BatamNow.com – Pengelola Bandara Internasional Hang Nadim Batam mulai melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi lonjakan aktivitas penerbangan pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Direktur Operasional Bandara Hang Nadim, Anton Marthalius, menyampaikan bahwa pihaknya memperkirakan akan terjadi peningkatan signifikan baik dari sisi jumlah penumpang maupun pergerakan pesawat selama periode tersebut.
Menurutnya, lonjakan awal diprediksi mulai terjadi pada 21 Desember 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 4 Januari 2026.
“Kami memprediksi adanya peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat. Tanggal 21 Desember diperkirakan menjadi awal kenaikan, sedangkan arus balik diprediksi terjadi pada 4 Januari 2026,” ujar Anton kepada awak media, Kamis (18/12/2025), di depan Posko Terpadu yang berlokasi di samping pintu kedatangan Bandara Hang Nadim.

Anton menjelaskan, manajemen bandara telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik selama masa pelayanan Nataru.
Selain itu, langkah antisipasi juga telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan keterlambatan penerbangan maupun situasi darurat lainnya.
Dalam pengoperasian posko terpadu tersebut, Bandara Hang Nadim tidak bekerja sendiri. Sejumlah unsur stakeholder turut dilibatkan, di antaranya TNI, Polri, Basarnas, AirNav, serta unsur Forkopimda.
Keterlibatan lintas instansi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan jika terjadi kendala di lapangan.
“Melalui posko pelayanan Nataru ini, harapan kami pelayanan kepada penumpang bisa berjalan dengan baik, cepat, aman, dan lancar,” katanya.

Anton menambahkan, posko terpadu juga dilengkapi dengan sistem pemantauan pergerakan penumpang secara real-time.
Dengan sistem tersebut, setiap potensi permasalahan dapat segera terdeteksi dan ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
Hingga saat ini, data sementara menunjukkan peningkatan pergerakan pesawat baru mencapai sekitar 1 persen, sementara jumlah penumpang diperkirakan meningkat sekitar 3 persen.
Meski masih bersifat dinamis, pihak bandara mencatat adanya usulan sekitar 140 penerbangan tambahan (extra flight) selama periode Nataru.
“Untuk sementara usulan extra flight sekitar 140 penerbangan. Namun realisasinya akan terus kami pantau, karena belum tentu seluruhnya terealisasi, bisa lebih atau bisa juga kurang,” jelas Anton.
Adapun destinasi penerbangan dengan permintaan tertinggi dari usulan extra flight tersebut didominasi oleh rute menuju Cengkareng, Kualanamu, dan Surabaya. (A)

