Di Batam, Diabetes Jadi Komorbid Terbanyak pada Kasus Kematian Covid-19. Ini Tips Masak Makanan untuk Penderitanya - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Di Batam, Diabetes Jadi Komorbid Terbanyak pada Kasus Kematian Covid-19. Ini Tips Masak Makanan untuk Penderitanya

03/Sep/2021 18:04
Diabetes, Komorbid Terbanyak pada Kematian Covid-19 Kota Batam. Ini Kiat Pencegahannya

Ilustrasi diabetes. (F: Shutterstock/ Proxima Studio)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Diabetes merupakan penyakit penyerta (komorbid) terbanyak pada kasus kematian Covid-19 di Kota Batam per hari Jumat (03/09/2021). Dari 817 kasus meninggal, 394 disertai komorbid dan 213 diantaranya (jumlah tertinggi) adalah Diabetes Mellitus (DM).

Komorbid ini sendiri berpotensi meningkatkan keparahan terhadap pasien Covid-19.

Diabetes terjadi ketika kadar gula (glukosa) di dalam darah terlalu tinggi. Kondisi ini terjadi saat jumlah hormon insulin dalam tubuh tidak mencukupi untuk mengubah glukosa menjadi energi. Akibatnya, glukosa menetap di dalam darah. Selain itu, diabetes juga bisa terjadi saat sel tubuh kebal terhadap insulin (resistensi insulin).

Melansir berbagai sumber, diabetes disebabkan oleh faktor genetik hingga gaya hidup seseorang. Namun jika Anda sudah terkena diabetes, menjaga makanan menjadi poin yang perlu diperhatikan.

Dilansir Kompas.com, dosen dari Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, Lastdes Cristiany Friday mengatakan agar gula darah penderita diabetes stabil, kuncinya terdapat pada gula darah, dengan mengonsumsi makanan yang indeks glikemiknya rendah.

Meski begitu, setiap manusia harus memperhatikan kebutuhan kalori terlebih dahulu.

“Prinsip gizi, kebutuhan kalori perlu diperhatikan terlebih dahulu. Penyumbang utama kalori adalah karbohidrat, yaitu 60 persen dari total keseluruhan kalori adalah karbohidrat, sisanya 25 persen lemak, 15-20 persen dari protein. Kebutuhan kalori tergantung dari berat badan, tinggi badan, jelas kelamin, usia,” kata dia melansir laman UGM, Jumat (03/09/2021).

Selanjutnya dia menyampaikan, setelah memperhatikan kebutuhan kalori, barulah disusun pengaturan makanannya, dengan memperhatikan indeks glikemik.

Indeks glikemik ditentukan oleh kandungan karbohidrat dan kandungan seratnya.

“Contoh, dibandingkan dengan beras, maka pilihlah jagung, tapi jagung dibagi menjadi 2 jenis, maka pilih jagung yang bukan manis. Dibanding beras putih, pilihlah nasi yang berwarna, misalnya nasi coklat, nasi merah, dan nasi hitam,” jelas dia.

Baca Juga:  HPN 2022, Ketum PWI Pusat: Pers Nasional Perlu Mawas Diri Perbaiki Kualitas Pemberitaan dan Jaga Independensi

Selain itu, makanan yang mengandung indeks glikemik rendah dan aman dikonsumsi penderita diabetes, yakni mangga, jeruk, wortel, apel, anggur dan sebagainya.

“Makanan dengan indeks glikemiks tinggi bukannya tidak boleh dikonsumsi, tapi harus diperhatikan. Misalnya adalah pisang, setelah makan jangan langsung makan pisang, karena itu bahaya,” ucap dia.

Untuk cara memasak makanan bagi penderita diabetes, dia memberikan beberapa tips agar sehat dan enak.

Pertama adalah dengan merebus bahan makanan begitu saja. Contohnya adalah membuat sayur sop dan arsik ikan (makanan khas Sumatera Utara).

Kedua adalah dengan cara dibakar.

“Syukurnya kita tinggal di Indonesia yang kaya kuliner lokal. Jadi, makanan beragam, tinggal direbus dan ditambah bumbu pelengkap. Dibakar seperti ikan pepes, yang tidak dikasih minyak atau pake sambal terasi. Contoh makanan sehat lain, lotek dan gado-gado,” jelas dia.

Terakhir, dia menjelaskan mengenai pedoman makan untuk penderita diabetes.

Sederhananya menggunakan piring, yakni setengah lingkaran diisi dengan sayur, sisanya dibagi untuk lauk hewani atau nabati, protein, dan karbohidrat. Jadi, komponen sayur akan lebih banyak.

Jikalau di gizi, sayuran itu memiliki tipe A dan B. Sayur tipe A adalah sayuran yang zero kalori, seperti bayam, sawi putih, sawi hijau, kangkong, dengan catatan konsumsinya direbus, bukan dicampur dengan santan

“Sayuran yang mengandung kalori adalah tipe B seperti daun singkong, sayur nangka, daun papaya dan melinjo,” tukas dia.(*)

Berita Sebelumnya

Siswa SMP Hanyut Terseret Arus Parit di Belakang Indomobil Baloi Persero

Berita Selanjutnya

Pencarian Dilanjutkan Besok, Siswa SMP yang Hanyut di Baloi Persero Belum Ditemukan Hingga Magrib

Berita Selanjutnya
Pencarian Dilanjutkan Besok, Siswa SMP yang Hanyut di Baloi Persero Belum Ditemukan Hingga Magrib

Pencarian Dilanjutkan Besok, Siswa SMP yang Hanyut di Baloi Persero Belum Ditemukan Hingga Magrib

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com