BatamNow.com – Setelah sekitar sebulan krisis air minum perpipaan SPAM mendera warga Bengkong Pertiwi, akhirnya BP Batam turun mengecek ke lokasi, Rabu (13/08/2025) pagi.
Peninjauan tersebut dilakukan sekira pukul 09.00 WIB. Sebanyak 10 orang dalam rombongan BP Batam didampingi tim teknis, memeriksa lokasi.
Hadir Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, Direktur Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM), Fasilitas dan Lingkungan (Fasling) BP Batam, Iyus Rusmana.
Namun hingga kini, menurut warga di sana, air minum belum mengalir ke rumah pada siang hari seperti sebulan belakangan.
“Sampai saat ini, air masih mati dirumah saya, tetangga saya juga air nya masih mati,” ujarnya, Rabu (13/08).
Sementara menurut ketua RT 04, Parno, para jajaran BP Batam itu mengatakan sudah menurunkan tim termasuk dari PT ABH untuk mengecek penyebab gangguan tersebut.
“Tadi, waktu orang (Pejabat) BP Batam yang datang ke sini itu, mereka sudah menyuruh tim teknis untuk melihat apa penyebab gangguan air itu, dan mereka bilang secepatnya akan diperbaiki,” kata Parno.

Menjawab konfirmasi BatamNow.com, Ariastuty mengatakan bahwa gangguan aliran air SPAM di Bengkong Pertiwi diindikasikan karena kebocoran pipa di beberapa titik.
“Sudah meninjau langsung, indikasi ada bocoran pipa di beberapa titik, sudah ketemu dengan RT RW nya,” kata Ariastuty lewat pwsan WhatsApp.
Untuk penanganan permasalahan itu, kata Ariastuty, malam ini akan dikerjakan untuk melihat separah apa kebocorannya.
“Malam ini dikerjakan untuk melihat separah apa kebocorannya, estimasi kalau tidak parah 24 jam, kalau agak parah bisa 3-5 hari,” jelasnya.
Ariastuty memastikan akan mengirim truk air sebagai solusi sementara untuk menyuplai kebutuhan air warga Bengkong Pertiwi.
“Iyah pasti, kami kirim truk tangki utk warga terdampak. Tadi sudah koordinasi dgn pak rt dan rw nya,” jelasnya
Sementara itu, Iyus Rusamana, juga dikonfirmasi, melalui pesan di WhatsApp juga, namun hingga berita ini ditayangkan, belum merespons.
Diberitakan sebelumnya, warga Bengkong Pertiwi mengalami krisis air minum khususnya pada siang hari.
Air hanya mengalir kecil pada jam 23.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Kondisi tersebut sudah berlangsung selama sebulan. Akibatnya, warga harus menyesuaikan aktivitas harian mereka, termasuk begadang untuk menampung air yang baru mengalir saat malam hari.
Namun anehnya, Permukiman lain di sekitar wilayah tersebut seperti Perumahan Pesona Mantang, Bengkong Wahyu, dan Bengkong Asrama, tidak mengalami kendala serupa.
Situasi ini juga sangat dirasakan oleh warga yang memiliki usaha rumah kos. Banyak penghuni kos mengeluh karena tidak bisa memenuhi kebutuhan air mereka.
Warga pun membandingkan kondisi saat ini dengan pelayanan saat pengelolaan air masih berada di tangan PT Adhya Tirta Batam (ATB).
Menurut mereka, saat ATB masih beroperasi, kasus air mati sangat jarang terjadi, dan jika pun terjadi, pihak perusahaan selalu memberikan pemberitahuan dan mengirimkan bantuan air. (A)

