BatamNow – Sebagai operator baru SPAM di Batam pasca berakhirnya konsesi PT Adhya Tirta Batam (ATB), PT Moya Indonesia (MI) dikabarkan akan mendatangkan 300 karyawannya.
Sementara di pihak ATB mengaku siap menyalurkan karyawannya yang terdampak pengakhiran kontrak konsesi pada 14 November mendatang.
Pihak ATB juga akan memberi solusi dan kesempatan pertama kepada karyawannya untuk bergabung di satuan kerja yang akan dibentuk BP Batam.
Tapi kalaupun tidak, Presdir ATB Benny Andrianto mulai angkat bicara soal ini. Melalui wawancara lewat WhatsApp dengan BatamNow perihal tanggung jawab ATB terhadap karyawan berkaitan dengan pengakhiran konsesi pengelolaan air.
Dia katakan, di akhir konsesi pengelolan air, ATB memberikan pesangon kepada karyawannya. Dan dan dalam grup perusahaan, masih punya lahan lainnya sebagai opsi bagi karyawan.
“Pihak manajemen ATB akan dapat salurkan dan tawarkan kepada pihak karyawan kalau ternyata konsesi ini tidak berlanjut,” kata Benny yang populer dengan rubrik tulisan Kopi Benny-nya ini.
Seperti diketahui, ATB salah satu perusahaan dengan aset triliunan rupiah, dimana “Parent Company” (Induk Perusahaan) PT ATB adalah Sembawang Corporation (Sembcorp) dan Bangun Cipta Kontraktor (BCK).
Sembawang Corporation merupakan salah satu perusahaan raksasa yang tergabung di dalam Temasek Corp (BUMN Singapura).
BCK juga merupakan salah satu korporasi raksasa di Indonesia yang bergerak di multi organisasi, mulai bidang konstruksi, distribusi, pertambangan dan yang lainnya.
Perihal berakhirnya konsesi pengelolaan air yang sudah 25 tahun digeluti ATB di Batam, berbagai pihak membicarakan kesinambungan pekerjaan bagi karyawan-karyawannya.
Begitu juga dengan Head Coorporate of Secretary PT ATB Maria Jacobus ditanya perihal tanggung jawab parent company (Sembcorp dan BCK) yang diperkirakan telah meraup lama sampai ratusan miliar selama konsesi 25 tahun ini.
Maria menjawab BatamNow lewat WhatsApp, Kamis (08/10) dan mengatakan pemegang saham selalu mendukung setiap kegiatan korporasi yg dilakukan oleh ATB dan bertanggung jawab terhadap karyawan pasca berakhirnya konsesi.
Artinya, kelangsungan hidup pekerjaan karyawan pasca berakhirnya konsesi ini ditanggungjawabi oleh ATB sendiri.
Sampai berita ini dipublikasi BatamNow masih menunggu klarifikasi dari parent company ATB perihal pengakhiran konsesi pengelolaan air di Batam oleh ATB.
Berkaitan dengan parent company tersebut, Maria juga mengatakan bahwa ATB tentu tetap mengupdate ke pemegang saham.
“ATB tentu tetap mengupdate ke pemegang saham,” kata Maria mengakhiri komunikasi WhatsApp dengan BatamNow. (JS)

