BatamNow.com – Pengurus Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kepri “curhat” ke Cen Sui Lan (CSL).
Biasalah pada momentum buka bersama (bukber) Ramadan seperti itu, kerap terselip acara silaturahmi.
Di Hotel Sahid di Batam Center tempat bukber itu, Jumat (23/04/2021).
Di sanalah para pengusaha perjalanan wisata wilayah Kepri itu menyampaikan unek-unek dan isi hatinya ke Anggota DPR RI dari Kepri itu.
Ya, apa lagi kalau bukan menyangkut Travel Corridor Arrangement (TCA) alias travel bubble (gelembung perjalanan) Singapura dengan Kepri yang ditunda pelaksanaannya.
Hampir semua tahu “angkara-murka” Covid-19 membuat ekonomi dunia porak-poranda.
Sektor pariwisata yang papan atas yang tengkurap.
Iklim pariwisata Kepri atau Batam drop 98%. Singapura, Malaysia serta China yang menjadi pasar utama, juga tengkurap.
Para pengusaha wisata ini memang tengah gusar bila kondisi sekarang sampai berkepanjangan.
Asa agar sektor ini dapat menggeliat kembali, hanya satu. Gonjang-ganjing corona harus mereda.
Itulah makanya para pengusaha ASITA itu menyarankan agar warga Batam, Bintan dan Tanjungpinang semuanya divaksin. Biar corona tak gonjang-ganjing.
Harapan kawasan wisata Kepri zero corona agar Singapura dan Malaysia juga negara lain yakin untuk datang melancong ke Kepri.
Dan diharapkan travel bubble antara Singapura dengan pelabuhan Nongsa Point Marina (Batam) dan Singapura dengan Lagoi (Bintan) dapat dibuka. Ini diharap sebagai pintu “laris-laris”.
Sebenarnya sudah dijadwalkan dibuka pada 21 April 2021, baik oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri maupun Pemko Batam-BP Batam, khususnya. Dan dari pemerintah dari seberang dapat lampu hijau.
Namun, rencana travel bubble itu diundur menjadi 7 Mei 2021.
Dan terakhir, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyatakan ditunda hingga Agustus 2021.
Penundaan travel bubble ini disebabkan angka Covid-19 belum terkendali di Provinsi Kepri. Justru menunjukkan peningkatan kasus, akhir-akhir ini.
Lalu bagaimana CSL memberi spirit atas curhatan para pengusaha wisata itu?
“Iya, teman-teman dari ASITA Kepri, juga membahas masalah travel bubble ini. Tapi, teman-teman dari ASITA Kepri, rata-rata sudah tahu penyebab ditundanya travel bubble ini,” kata CSL.
Apalagi masalahnya bukan h anya di Indonesia. Pemerintah Singapura itu sangat ketat menjaga kesehatan dan keselamatan warga negaranya.
“Apabila situasi (Covid-19) di Kepri ini belum terkendali, Singapura pasti masih mengunci negaranya,” sambung CSL.
ASITA Kepri, lanjut politisi wanita berpenampilan bak artis ini, mengusulkan kepada pemerintah pusat agar seluruh warga di Kota Batam, Bintan dan Tanjungpinang divaksin secepatnya.
Yaitu, warga yang layak divaksin Covid-19. Biar secure.
Pemerintah Indonesia, sebut CSL, sudah melakukan upaya maksimal. Menjalankan vaksinasi dengan perhitungan yang sangat matang.
“Tak mungkin ada spesial vaksin kepada satu daerah. Pemerintah pusat, pasti berpikir untuk keseluruhan NKRI. Teman-teman pengusaha wisata memaklumi hal ini,” ujar CSL.
Doa kita bersama, semoga corona atau apapun nama jenis virus itu, segera sirna.
Harapan ektor-sektor ekonomi bisa bangkit kembali, khususnya sektor pariwisata.
Bukan kah begitu Bu Cen?
Reporter: Panahatan Editor : Domu

