Bukan Langsung dari Apple, Tapi Vendor yang Investasi Bangun Pabrik AirTag di Batam - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Bukan Langsung dari Apple, Tapi Vendor yang Investasi Bangun Pabrik AirTag di Batam

31/Jan/2020 18:26
Bukan Langsung dari Apple, Tapi Vendor yang Investasi Bangun Pabrik AirTag di Batam

Ilustrasi produk AirTag Apple. (F: WIKIMEDIA COMMONS/ KKPCW)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, mengkoreksi bahwa bukan Apple yang berinvestasi langsung membangun pabrik AirTag di Batam, melainkan vendor yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu.

“Ini seharusnya saya koreksi ya, yang investasi itu bukan Apple, tapi adalah vendornya Apple. Karena itu yang mereka lakukan, baik di India, di Vietnam, di Malaysia, Indonesia, bukan Apple,” kata Rosan kepada wartawan di Kantor BKPM, Jumat (31/01/2025), sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com.

Menurut Rosan, vendor yang bermitra dengan Apple telah mengambil langkah awal dengan membeli lahan di Batam.

Ia juga menegaskan bahwa model investasi melalui vendor ini bukanlah hal baru. Praktik serupa telah diterapkan di berbagai negara lain, seperti India, Vietnam, dan Malaysia, sebagai bagian dari strategi ekspansi dan optimalisasi rantai pasokan global Apple.

Meski baru satu vendor Apple yang berinvestasi kepada Indonesia untuk pembangunan pabrik AirTag di Batam, Rosan menyebut tak menutup kemungkinan jumlah vendornya akan bertambah.

“Vendor yang pertama AirTag dahulu, dan itu boleh saya sampaikan, itu adalah investasi yang akan diikuti vendor-vendor lainnya,” beber Rosan.

AirTag adalah salah satu aksesoris yang dimuat dalam gawai iPhone.

Diberitakan sebelumnya, Apple Inc berencana membangun pabrik di Batam untuk produksi AirTag (aksesoris iPhone) dengan nilai investasi sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16 triliun lebih.

Sementara menurut Rosan, nilai investasi sebesar Rp 1 miliar dollar AS yang diajukan Apple merujuk pada pendapatan dari hasil pembelian.

Kabar Apple berencana membangun pabrik Airtag di Batam, disampaikan saat pihak Apple bertemu dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani di kantornya, Selasa (07/01/2025).

Dan dalam pertemuan itu, pihak Apple atau lewat Vice President of Global Policy Apple Nick Amman telah menunjukkan lokasi tanah pembangunan pabrik di Batam.

Rosan menjelaskan pabrik ditargetkan selesai awal 2026 mendatang. Diperkirakan menyerap 2.000 tenaga kerja.

Dan rencananya 65% dari kebutuhan AirTag Apple akan diproduksi pabrik tersebut.

Namun tak disebutkan pasti waktu pembangunan dilakukan.

iPhone 16 Belum Bisa Dijual Resmi di Indonesia

Namun Kementerian Perindustrian menegaskan baru-baru ini bahwa iPhone 16 masih belum bisa dijual resmi di Indonesia saat ini. Pasalnya proposal terakhir Apple mengenai investasi skema ketiga dalam pembentukan akademi sudah ditolak oleh Kemenperin meski nilainya mencapai Rp 1,4 triliun.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief mengungkapkan bahwa nilai investasi yang disodorkan itu tidak sepenuhnya masuk ke dalam skema ketiga karena masuknya biaya lain.

“Kami sudah mendapat beberapa laporan mengenai penggunaan uang Rp 1,4 triliun sepanjang 2020-2023, kami melihat ada penggunaan untuk biaya intengible, itu yang kami permasalahkan karena intangible itu sepertinya agak membuat pembiayaan jadi besar,” katanya di Kemenperin, Kamis (30/1/2025).

Masuknya biaya lain yang tidak berhubungan dengan investasi membuat nilai pengajuan investasi Apple tidak sepenuhnya riil.

“Ada pembiayaan intangible misalnya beli AC, sewa bangunan, sewa tanah, di Apple academy ada sewa tanah, sewa bangunan, beli peralatan, barang yang keliatan lah, tapi ada juga dalam laporan mereka beli barang yang ngga keliatan intangible yang nilainya cukup besar,” ujar Febri.

Ketika ditanya pers mengenai biaya lainnya seperti biaya operasional Apple di Indonesia, Febri tertawa, tidak menolak maupun mengiyakan.

“Misalnya hal-hal yang nggak berkaitan pelatihan atau pendidikan di Apple academy, atau ada pembiayaan operasional yang sebenernya nggak begitu berkaitan dengan Apple academy tapi di-charge ke sana,” sebut Febri.

Pemerintah membebaskan Apple untuk kembali mengajukan proposalnya dan tidak memberikan tenggat waktu. Mengenai pertemuan selanjutnya, Febri juga memberikan kebebasan pada Apple.

“Sampai saat ini karena revisi proposalnya belum kami terima ya kami belum bisa keluarkan sertifikat TKDN, karena TKDN sebagai syarat dari TPP, tanda pengenal produk maka kami juga belum bisa keluarkan TPP, kalau TPP belum ada maka Apple belum bisa impor iPhone 16 ke Indonesia. Jadi TKDN dulu, TPP baru mereka impor, artinya secara keseluruhan kami belum mencabut larangan penjualan iPhone 16 di Indonesia,” ujar Febri. (red)

Berita Sebelumnya

Kantor Disdukcapil Dipadati Warga Pemohon KTP, Kabid Disduk: Jaringan dari Pusat Down

Berita Selanjutnya

Ketua Relawan Jokowi  Menghimpun Masukan

Berita Selanjutnya
Ketua Relawan Jokowi  Menghimpun Masukan

Ketua Relawan Jokowi  Menghimpun Masukan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com