Covid China 'Menggila', Nyaris 60 Ribu Orang Meninggal dalam Sebulan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Covid China ‘Menggila’, Nyaris 60 Ribu Orang Meninggal dalam Sebulan

15/Jan/2023 14:15
Update Corona Kota Batam 20 September: Bertambah 49 Kasus, Total Berjumlah 1160 Orang Positif

Ilustrasi. Petugas mengevakuasi pasien Covid-19. (F: Pikiran-Rakyat.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – China melaporkan hampir 60 ribu kematian terkait Covid-19 dalam waktu sebulan hingga Sabtu (14/01/2023), di tengah lonjakan infeksi virus corona di Negeri Tirai Bambu.

Sebagaimana dilansir AFP, Komisi Kesehatan Nasional China (National Health Commission/NHC) mencatat 59.938 kematian terkait Covid-19 antara 8 Desember dan 12 Januari.

Kepala Biro Administrasi Medis NHC, Jiao Yahui, menjabarkan bahwa angka itu mencakup 5.503 kematian yang disebabkan kegagalan pernapasan langsung karena virus.

Sementara itu, 54.435 kematian lainnya disebabkan penyakit bawaan yang dikombinasikan dengan Covid-19.

Angka tersebut menjadi jumlah kematian besar pertama yang dirilis oleh pemerintah sejak pelonggaran aturan pada awal Desember lalu.

Namun, China diduga tak melaporkan jumlah kematian akibat Covid-19 yang sebenarnya. Angka yang nyaris mencapai 60 ribu kematian itu pun diduga hanya sebagian dari yang sebenarnya.

Bulan lalu, Beijing merevisi definisi untuk mengkategorikan kematian akibat Covid-19. Dengan aturan itu, China hanya bakal menghitung pasien yang meninggal langsung karena gagal napas akibat Covid.

Baca Juga:  KPU Resmikan 17 Parpol Peserta Pemilu 2024, Ini Daftarnya

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO) mengkritik keputusan itu sebab definisi baru tersebut dinilai terlalu sempit.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan organisasinya terus meminta China untuk data yang lebih cepat, teratur, dan terpercaya terkait rawat inap, kematian, dan penyebaran virus.

WHO sempat mencurigai pemerintah China melakukan manipulasi data terkait angka kematian akibat Covid-19 ketika Negeri Tirai Bambu hanya mencatat 22 kematian pada Desember lalu.

Angka itu dipertanyakan karena sempat viral video yang menunjukkan jenazah diduga terpapar virus corona berjejer di rumah sakit dan krematorium. Video dan foto itu mengindikasikan statistik Beijing soal gelombang Covid-19 bertolak belakang dengan realitas.

Sementara itu, Beijing bersikeras sudah transparan kepada masyarakat internasional terkait datanya. Mereka juga mendesak WHO untuk menjunjung tinggi sikap ilmiah, objektif, dan adil. (*)

Berita Sebelumnya

Indonesia Kerahkan Kapal Perang ke Laut Natuna Utara untuk Pantau Aktivitas Kapal Penjaga Pantai China

Berita Selanjutnya

Pertamina Buka Suara soal Warung Tak Bisa Jual LPG 3 Kg

Berita Selanjutnya
Kadisperindag Kepri: Kenaikan Harga Hanya untuk LPG Non Subsidi, LPG Bersubsidi Harganya Tetap

Pertamina Buka Suara soal Warung Tak Bisa Jual LPG 3 Kg

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com