BatamNow.com – Kota Batam untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah ajang basket internasional FIBA 3×3 Women’s Series dan FIBA 3×3 Challenger Putra yang akan digelar di Alun-alun Engku Putri Batam pada 23–26 Juli. Sebanyak 32 tim dari 21 negara dipastikan ambil bagian dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kepulauan Riau (Kepri) sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Suhadi, mengatakan persiapan venue telah mencapai sekitar 95 persen dan siap digunakan untuk latihan resmi para peserta.
“Alhamdulillah hari ini kami dari Panitia Elusi Batam FIBA 3X3, telah merampungkan venue hampir 95% dan besok pagi kita harap bisa digunakan untuk latihan resmi,” katanya, Selasa (21/07/2026).
@batamnow Kota Batam untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah ajang basket internasional FIBA 3×3 Women’s Series dan FIBA 3×3 Challenger Putra yang akan digelar di Alun-alun Engku Putri Batam pada 23–26 Juli. Sebanyak 32 tim dari 21 negara dipastikan ambil bagian dalam kompetisi bergengsi tersebut. Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kepulauan Riau (Kepri) sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Suhadi, mengatakan persiapan venue telah mencapai sekitar 95 persen dan siap digunakan untuk latihan resmi para peserta. “Alhamdulillah hari ini kami dari Panitia Elusi Batam FIBA 3X3, telah merampungkan venue hampir 95% dan besok pagi kita harap bisa digunakan untuk latihan resmi,” katanya, Selasa (21/07/2026). FIBA 3×3 Women’s Series akan berlangsung pada 23–24 Juli, sedangkan FIBA 3×3 Challenger Putra pada 25–26 Juli. Suhadi mengajak masyarakat Batam dan Kepri untuk menyaksikan langsung pertandingan basket 3×3 kelas dunia tersebut. “Sebanyak 32 tim dari 21 negara dipastikan ambil bagian dalam kompetisi tersebut,” katanya. Sejumlah tim peserta telah tiba di Batam. Sekitar lima tim datang lebih awal, sementara belasan tim lainnya dijadwalkan tiba sehari sebelum pertandingan dimulai. Technical meeting akan dilaksanakan di Harris Hotel Batam Center. Negara peserta Women’s Series antara lain berasal dari Belanda, Mongolia, Prancis, Latvia, Thailand, Jepang, Rumania, Slovenia, Mesir, Vietnam, Filipina, dan Indonesia… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamtiktok #fyp #batamhits ♬ original sound – BatamNow.com
FIBA 3×3 Women’s Series akan berlangsung pada 23–24 Juli, sedangkan FIBA 3×3 Challenger Putra pada 25–26 Juli.
Suhadi mengajak masyarakat Batam dan Kepri untuk menyaksikan langsung pertandingan basket 3×3 kelas dunia tersebut.
“Sebanyak 32 tim dari 21 negara dipastikan ambil bagian dalam kompetisi tersebut,” katanya.
Sejumlah tim peserta telah tiba di Batam. Sekitar lima tim datang lebih awal, sementara belasan tim lainnya dijadwalkan tiba sehari sebelum pertandingan dimulai. Technical meeting akan dilaksanakan di Harris Hotel Batam Center.
Negara peserta Women’s Series antara lain berasal dari Belanda, Mongolia, Prancis, Latvia, Thailand, Jepang, Rumania, Slovenia, Mesir, Vietnam, Filipina, dan Indonesia.

Panitia: Kursi Terbatas, Harga Tiket Terjangkau
Panitia telah menyiapkan lapangan berstandar internasional sesuai regulasi FIBA 3×3. Pertandingan pada hari pertama dijadwalkan dimulai pukul 11.30 WIB hingga malam hari.
Untuk masyarakat yang ingin menyaksikan langsung pertandingan, tiket dijual dengan harga yang relatif terjangkau. Tiket sesi awal dibanderol Rp 30 ribu, sesi berikutnya Rp 50 ribu, sedangkan partai final dijual dengan harga Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu.
“Kapasitas sekitar 800 kursi. Untuk area VIP sendiri sekitar 200 kursi sehingga penjualan tiket memang dibatasi,” jelas Suhadi.
Ia menjelaskan, panitia tidak menyediakan hadiah uang tunai. Namun para juara akan memperoleh poin peringkat dunia serta hadiah uang yang disiapkan oleh FIBA.
“Kita sebagai penyelenggara tidak memberikan hadiah kepada pemain. Tetapi sirkuit ini pemenangnya akan diberi poin dan hadiah uang itu sekitar USD 20.000, tapi itu FIBA yang bayar,” ujarnya.

Hadirkan Tim Peringkat 1 dan 2 Dunia
Ketua Badan 3×3 Perbasi Pusat, Nani Soer Budimansyah, menegaskan bahwa kualitas peserta yang tampil di Batam merupakan level tertinggi dalam kompetisi basket 3×3 internasional.
Menurutnya, tim yang menjadi juara di Batam akan berhak melanjutkan ke seri berikutnya dalam rangkaian kompetisi FIBA 3×3 World Tour.
“Dan nanti ini kan sebenarnya dari rangkaian ya. Rangkaian sebelumnya, terus besok nanti kita juara di sini akan masuk ke World Tour 3×3,” kata Nani.
Pada kategori Women’s Series, Batam akan menjadi arena pertandingan tim peringkat pertama dunia dari Ulaanbaatar, Mongolia, serta tim peringkat kedua dunia dari Prancis. Tim nasional (Timnas) putri Indonesia juga turut ambil bagian dalam ajang tersebut.
“Itu ada dari Ulaanbaatar dan ada nomor duanya kebetulan juga ada di sini dari Perancis. Jadi kalau dibilang Mas Suhadi di sini beneran internasional, sudah nomor satu, nomor duanya ada di sini,” ujarnya.
Sementara itu, pada kategori Challenger Putra, sejumlah tim elite dunia juga dipastikan tampil, termasuk tim peringkat pertama dunia dari Serbia yang merupakan peraih medali emas Olimpiade, serta tim peringkat kedua dunia dari Miami, Amerika Serikat.
Indonesia sendiri akan diwakili oleh tiga tim pada kategori Challenger Putra, yakni Waisai, Ambon, dan Balige.
Momentum Pengembangan Sport Tourism
Suhadi berharap penyelenggaraan FIBA 3×3 Batam menjadi momentum penting dalam pengembangan sport tourism di Kepri.
“Karena ini kelas dunia dan kita berharap nanti cabor-cabor lain mengikuti membawa event-event internasional datang ke Batam. Dan tentu saja kunjungan wisata akan memikat dan nama Batam lebih dikenal di seluruh dunia,” pungkasnya.
Penyelenggaraan FIBA 3×3 Batam mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, Pemerintah Kota Batam, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, serta Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). (H)

