Diduga Tak Sesuai Permenkes 2/2023, Air SPAM di Pesona Bukit Laguna Keruh dan Tak Layak - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Diduga Tak Sesuai Permenkes 2/2023, Air SPAM di Pesona Bukit Laguna Keruh dan Tak Layak

28/Apr/2026 16:32
Diduga Tak Sesuai Permenkes 2/2023, Air SPAM di Pesona Bukit Laguna Keruh dan Tak Layak

Air keruh yang keluar dari keran saluran SPAM jaringan perpipaan di rumah warga Perumahan Pesona Bukit Laguna. (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Warga Perumahan Pesona Bukit Laguna tahap 1 dan 2, Kelurahan Tanjung Piayu, mengalami krisis air Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpupaan selama bertahun-tahun.

Parahnya lagi, bukan hanya air yang tak lancar saja yang dikeluhkan warga di sana, melainkan air yang masuk kerumah warga, RT 01 hingga RT 05/ RW 16, Kecamatan Sungai Beduk, keruh berwarna kecokelatan.

Padahal, dalam regulasi nasional, air minum didefinisikan sebagai air yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum, baik melalui proses pengolahan maupun tanpa pengolahan.

Standar ini mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2023.

Air keruh yang keluar dari keran saluran SPAM jaringan perpipaan di rumah warga Perumahan Pesona Bukit Laguna. (F: ist)

Konsumen Terima Air Berwarna Kecokelatan

Warga yang merupakan konsumen SPAM harus menerima air keruh dan berwarna kecoklatan yang keluar dari pipa SPAM.

Padahal seharusnya warga menerima air minum, bukan air keruh, sehingga diduga melanggar Permenkes 2/2023.

Air yang keruh dan ditampung dalam bak mandi terpaksa digunakan hanya untuk untuk mandi. Sementara untuk mencuci pakaian, air itu harus disaring terlebih dahulu.

“Air yang kami tampung hanya bisa digunakan untuk mandi, terkadang untuk air mencuci pakaian pun tak bisa digunakan karena keruh,” kata Ketua RT 04, Putra Kelana kepada BatamNow.com, Selasa (28/04/2026).

Dengan terpaksa warga yang airnya keruh harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membeli air minum dalam kemasan (AMDK) galon berukuran 19 liter, untuk kebutuhan memasak.

Air keruh itu, sudah terjadi setahun belakangan ini, warga yang terdampak sudah mengadukan hal tersebut ke berbagai pihak, namun hingga kini tak ada respons.

Baca Juga:  Amsakar Tegaskan Isu Air Bersih (Air Minum) Harus Hilang dari Batam

Selain Keruh dan Tak Lancar, Pembayaran Malah Melonjak

Meski air yang masuk ke rumah warga tak lancar dan keruh, warga juga mengalami lonjakan pembayaran tagihan bahkan hingga tiga kali lipat besarnya.

Begitulah yang dialami oleh warga Perumahan Pesona Bukit Laguna, salah satunya Putra.

Jika di bulan-bulan sebelumnya ia hanya membayar tagihan air sekitar Rp 50 ribu, namun untuk Maret 2026 tagihan air Putra melonjak hingga Rp 170 ribu.

“Padahal dir umah saya, tidak ada tambahan orang, dan kebocoran pipa tidak ada yang bocor,” jelas Putra.

Warga Perumahan Surati PT ABHi

Selain menyampaikan keluhan warga ke Taba, serta Anggota beberapa Anggota DPRD Kota Batam, para perangkat warga juga telah bersurat ke PT ABHi.

Pada 14 April 2026, warga mengirimkan surat ke PT ABHi perihal keluhan permasalahan air.

Dalam surat tersebut warga mengeluhkan 3 hal:

  • aliran air yang sering mati (seharian) tanpa pemberitahuan sebelumnya
  • tekanan air yang sangat kecil sehingga tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari
  • kualitas air yang keruh dan tidak layak digunakan.

Kemudian, warga berharap agar PT ABHi sesegera mungkin untuk melakukan tindakan, antara lain:

  • melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap jaringan distribusi air di wilayah kami
  • pemberian informasi yang jelas apabila ada gangguan pelayanan
  • peningkatan kualitas pelayanan agar masyarakat dapat memperoleh air bersih secara layak dan berkelanjutan.

Atas keluhan warga itu, BatamNow.com telah mengirimkan konfirmasi kepada Humas PT ABHi, Ginda Alamsyah, Direktur SPAM dan Fasilitas Lingkungan (Fasling) Iyus Rusmana, melalui pesan di WhatsApp.

Namun hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum merespons. (A)

Berita Sebelumnya

Air Mati Bertahun-tahun di Bukit Laguna, Warga Tanjung Piayu Menjerit: Tagihan Justru Melonjak

Berita Selanjutnya

Gaungkan UWT, Taba Iskandar Serap Keluhan Banjir hingga Lampu Jalan di Pantai Nongsa

Berita Selanjutnya
Gaungkan UWT, Taba Iskandar Serap Keluhan Banjir hingga Lampu Jalan di Pantai Nongsa

Gaungkan UWT, Taba Iskandar Serap Keluhan Banjir hingga Lampu Jalan di Pantai Nongsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com