BatamNow.com, Jakarta – Masyarakat diharapkan bisa memiliki literasi perasuransian yang baik. Salah satunya agar dapat mengetahui produk-produk perusahaan asuransi dengan benar. Untuk itu dibutuhkan penguatan literasi asuransi, seperti yang dilakukan PT Asuransi Jiwa Sequis Life kepada para nasabahnya di Kota Batam, Kepulauan Riau, baru-baru ini.
Dalam siaran pers yang diterima BatamNow.com, Sabtu (04/03/2023) dikatakan, costumer gathering di Kota Batam dilakukan bersamaan dengan Perayaan Tahun Baru Imlek ini mengusung tema ‘Chinese New Year Get Together’.
Hadir pada acara tersebut, President Director & CEO Sequis Life Tatang Widjaja, Director & Chief Agency Officer Sequis Franky Nayoan, dan BP Founder The Legend Agency Sequis Kiky serta Business Partner Legend Musketeer Agency Sequis Eny Ong.
“Sebagai kota industri, Batam memiliki peran strategis bagi investor, industri, pariwisata, dan logistik. Jarak Kota Batam hanya kurang 20-an kilometer dari Singapura sehingga penetrasi asuransi perlu ditingkatkan di kota tersebut,” kata Tatang dalam keterangan persnya.
Dirinya mendorong nasabah dan masyarakat Kota Batam agar melindungi diri dengan memiliki asuransi jiwa dan kesehatan.
Tatang mengemukakan bahwa Sequis akan terus memperhatikan kebutuhan masyarakat dengan menghadirkan beragam produk asuransi jiwa dan kesehatan serta akan terus meningkatkan jumlah agen Sequis. “Perusahaan akan terus mendorong agen Sequis agar aktif menggiatkan literasi asuransi serta memberikan pelayanan dengan sepenuh hati kepada nasabah dan calon nasabah agar memiliki pengetahuan literasi asuransi dan mendapatkan pemahaman tentang produk asuransi yang tepat,” ujarnya.
Menurtnya, aktivitas masyarakat dan roda bisnis dapat berputar dengan baik jika masyarakatnya sudah menyiapkan mitigasi atas berbagai risiko. Salah satunya terhadap risiko sakit yang harus mendapat perawatan medis, penyakit kritis, hingga pencari nafkah meninggal dunia. “Tiga risiko ini dapat menggerus aset dan membuat rencana masa depan tertunda. Selain itu, dapat berdampak juga pada bisnis yang dijalankan,” terangnya.
Terlebih bagi para entrepreneur, kerugian yang ditimbulkan dapat berdampak pada keberlanjutan kehidupan tenaga kerja dan keluarga mereka. “Untuk mendukung ekonomi masyarakat dan keluarga dapat tetap berjalan baik perlu memiliki perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan sehingga dapat terhindar dari kerugian finansial akibat risiko sakit atau kematian,” lanjut Tatang.
Dia juga mengupas filosofi kelinci air sebagai shio Imlek tahun ini bahwa kelinci merupakan hewan yang halus, tapi mampu bergerak cepat dan mudah beradaptasi sehingga memungkinkan untuk memproteksi dirinya dari bahaya.
“Filosofi kelinci ini dapat diadaptasi oleh masyarakat Batam, yakni miliki kesehatan agar dapat beradaptasi di tengah pertumbuhan bisnis yang bergerak cepat dan miliki jaring pengaman finansial melalui asuransi jiwa dan kesehatan agar mampu meraih hari esok yang lebih baik,” tukasnya.
Setelah Batam, acara serupa juga dilaksanakan di Kota Medan. (RN)

