Cerita Warga Lembantongoa Takut ke Kebun Usai Sekeluarga Dibunuh Anggota MIT - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Cerita Warga Lembantongoa Takut ke Kebun Usai Sekeluarga Dibunuh Anggota MIT

by BATAM NOW
02/Des/2020 11:36
Cerita Warga Lembantongoa Takut ke Kebun Usai Sekeluarga Dibunuh Anggota MIT

Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (F: Merdeka.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Satu keluarga di Desa Lembontongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dibunuh akhir pekan lalu. Belakangan diketahui pelaku diduga kuat anggota kelompok Mujahidi Indonesia Timur (MIT).

Dilansir Merdeka.com, peristiwa berdarah itu masih meninggalkan ketakutan buat masyarakat Desa Lembantongoa. Bahkan untuk beraktivitas di kebun saja, mereka juga was-was.

“Kami tidak berani pergi ke kebun, meski jaraknya tidak jauh dari rumah, sebab sangat khawatir dengan keamanan dan keselamatan jiwa kami,” kata seorang warga inisial H yang juga seorang pengurus kelompok tani di Desa Lembantongoa. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (01/12/2020)

Dia menceritakan, setelah kejadian yang membuat geger itu, warga Desa Lembantongoa sementara waktu memilih tinggal di rumah.

Padahal, katanya, untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari mereka selama ini dari hasil pertanian dan perkebunan. Hasil panen dijual dan uangnya digunakan untuk membeli berbagai barang/bahan kebutuhan sehari-hari.

“Tapi mau bagaimana lagi, lebih baik kami tidak ke kebun, dari pada jiwa kami terancam dari serangan teroris,” kata H.

Hal senada juga diungkapkan J, warga Dusun Tokelemo, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo. Sejak peristiwa pembunuhan itu, masyarakat lebih memilih tinggal di rumah. Masyarakat lebih memilih untuk sementara tidak melakukan aktivitas di kebun, sebab masih takut akan keselamatan jiwanya.

Memang, katanya, sudah banyak aparat yang datang ke Desa Lembantongoa. Tetapi masyarakat masih resah dengan kejadian tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (27/11/2020) sekitar pukul 08.00WITA, sekelompok orang tak dikenal (OTK) yang diduga kuat adalah anggota MIT Poso melakukan penyerangan ke permukiman warga transmigrasi di wilayah tersebut.

Ada empat warga transmigrasi yang dibunuh dan beberapa rumah dibakar habis rata dengan tanah.

Warga berharap para pelaku bisa secepatnya dilumpuhkan oleh aparat TNI/ Polri. Sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan aman untuk mempertahankan keberlangsungan hidup keluarganya.

Desa Lembantongoa hampir 100 persen adalah petani menanam berbagai komoditi seperti padi sawah, padi ladang,jagung, kedelai, tomat,cabe,pisang, ubi-ubian, kopi,cengkih dan kakao.(*)

Berita Sebelumnya

Resmi, 28-29-30 Desember 2020 Nggak Jadi Libur Akhir Tahun!

Berita Selanjutnya

Habib Rizieq Minta Maaf atas Kerumunan di Petamburan hingga Megamendung

Berita Selanjutnya
Rizieq Klaim Akan Pulang: Kembali Berjuang Bersama Umat

Habib Rizieq Minta Maaf atas Kerumunan di Petamburan hingga Megamendung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com