Curhat ke Menkes, Deddy Corbuzier Menyesal Tunda Vaksin Covid-19 - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Curhat ke Menkes, Deddy Corbuzier Menyesal Tunda Vaksin Covid-19

26/Agu/2021 06:56
Curhat ke Menkes, Deddy Corbuzier Menyesal Tunda Vaksin Covid-19

Deddy Corbuzier. (F: Podcast Deddy Corbuzier)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Sempat menghilang dan tiba-tiba membawa kabar mengejutkan telah berhasil melewati masa kritis badai sitokin, presenter Deddy Corbuzier menceritakan pengalamannya itu pada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Dilansir Kompas.com, rupanya, kabar Deddy mundur sementara dari berbagai media sosial beberapa waktu lalu juga diketahui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Menteri Budi yang menjadi tamu di podcast Deddy Corbuzier berjudul “Ya Saya Jujur Tidak Vaksin??Ayo Kita Debat??Budi Sadikin” kemudian bertanya langsung penyebab Deddy menghilang.

“Kenapa ngilang dua minggu?” tanya Menkes dikutip dari podcast Deddy Corbuzier, Rabu (250/8/2021).

“Hampir mati pak,” jawab Deddy sambil tersenyum.

Deddy kemudian menceritakan kondisinya yang sempat kritis dan mengalami badai sitokin karena menunda vaksinasi.

“Saya hampir mati gara-gara pak Budi lho pak, beneran lho pak saya bisa ngomong gitu lho pak,” ujar Deddy.

“Gara-gara saya pada saat itu membantu Menkes pawai vaksin untuk manula, jadi saya belum divaksin,” sambungnya.

Mendengar penuturan Deddy, Menkes Budi spontan terkejut, tak menyangka Deddy saat itu belum menerima vaksin Covid-19.

“Saya campaign ‘ini manula-manula harus divaksin, yang muda jangan rebutan vaksin, kasih dulu yang tua, yang muda masih sehat, kasih yang tua,'” ujar Deddy mengulang ucapannya saat kampanye vaksin dulu.

“Enggak mungkin dong saya ngomong gitu terus minta vaksin, kan enggak mungkin pak,” lanjut Deddy disertai tawa.

Padahal jika Deddy mau memanfaatkan pertemanannya dengan Menkes, Deddy bisa mendapatkan vaksin Covid-19, tapi Deddy tak melakukan itu.

Karena Deddy tahu saat itu jumlah vaksin masih sedikit sehingga dia memilih mengutamakan orang yang dianggapnya kelompok rentan.

Walaupun akhirnya menyesali keputusannya karena sampai harus melewati masa kritis di rumah sakit akibat belum vaksin Covid-19.

“Saya jadi berpikir bodoh atau gimana, karena pada saat itu memang saya tahu vaksin itu masih sedikit jumlahnya, saya tahu orangtua lebih butuh, ya saya enggak vaksin,” ucap Deddy.

“Waktu kena badai sitokin (merasa) bodoh banget. Kenapa kemarin enggak minta (vaksin) aja,” sambungnya.

Menkes kemudian menanggapi sikap Deddy saat itu yang memilih menunda vaksin demi mengutamakan orang lain.

“Itu clinically wrong, ethically right. Jadi kita bilang, orang pengin ngelindungin dirinya sendiri, tapi secara etis what you have done bodoh. Andai kata semua manusia berbuat kayak gitu, neraka kosong,” kata Menkes.(*)

Berita Sebelumnya

Usai Kasus Akidi Tio, Kapolri Copot Kapolda Sumsel

Berita Selanjutnya

Sebar 10 Ribu Masker, Ketua PKK Kepri Ajak Masyarakat Lingga Disiplin Prokes

Berita Selanjutnya
Sebar 10 Ribu Masker, Ketua PKK Kepri Ajak Masyarakat Lingga Disiplin Prokes

Sebar 10 Ribu Masker, Ketua PKK Kepri Ajak Masyarakat Lingga Disiplin Prokes

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com