BatamNow.com – Dalam berbagai kesempatan, Kepala BP Batam Amsakar Achmad kerap berbicara mengenai transformasi dan modernisasi pelabuhan di Batam.
Namun, bertolak belakang dengan semangat modernisasi tersebut, karena kondisi atap Terminal Pelabuhan Domestik Sekupang justru mengalami kebocoran, terutama setiap kali hujan turun.
Gedung pelabuhan yang terdiri dari dua lantai itu memiliki fungsi berbeda: lantai 1 sebagai ruang tunggu keberangkatan penumpang, sedangkan lantai 2 menjadi lokasi pelayanan pembelian tiket.
Saat hujan mengguyur, lantai 2 kerap becek dan tergenang air.
Rembesan dari atap ditampung menggunakan ember yang diletakkan di titik-titik kebocoran, termasuk di area ruang tunggu di atas eskalator menuju ruang ticketing.
Beberapa ember plastik tampak berjajar di bawah titik-titik bocor, sementara para calon penumpang terpaksa berjalan melewati deretan ember tersebut.
@batamnow Dalam berbagai kesempatan, Kepala BP Batam Amsakar Achmad kerap berbicara mengenai transformasi dan modernisasi pelabuhan di Batam. Namun, bertolak belakang dengan semangat modernisasi tersebut, karena kondisi atap Terminal Pelabuhan Domestik Sekupang justru mengalami kebocoran, terutama setiap kali hujan turun. Gedung pelabuhan yang terdiri dari dua lantai itu memiliki fungsi berbeda: lantai 1 sebagai ruang tunggu keberangkatan penumpang, sedangkan lantai 2 menjadi lokasi pelayanan pembelian tiket. Saat hujan mengguyur, lantai 2 kerap becek dan tergenang air. Rembesan dari atap ditampung menggunakan ember yang diletakkan di titik-titik kebocoran, termasuk di area ruang tunggu di atas eskalator menuju ruang ticketing. Beberapa ember plastik tampak berjajar di bawah titik-titik bocor, sementara para calon penumpang terpaksa berjalan melewati deretan ember tersebut. Kondisi ini bukan terjadi sekali dua kali. Para pengguna pelabuhan telah lama mengeluhkan atap yang tak mampu menahan derasnya hujan, sehingga air menetes di berbagai area tunggu penumpang. Lantai yang basah dan licin juga dinilai mengganggu kenyamanan serta berpotensi membahayakan pengguna jasa. Di tengah ambisi BP Batam melakukan pembenahan pelabuhan secara besar-besaran, kondisi memprihatinkan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas perawatan serta prioritas perbaikan. Sejumlah pihak menilai bahwa modernisasi yang digadang-gadang tidak akan berarti tanpa penyelesaian masalah mendasar seperti kebocoran yang telah berlangsung cukup lama. Informasi yang diperoleh BatamNow.com menyebutkan bahwa kebocoran atap tersebut sudah lama terjadi. Perbaikan pada plafon atau atap pernah dilakukan pada Oktober 2023, namun masalah serupa kembali muncul hingga hari ini, Selasa (25/11/2025). “Namun kebocoran masih terulang,” ujar seorang petugas yang enggan disebutkan namanya. Hasil penelusuran BatamNow.com menunjukkan bahwa terminal domestik ini merupakan bangunan baru yang rampung dikerjakan pada 2017, atau berusia sekitar delapan tahun. Berdasarkan data LPSE BP Batam, pembangunan fisik Terminal Domestik Sekupang dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan anggaran sekitar Rp 56 miliar, bersumber dari APBN 2015. Ketika dimintai konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (26/11/2025), Direktur Pengelola Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni maupun Kabiro Humas BP Batam Muhammad Taofan tidak memberikan respons. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamtiktok #fyp #batam #batamnow #batamhits ♬ News, news, seriousness, tension(1077866) – Lyrebirds music
Kondisi ini bukan terjadi sekali dua kali. Para pengguna pelabuhan telah lama mengeluhkan atap yang tak mampu menahan derasnya hujan, sehingga air menetes di berbagai area tunggu penumpang.
Lantai yang basah dan licin juga dinilai mengganggu kenyamanan serta berpotensi membahayakan pengguna jasa.

Di tengah ambisi BP Batam melakukan pembenahan pelabuhan secara besar-besaran, kondisi memprihatinkan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas perawatan serta prioritas perbaikan.
Sejumlah pihak menilai bahwa modernisasi yang digadang-gadang tidak akan berarti tanpa penyelesaian masalah mendasar seperti kebocoran yang telah berlangsung cukup lama.
Informasi yang diperoleh BatamNow.com menyebutkan bahwa kebocoran atap tersebut sudah lama terjadi.
Perbaikan pada plafon atau atap pernah dilakukan pada Oktober 2023, namun masalah serupa kembali muncul hingga hari ini, Selasa (25/11/2025). “Namun kebocoran masih terulang,” ujar seorang petugas yang enggan disebutkan namanya.
Hasil penelusuran BatamNow.com menunjukkan bahwa terminal domestik ini merupakan bangunan baru yang rampung dikerjakan pada 2017, atau berusia sekitar delapan tahun.
Berdasarkan data LPSE BP Batam, pembangunan fisik Terminal Domestik Sekupang dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan anggaran sekitar Rp 56 miliar, bersumber dari APBN 2015.
Ketika dimintai konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (26/11/2025), Direktur Pengelola Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni maupun Kabiro Humas BP Batam Muhammad Taofan tidak memberikan respons. (A)

