BatamNow.com – Batam Aero Technic (BAT), perusahaan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) milik Lion Group, kembali memperluas fasilitasnya dengan meresmikan Hangar F.
Hangar ini menjadi hangar ketujuh yang dibangun sejak BAT berdiri di kawasan Bandara Hang Nadim, Kota Batam, pada tahun 2012 silam.

Selain peresmian Hangar F, BAT juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pitcmon Sistem, FTAI, dan Bank BNI sebagai langkah memperkuat kolaborasi dan pengembangan bisnis.

Presiden Direktur Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, mengatakan bahwa hangar terbaru ini memiliki standar internasional dan telah diakui oleh berbagai regulator penerbangan dunia.
“Seperti yang kita lihat pada peresmian hari ini merupakan hangar yang sophisticated ya, standarnya sangat internasional dan kemudian juga kita bisa saksikan bahwa beberapa regulator dari beberapa negara itu sudah memberikan sertifikasi untuk BAT,” ujarnya kepada wartawan di Hangar F, Rabu (19/11/2025).

Daniel menjelaskan bahwa sejak berdiri, BAT telah menyerap 2.100 pekerja dan terus memperluas kapasitas operasional.
Dengan bertambahnya hangar, BAT menargetkan peningkatan jumlah tenaga kerja secara signifikan.
“Setiap ada penambahan hangar, kita bisa nambah kurang lebih sekitar 750 karyawan. Kita bekerja selama 3 shift, 24 jam. Jadi kita siap melayani seluruh kegiatan transportasi penerbangan nasional,” jelasnya.

“Dan kemudian target kami juga nanti di tahun 2030, seperti harapan Pak Presiden, untuk menyerap tenaga kerja nasional, kita bisa sampai dengan 10.000 pegawai di tahun 2030 yang akan bekerja di Batam Aero Technic,” lanjut Daniel.
BAT tidak hanya melayani pesawat dari Lion Group, tetapi juga berbagai maskapai nasional dan internasional seperti Malindo, serta maskapai dari Filipina, Singapura, Malaysia, India, Thailand, dan Vietnam.
Terkait sertifikasi, Daniel menyebut BAT telah mengantongi sejumlah pengakuan internasional, termasuk dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat, otoritas penerbangan Inggris, hingga San Marino di Eropa.

Ia menambahkan bahwa investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang masuk ke BAT telah mencapai lebih dari 40 persen, dengan total nilai investasi saat ini mencapai Rp 1,7 triliun dan diproyeksikan terus berkembang.
Saat ini, kata Daniel, Batam Aero Technic beroperasi di atas lahan seluas 30 hektare dan akan mengembangkan tambahan 25 hektare lagi. (H)

