahkan, pihak dari Cipta dan pihak pemerintah atau dinas terkait bisa membahas masalah ini secara bersama.
Marlon mengklaim salah satu biang kerok masalah banjir meluap di areal Perumahan di sana.
Menurut dia setelah pembangunan jalan jalur 2 ke Barelang dan setelah dibuat gorong-gorong di sana, semua air meluap ke kawasan itu.
Itu makanya dia mengajak semua stakeholder duduk bersama mencari jalan keluar.
Mengenai jawaban atas surat pernyataan yang disampaikan warga, Marlon ke BatamNow.com belum bisa memastikan karena harus dibahas dulu di kantor Renggali bersama manajemen.
“Kita harapkan secepatnyalah ada solusi,” ucap Marlon.
Babinsa 08 Tembesi Suwardi memberi opsi agar proses penyelesaian bisa dibicarakan di kantor kecamatan.
“Jadi kalau di lapangan yang mana satu mau kita dengarkan, jadi kita upayakan dimediasi di kantor kecamatan supaya suasananya lebih teduh,” ucap Babinsa Suwardi.
“Ke pihak kelurahan, pengembang, masyarakat sudah disarankan begitu,” katanya.(Hendra)

![[GALERI] Perjuangan Warga Cipta Asri RW 12 Mendesak Developer Renggali Residence](https://batamnow.com/wp-content/uploads/2020/11/Warga-Cipta-Asri-RW-12-mendesak-pengembang-Renggali-menarik-alat-proyeknya-75x75.jpeg)