BatamNow.com – Ratusan pendemo yang berasal dari buruh dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa lagi, kini di depan gedung DPRD Kota Batam, Senin (19/09/2022).
Pendemo juga membawa pocong-pocongan dan menaburkan bunga di atasnya.
“Itu pocong bertuliskan DPR RI dan DPRD Kota Batam yang menunjukkan bahwasanya kita berbelasungkawa atas kematian hati nurani wakil rakyat kita,” teriak Andri, salah seorang orator perwakilan mahasiswa, dari atas mobil komando.
Dalam aksi yang sama, mereka juga membawa poster dengan gambar wajah Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto.
Saat itu, Ketua DPRD Batam beserta anggotanya hadir dan menyaksikan langsung penaburan bunga pada pocong-pocongan yang diiringi bacaan puisi seorang mahasiswi. Nuryanto hanya terdiam dan sesekali tersenyum.
Ketua DPRD Batam serta beberapa anggotanya hanya berjarak 1 meter dengan pendemo yang dipisahkan oleh gerbang depan gedung dewan di Batam Center itu.
Dijelaskan, pendemo merasa kecewa dengan perayaan ulang tahun Puan Maharani di dalam Gedung DPR RI di kala rakyatnya berdemo di luar. Demo penolakan kenaikan harga BBM.
Di Batam, kata Andri, para anggota DPRD juga belum ada sikap atas kenaikan harga BBM. Padahal sudah dijanjikan dan akan menggelar rapat paripurna atas tuntutan mahasiswa.
“Namun lagi-lagi, sampai hari ini, sikap DPRD Kota Batam tidak ada. Berarti kami dikhianati oleh DPRD Kota Batam. DPRD Kota Batam ini bisu tidak mau bicara padahal mereka dipilih untuk menyuarakan suara rakyat,” tegasnya.
Adapun tuntutan dalam demo ini adalah menolak kenaikan harga BBM, menolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law) serta menuntut kenaikan Upah Minimum Kota (UMK)/ Upah Minimum Sektoral (UMSK) Tahun 2023.
Selain itu, mahasiswa juga menolak bantuan subsidi upah (BSU) atau BLT BBM yang dinilai tidak tepat sasaran serta meminta Presiden Jokowi menyelesaikan kasus pelanggaran HAM yang telah dijanjikan sebelumnya.

Pantauan BatamNow.com, aksi demo masih berlangsung hingga pukul 11.30 dan beberapa perwakilan pendemo telah diterima Ketua dan anggota DPRD Batam di ruang rapat serbaguna. Di sana mereka akan menyerahkan petisinya.
Diketahui, ratusan massa demo tergabung dalam Koalisi Rakyat yang didalamnya berisi buruh dari FSPMI, SBSI, Partai Buruh lalu mahasiswa dari STAI Ibnu Sina Batam, Universitas Ibnu Sina, STIKOM Muhammadiyah, STIT Muhammadiyah, STIDKI Al-Aziz, STIQ Kepri, Institut Agama Islam Abdullah Said dan Unrika. (D)
