Laporan Erik Taraja
Kepala Biro Khusus Luar Negeri BatamNow.com
BatamNow.com – Mesin Autogate pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di pelabuhan internasional keberangkatan Batam Center, hingga kini masih belum difungsikan kembali.
Pada Selasa (21/03/2023) pagi sekitar pukul 05.30, terjadi antrien calon penumpang menuju konter pemeriksaan manual imigrasi di ruang check-in.
Banyak calon penumpang mengeluh karena cukup lama berdiri menunggu antrean, baik yang menuju konter pemeriksaan imigrasi. “Ini kenapa tak pakai auto system ya, lalu mau diapain itu mesin Autogate kok dianggurin?” ujar beberapa calon penumpang
Selain antre panjang di ruang check-in, antrean panjang juga terjadi di luar pos pemeriksaan sebelum masuk ke ruang check-in.
Para calon penumpang yang diperkirakan hampir 200-an itu antre berdiri hampir 40 menit menunggu check-in gate dibuka petugas pukul 05.30. Sementara dua feri dengan tujuan Singapura dan 1 feri dengan tujuan Malaysia berangkat trip pertama dalam waktu bersamaan pukul 06.00.
“Cepat ya pak, 10 menit lagi gate keberangkatan akan di-close,” kata wanita petugas konter penjualan tiket di lantai satu.
Seorang penumpang menjelaskan kepada wanita petugas konter tiket, bagaimana logikanya gate keberangkatan tutup 10 menit lagi sementara gate untuk check-in saja belum dibuka petugas hingga pulul 05.30 dan antrean calon penumpang terjadi di lantai dua.

Menurut sumber di pelabuhan yang tak lama lagi akan habis masa kontrak BOT dengan BP Batam itu, kondisi antrean panjang seperti itu hampir setiap pagi.
“Calon penumpang ke Singapura baik WNA maupun WNI, banyak bepergian pagi hari trip pertama, jadi kondisi seperti ini sudah pemandangan biasa apalagi setelah Autogate divakumkan,” kata beberapa petugas di pelabuhan.
Menurut petugas imigrasi di konter pemeriksaan pelabuhan Batam Center, pengaktifan kembali Autogate itu menjadi wewenang Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi.
“Autogate itu sekarang menjadi wewenang Ditjen Imigrasi dan kapan akan difungsikan kita tidak tahu,” ujarnya.
Setiap pagi untung saja imigrasi Batam membuka paling tidak 4 konter pemeriksaan sekaligus sehingga masih bisa mengurai antrean panjang.
Banyak calon penumpang yang berharap kepada imigrasi Batam maupun Ditjen Imigrasi atas pengaktifan kembali mesin Autogate pemindai paspor itu.
Penonaktifan Autogate imigrasi di pelabuhan Batam Center disebab prokes pada saat angkara murka Covid-19 tiga tahun lalu.
Autogate system itu pertama kali dioperasikan sekitar tahun 2019.
Pelabuhan Batam Center memiliki 2 mesin Autogate di keberangkatan (departure) dan 2 lagi di kedatangan (arrival).
Sedangkan Singapura kini telah menggunakan Autogate system untuk pemeriksaan dokumen keimigrasian setiap orang yang masuk ke negara Lee Hsien Loong itu, baik di pelabuhan internasional HarbourFront maupun di Tanah Merah.
Pantauan di HarbourFront Ferry Terminal Singapura, ada sekitar 20 mesin Autogate difungsikan untuk pemeriksaan di kedatangan warga negara asing (WNA).
Hampir jarang pemeriksaan manual, kecuali data para pemilik paspor tak valid terbaca teknologi mesin pemindai.
Padahal Singapura termasuk paling ketat se-dunia mengontrol setiap pendatang warga asing. (*)

