Apindo Batam Imbau Harga Tiket Feri Batam-Singapura Diturunkan Signifikan, Bukan Rp 30 Ribu - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Apindo Batam Imbau Harga Tiket Feri Batam-Singapura Diturunkan Signifikan, Bukan Rp 30 Ribu

23/Sep/2024 19:55

Feri internasional berlayar di perairan Teluk Tering, menuju Pelabuhan Internasional Batam Center, Sabtu (03/08/2024). (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Operator feri Batam-Singapura sepakat menurunkan harga tiket feri Batam Singapura sebesar Rp 30 ribu untuk perjalanan two-way, atau Rp 15 ribu untuk one-way, mulai 24 September 2024.

Kesepakatan itu berdasarkan rapat koordinasi (rakor) para stakeholder dan operator feri yang dilaksanakan di Kantor KSOP Khusus Batam, Senin (23/09/2024).

“Hasil sepakatannya begitu. Pemberlakuanya mulai tgl 24 september 2024,” kata Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Jon Kenedi yang memimpin rakor tersebut, kepada BatamNow.com, lewat pesan WhatsApp.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kapal Penumpang Indonesia (APKAPI) Jonny Dequelju juga membenarkan kesepakatan penurunan harga tersebut.

“Betul, jadi mulai besok mulai diberlakukan untuk Batam-Singapura, diturunkan Rp 30 ribu dari harga sebelumnya. Itu untuk two-way. One-way dipotong Rp 15 ribu,” kata Jonny kepada BatamNow.com, Senin (23/09).

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam menilai penurunan harga tiket Rp 30 ribu itu, belum menjadi jawaban untuk menggaet kedatangan wisatawan mancanegara.

“Kalau hanya turun 30 ribu saja, itu berarti hanya turun 4 persen saja dari harga saat ini. Bandingkan dengan kenaikan yang terjadi pasca Covid-19 yang mencapai lebih kurang 100 persen dari harga tiket Ferry sebelum Covid-19. Menurut saya ini penurunan ini tidak ada artinya bagi penumpang Ferry apalagi bagi dunia pariwisata Batam,” jelas Ketua Apindo Batam Rafki Rasyid, kepada BatamNow.com, lewat pesan WhatsApp.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Rafki Rasyid. (F: medianesia.id)

Menurutnya, tingginya harga tiket akan berpengaruh terhadap rendahnya tingkat okupansi feri, dan lebih jauh lagi mempengaruhi para pengusaha khususnya di bidang pariwisata.

“Kita berharap penurunan tiket itu bisa lebih dari 50 persen agar menstimulasi kunjungan wisatawan ke Kepri. Anggaplah ada kenaikan biaya yang ditanggung oleh operator ferry pasca Covid-19 yang lalu. Perkiraan saya kenaikan biaya operasional itu tidak lebih dari 30 persen. Jadi kalau diturunkan 60 persen pun dari harga saat ini, masih ada kenaikan margin keuntungan operator Ferry,” terangnya.

Ia mengingatkan, harga tiket feri yang murah/ terjangkau, diyakini akan meningkatkan jumlah kunjungan penumpang Batam-Singapura yang bakal berefek pada peningkatan laba operator feri.

Tapi sebaliknya, harga yang tak terjangkau/ mahal dinilai akan menyulitkan calon penumpang, pengusaha pariwisata, atau bahkan operator feri.

“Dengan mempertahankan tarif tiket Ferry yang tinggi orang kan jadi enggan naik Ferry. Sehingga belum tentu pendapatan operator Ferry akan naik dengan tingginya tarif tiket Ferry Batam – Singapura. Jadi kita himbau agar operator Ferry menurunkan tarif tiket Ferry itu secara signifikan. Minimal di atas 50 persen. Dengan begitu semua pihak akan diuntungkan. Termasuk si operator Ferry itu sendiri,” tukasnya.

Dijelaskan Rafki, sudah hal tentu dalam ekonomi bahwa harga terjangkau akan meningkatkan jumlah permintaan.

“Ini kan hukum dasar dalam ekonomi. Ketika harga diturunkan maka permintaan akan naik. Seharusnya operator Ferry paham soal ini. Jangan mempertahankan harga tiket tinggi yang mengakibatkan okupansi jadi rendah. Selain okupansi rendah, pelaku pariwisata di Batam kan juga dirugikan. Jadi supaya sama sama untung, jalannya adalah dengan menurunkan harga tiket Ferry,” tandasnya.

Ia pun membandingkan harga tiket feri Batam-Singapura sebelum pandemi Covid 19 tahun 2020.

Catatan BatamNow.com, sebelum pandemi Corona, harga tiket Batam-Singapura berada di kisaran Rp 300 ribu – Rp 362 ribu untuk perjalanan two-way (PP). Namun kini harganya sekitar Rp 775 ribu.

“Buktinya waktu sebelum Covid-19 harga tiket Ferry 100 persen lebih murah dari sekarang. Kan operator kapal tidak rugi. Okupansi akan naik itu bukan kata Apindo. Tapi itu sudah menjadi hukum dalam teori ekonomi. Ketika harga diturunkan maka jumlah permintaan akan naik cateris paribus,” pungkasnya.

Rafki meyakini, seharusnya harga tiket feri Batam-Singapura masih bisa diturunkan lagi lebih besar dari Rp 30 ribu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, sebelum Covid-19 yakni selama tahun 2019 tercatat 1.947.943 kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Batam. Dari total itu, sebanyak 1.055.758 (54,2 persen) merupakan wisatawan berkebangsaan Singapura.

Kontras dengan kondisi pasca Covid-19 diturunkan status menjadi endemi dan harga tiket feri Batam-Singapura mengalami kenaikan harga sekitar ±100 persen. Misalnya selama tahun 2023, hanya 713.810 WN Singapura berkunjung ke Batam. Sementara pada tahun 2022, hanya 350.155 turis dari Singapura berkunjung ke Batam. (D)

Berita Sebelumnya

Mulai Besok, Tiket Feri Batam-Singapura Turun Harga Rp 30.000

Berita Selanjutnya

Akankah Jumlah Wisatawan Meningkat Setelah Harga Tiket Feri Batam-Singapura Turun Rp 30 Ribu?

Berita Selanjutnya
Wisata Tematik Cerminan Healing di Masa Depan

Akankah Jumlah Wisatawan Meningkat Setelah Harga Tiket Feri Batam-Singapura Turun Rp 30 Ribu?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com