BatamNow.com – Garuda masih bisa tetap terbang. Sampai Kamis lalu. Biar pun hari itu hanya terbang dengan 11 pesawat, dikutip dari Disway Dahlan Iskan.
Itu, sebut Dahlan, adalah hari terbang paling minimal bagi Garuda. Setidaknya selama banyak tahun terakhir.
Selanjutnya Dahlan menjelaskan dengan masih beroperasinya Garuda, tidak salah kalau ada yang tetap berkata Garuda masih baik-baik saja. Setidaknya yang 11 pesawat itu.
Disebut mantan Meteri BUMN itu, sebenarnya Garuda masih punya 40 lebih pesawat. Masalahnya: mau diterbangkan pakai bahan bakar apa. Pertamina sudah tidak mau lagi memasok avtur. Utang avturnya ke Pertamina sudah sekitar Rp 16 triliun. Bahkan ketegasan Pertamina itu sudah sangat telat. Pertamina sudah terlalu baik pada Garuda.
Bagaimana dengan yang 11 pesawat itu? Kok masih bisa terbang?
Diuraikan mantan Bos Jawa Pos itu, ternyata Pertamina hanya menoleransi Garuda: boleh dapat BBM asal bayar kontan. Sebelum ada uang masuk ke rekening Pertamina, BBM tidak akan dikucurkan. Seberapa masuknya uang, segitulah BBM yang diisikan ke pesawat.
Rupanya Garuda masih punya uang. Masih bisa untuk membeli BBM secara eceran. Meski hanya cukup untuk 11 pesawat.
Hari-hari ini jumlah penumpang lagi ramai-ramainya. Hari itu –ketika Garuda hanya bisa menerbangkan 11 pesawat itu– Lion terbang 1.000 kali.Dengan perhitungan: pesawat yang menerbangi Jakarta-Surabaya-Makassar-Manado, balik lagi, dihitung delapan kali.
“Saya pun bisa membayangkan jalannya operasi Garuda seperti ini: sore-sore berhitung. Ada pemasukan berapa. Lalu berapa yang bisa disisihkan untuk beli BBM eceran, untuk keperluan besok. Berapa pesawat yang akan terbang disesuaikan dengan berapa uang untuk BBM eceran hari itu,” Dahlan menyebut.
Maka ia akui, Pertamina sudah benar kalau meniru gaya percetakan seperti itu.
Apakah untuk BBM eceran ini Pertamina mengenakan harga sedikit lebih tinggi ke Garuda? Apakah juga mengharuskan Garuda mencicil utang lama biarpun ala kadarnya?
Memang harus begitu,katanya, mestinya sejak dulu-dulu. Cara itu justru akan bisa memaksa Garuda lebih sehat –kalau saja tidak terlambat.
Maka sebenarnya Pertamina memang bisa ”membantu” menyehatkan Garuda secara tidak langsung. Dengan cara Pertamina bersikap keras seperti itu, Garuda bisa sehat dan utang ke Pertamina tidak makin menggunung.
Sementara dalam kondisi seperti itu, Kementerian BUMN akhirnya membiarkan Garuda digugat ke PKPU.
PKPU sudah menetapkan waktu: 45 hari. Terhitung pekan lalu. Dalam 45 hari itu harus sudah ada kesepakatan antara Garuda dan para pemilik piutangnya. Kalau dalam 45 hari tidak terjadi kesepakatan, PKPU yang ambil putusan: Garuda dinyatakan bangkrut. Atau putusan lainnya. Tinggal menghitung hari. (*)

