Belajar dari Tragedi Dunia: Mengapa Butuh APPEKNAS untuk Jaga Standar Bangunan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Belajar dari Tragedi Dunia: Mengapa Butuh APPEKNAS untuk Jaga Standar Bangunan

03/Agu/2026 14:30
Belajar dari Tragedi Dunia: Mengapa Butuh APPEKNAS untuk Jaga Standar Bangunan

Laksda TNI (Purn) Soleman B Ponto, S.T., S.H., M.H. (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

Oleh: Laksda TNI (Purn) Soleman B Ponto, S.T., S.H., M.H.

Pernahkah Anda membayangkan apa yang terjadi jika jembatan yang kita seberangi setiap hari, atau gedung sekolah tempat anak-anak kita belajar, dibangun hanya dengan prinsip “asal berdiri dan murah”?

Di tengah masifnya pembangunan fisik di 38 provinsi di Indonesia, ada satu hal yang taruhannya tidak main-main: keselamatan nyawa manusia.

Di sinilah Asosiasi Pengusaha Pelaksana Kontraktor dan Konstruksi Nasional (APPEKNAS) hadir sebagai benteng pertahanan utama peradaban bangsa.

Dipimpin oleh Ketua Umum Fandy Iood, APPEKNAS bukan sekadar wadah berkumpulnya para pengusaha, melainkan sebuah institusi yang memikul tanggung jawab moral sebagai penjaga standar mutu fisik agar Indonesia terbebas dari ancaman “bangunan asal jadi”.

Mengusung komitmen yang kuat, APPEKNAS bergerak di bawah naungan sebuah moto: “Kokoh Membangun Negeri, Teguh Menjaga Standardisasi”.

Asosiasi ini menegaskan bahwa kemajuan fisik melalui infrastruktur harus berjalan beriringan dengan komitmen tanpa kompromi terhadap kualitas dan keamanan.

Belajar dari Petaka Internasional

Dunia telah berulang kali memberikan pelajaran kelam tentang apa yang terjadi ketika kontraktor bergerak tanpa pengawasan standar yang ketat:

  • Gempa Turki-Suriah (2023): Lebih dari 51.000 jiwa melayang dalam sekejap. Gedung-gedung modern runtuh seperti kartu domino karena kontraktor nakal memotong anggaran dengan menggunakan beton bermutu rendah yang rapuh dan mengurangi besi tulangan.
  • Runtuhnya Mal Sampoong di Korea Selatan (1995): Tragedi yang menewaskan 502 orang ini murni disebabkan oleh kelalaian. Kontraktor nekat mengubah struktur kolom penyangga utama demi estetika tanpa menghitung ulang beban fondasi.
  • Tragedi Rana Plaza di Bangladesh (2013): Mengabaikan izin tata ruang dan memaksakan bangunan delapan lantai berdiri di atas lahan basah berujung pada ambruknya gedung yang merenggut lebih dari 1.100 nyawa pekerja.
Baca Juga:  SIJORI - Singapore Johor Kepri Investment Meeting: Dorong Penguatan Kerja Sama Investasi Kawasan

Mengapa Kita Sangat Membutuhkan APPEKNAS?

Indonesia berada di jalur cincin api (Ring of Fire) yang rawan bencana alam. Membiarkan industri konstruksi berjalan tanpa aturan yang jelas sama saja dengan menabung risiko massal.

APPEKNAS hadir untuk memutus rantai risiko tersebut melalui langkah-langkah nyata:

  • Penyaring Kompetensi Kontraktor: Dengan jaringan luas dan lebih dari 500 anggota aktif, APPEKNAS menyaring dan memastikan hanya kontraktor dengan sertifikasi keahlian sah dan tata kelola usaha yang sehat yang dapat mengeksekusi proyek di lapangan.
  • Garda Depan Standarisasi Industri: APPEKNAS secara ketat mendorong penerapan praktik terbaik (best practices) dan regulasi teknis. Hal ini memastikan material yang digunakan—mulai dari mutu semen hingga dimensi besi baja—100% sesuai spesifikasi keselamatan, bukan hasil dari praktik cutting corners.
  • Investasi SDM Konstruksi Unggul: Pembangunan yang kokoh lahir dari manusia yang terdidik. Langkah APPEKNAS menjalin kemitraan internasional untuk peningkatan kapasitas pendidikan tinggi hingga program doktoral merupakan bukti nyata komitmen mereka dalam melahirkan pelaku konstruksi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas tinggi.

Infrastruktur yang kuat adalah warisan jangka panjang untuk masa depan. Melalui pengawasan ketat dan penegakan standar yang konsisten dari APPEKNAS, Indonesia tidak sekadar sedang menumpuk beton dan mengampar aspal, melainkan sedang merajut pondasi sebuah bangsa yang aman, kokoh, dan bermartabat. (*)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

BRK Syariah Jadi Mitra yang Diharapkan Mendorong Ekonomi Desa Mengkait

Berita Selanjutnya

Ahli Forensik Ungkap Korban Dwi Putri “Tenggelam Kering” dan Alami Sejumlah Luka Berat

Berita Selanjutnya
Ahli Forensik Ungkap Korban Dwi Putri “Tenggelam Kering” dan Alami Sejumlah Luka Berat

Ahli Forensik Ungkap Korban Dwi Putri “Tenggelam Kering” dan Alami Sejumlah Luka Berat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com