BatamNow.com – Dalam waktu dekat pembangunan terminal 2 Bandara Internasional Hang Nadim akan dimulai.
Namun tetiba saja Direktur Utama (Dirut) PT Bandara Internasional Batam (BIB) Pikri Ilham Kuniansyah mewanti-wanti agar ground breaking pembangunan terminal 2 itu tidak sampai dipolitisasi.
Saat diwawancarai BatamNow.com, Kamis (30/11/2023), Pikri tak merinci kepada siapa pesan dini-nya itu ditujukan.
Ia hanya menjelaskan bahwa PT BIB merupakan entitas Penanaman Modal Asing (PMA) sehingga harus fokus pada bisnis itu secara profesional.
“Kami memahami bahwa negeri kita akan merayakan pesta demokrasi oleh karena itu kami sebagai investor akan menjalankan misi investasi kami dengan profesional sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan dalam kaitan dengan KPBU Hang Nadim,” jawabnya.
Selama ini, keberhasilan, peningkatan dan pembangunan Bandara Hang Nadim Batam kerap ”dikampanyekan” Kepala BP Batam Muhammad Rudi di ruang publik pada beberapa momen.
Ada beberapa proyek strategis menurut Muhammad Rudi yang kini digesa di Batam, antara lain proyek pengembangan Bandara Hang Nadim.
Muhammad Rudi sendiri sering mencetuskan perjalanan karier politiknya untuk maju bakal calon Gubernur Kepri di Pilkada 2024.
Di sisi lain dijelaskan Pikri, para pemegang saham PT BIB sebagai pengelola bandara; PT Angkasa Pura 1 sebesar 51 %, Incheon International Airport Corporation sebesar 30 % dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar 19 %.
Konsorsium para shareholder PT BIB mengelola Bandara Hang Nadim dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Sementara posisi BP Batam kini hanya sebagai pemilik Bandara Hang Nadim yang dikerjasamakan ke PT BIB per 1 Juli 2022 dengan masa konsesi 25 tahun.

Disampaikan Pikri, rencana pembangunan terminal 2 ini sudah mendapat izin dari Kementerian Perhubungan.
Presiden & CEO Incheon dari Korea, disebut Pikri, juga sudah melihat persiapan akhir perkembangan terminal 2. “Secara desain sudah disetujui semua pihak dan saat ini tinggal merampungkan DED-nya saja,” katanya.
Soal kapan persisnya pembangunan terminal 2 dimulai, Pikri menyampaikan pembahasan intens tengah dilakukan dengan Penanggung Jawab Pekerjaan Kerja Sama (PJKS) KPBU.
Dijelaskan lagi, PT BIB tetap konsisten terhadap perjanjian. Sebagai bukti dimana pada tahun 2022 dengan 6 bulan mengelola bandara, BIB telah menyetorkan Bagi Hasil Pendapatan ke kas negara sebesar Rp 50 miliar.

KPBU Hang Nadim merupakan project finance sehingga selain dari equity para pemegang saham, dalam pembiayaan memerlukan kreditor investasi baik dari lembaga keuangan bank maupun non-bank, dan besaran investasi tahap 1 sampai dengan Rp 2 triliun.
Terminal 2 merupakan bangunan baru dengan luas 50.000 m² dan dapat menampung untuk sekitar 5 juta penumpang.
Konsep Bandara Hang Nadim yang baru merupakan Smart Airport sehingga management of traffic dipersiapkan untuk mengoptimalisasi kapasitas ruangan untuk penerbangan internasional dan domestik.
Penerbangan internasioal yang saat ini sudah terlayani baru tujuan Malaysia. Saat ini sedang dilakukan pembahasan untuk menambah frekuensi, termasuk penerbangan umrah, haji dan penerbangan langsung ke Korea. (red)

