BatamNow.com – Kondisi ekonomi yang kian sulit dan mendera warga Batam di masa pandemi Covid-19, tidak membuat pengelola air minum di sini turut prihatin.
Hal itu terlihat dari amburadulnya layanan tagihan air oleh pengelola Sistem Peyediaan Air Minum (SPAM) di Batam.
Terkait keresahan warga yang memuncak itu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Sahat Sianturi ikut gerah dan angkat bicara.
Sahat menduga ada kongkalikong di balik pengelolaan air SPAM sehingga berdampak pada tagihan air yang melonjak hingga ribuan persen.
Ia menyarankan sebaiknya konsumen membentuk forum dan melaporkan ke kejaksaan dengan bukti yang sudah ada.
Dia katakan harus diketahui apa penyebab kenaikan tagihan, apakah karena sistem atau perbuatan oknum?
Kasus ini, tambahnya, harus diusut karena telah menyengsarakan rakyat yang sedang berpeluh menyambung hidup di tengah pandemi.
Kejadian ini sudah sering terjadi.
Pengelolanya harus bertanggung jawab secara hukum.
Sebagai anggota DPRD Provinsi, Sahat tidak pernah mentolerir munculnya tagihan melonjak tinggi kepada konsumen, tanpa sebab.
“Sebetulnya ada apa dengan perusahaan pengelola air sekarang? Apakah perusahaan itu mampu mengelola?” kata Sahat.
Demikian juga oleh Asmin Patros. Anggota DPRD Provinsi Kepri daerah pemilihan (Dapil) IV Batam ini juga mengatakan bahwa kenaikan tagihan air yang meroket, harus ada penjelasannya.
Seharusnya,ucap Asmin, PT Moya Indonesia dalam pengelolaan masa transisi ini menyediakan layanan yang baik.
Apalagi jika PT Moya juga berkeinginan untuk melanjutkan pengelolaan pasca masa transisi. Maka seharusnya mereka memberikan pelayanan yang profesional.
Berdasarkan laporan masyarakat, saya juga akan membawakan masalah ini ke Komisi II, untuk segera ditindaklanjuti.
“Kami akan memanggil PT Moya untuk meminta penjelasan tentang terjadinya kenaikan tagihan air ini,” ujarnya
Demikian juga Rudi Chua yang lebih awal mengkritisi kesalahan pihak pengelola air, BP Batam maupun PT Moya.
Rudi Chua meminta agar pelaku kesalahan ini ditindak tegas. Dia katakan, human error maupun system error harus ditindak agar ada efek jera.
Masayarakat, kata dia, sudah berulang disuguhi akrobat tak lucu ini. Jadi mesti ada tindakan karena konsumen sudah resah.(Panahatan)
Form Pengaduan Konsumen Air
[ninja_form id=6]


Semoga kedepan nya lebih baik lagi
Tagihan naik yg tidak wajar