BatamNow.com – Irjen Pol Asep Safrudin ditunjuk Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri menggantikan Komjen Pol Syahardianto.
Mutasi tersebut tertuang dalam Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/Kep./2026 dan Keputusan Kapolri Nomor Kep/1532/X/2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Posisi Kapolda Kepri selanjutnya dipercayakan kepada Irjen Pol Suhendri, yang sebelumnya menjabat sebagai Teknisi Jibom Utama Tingkat I KorpBrimob Polri.
Asep diketahui, mulai menjabat sebagai Kapolda Kepri, sejak 31 Januari 2025 mengantikan Irjen Pol (Purn) Yan Fitri Halimansyah.
Sebelum menjabat sebagai Kapolda Kepri, Asep Safrudin diketahui menjabat sebagai Wakil Kapolda Kepri, sejak 24 Juni 2023 hingga 31 Januari 2025.
Asep merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993. Ia lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 15 Juni 1969 dan berasal dari Sibanteng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Ia memiliki rekam jejak mentereng di bidang reserse dan narkoba.
Total Harta Kekayaan Tembus Rp 7,3 miliar
Selama 33 tahun mengabdi di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Asep tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 7,3 miliar.
Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berdasarkan data yang diunduh BatamNow.com dari elhkpn.kpk.go.id, Asep diketahui terakhir melaporkan harta kekayaan pada 4 April 2026/periodik 2025, saat menjabat sebagai Kapolda Kepri.
Dalam laporan itu, Asep memiliki tanah dan bangunan dengan total sebesar Rp 3,5 miliar.
Rinciannya: tanah dan bangunan seluas 480 m² di Kota Bogor, hasil sendiri Rp 3 miliar. Lalu, tanah seluas 3.121 m² di Kota Bogor, hasil sendiri Rp 535 juta.
Kemudian, Asep melaporkan alat transportasi dan mesin, dengan nilai total sebesar Rp 173 juta.
Berupa mobil Toyota wish tahun 2010, hasil sendiri Rp 80 juta. Kemudian mobil Toyota Land Cruiser tahun 1978, hasil sendiri Rp 75 juta, serta motor Kawasaki KZ 125 tahun 2018, hasil sendiri Rp 18 juta.
Harta bergerak lainnya, Rp 3,4 miliar. Kas setara Kas Rp 135 juta, atau sama dengan nilai keseluruhan harta kekayaan nya sebesar Rp 7,3 miliar rupiah.
Tiga Kali Laporkan Harta Kekayaan
Selama 33 tahun mengabdi sebagai anggota Polri, Asep tercatat tiga kali melaporkan harta kekayaannya ke KPK.
Kali kedua, Asep melaporkan harta kekayaannya diketahui pada 14 Mei 2020 khusus/awal menjabat sebagai Pejabat pembuat Komitmen Karobindiklat Lemdiklat Polri.
Harta terbanyak Asep berasal dari tanah dan bangunan yang ia miliki di wilayah Kabupaten Bogor senilai Rp 2,9 miliar berupa tanah dan bangunan seluas 480 m² di Kota Bogor, hasil sendiri Rp 2,5 miliar, serta, tanah seluas 3.121 m² di Kota Bogor, hasil sendiri Rp 468 juta.
Kemudian, Asep melaporkan alat transportasi dan mesin, dengan nilai total sebesar Rp 170 juta berupa mobil Toyota wish tahun 2010, hasil sendiri Rp 80 juta, mobil Toyota Land Cruiser tahun 1978, hasil sendiri Rp 75 juta, serta motor Kawasaki KZ 125 tahun 2018, hasil sendiri Rp 15 juta.
Harta bergerak lainnya, Rp 815 juta dan kas sebesar Rp 108 juta.
Jika ditotalkan seluruhnya sama dengan Rp 4 miliar lebih.
Sedangkan bila ditelusuri, kali pertama Asep melaporkan harta kekayaannya pada 4 Juni 2015.
Saat itu ia menjabat sebagai Kapolresta Barelang, Polda Kepri, dengan total harta kekayaan sebesar Rp 855 juta.
Namun sayangnya, laporan tersebut tidak tercantum lagi dalam website milik KPK itu, “File Tidak Ditemukan” begitu kutipan yang muncul. (A)

