BatamNow.com – Setelah disorot pers, kini situasi malam di gedung Kantor BP Batam redup pencahayaannya seperti di kantor Kemenko Perekonomian yang mengikuti instrusksi presiden untuk efisiensi anggaran.
Kontras dengan dua hari yang lalu, situasi di Jumat (07/02/2025) malam ini, kantor pusat BP Batam terlihat nyaris gelap gulita di setiap tingkat bangunannya.
Pantauan BatamNow.com di lokasi, kini kantor berlogo “Elang Emas” di Batam Center itu tak “menyala” mencolok lagi di malam hari. Tinggal sedikit lampu yang menyala, seperti di pagar luar dan neon box tulisan “BP Batam” di puncak gedung.
Sementara videotron milik BP Batam beserta neon box di depan kantor tersebut, masih menyala.

Diberitakan media ini sebelumnya, pada Rabu (05/02/2025) malam lalu sampai esok subuhnya, tampak luar gedung BP Batam berlantai 8 itu hampir di semua titik terang benderang.
Mulai dari halaman, taman dan area parkir yang cukup luas tampak dengan lampu menyala.
@batamnow Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian di Jakarta kian redup. Itu disebab pembatasan pemakaian listrik imbas dari kebijakan pemangkasan pagu anggaran 52,5 persen oleh pemerintah. Besaran pagu anggaran Kemenko Perekonomian pada 2025 sebesar Rp 459,76 miliar. Kini dipangkas 52,5 persen atau setara Rp 241,37 miliar. Dengan begitu, anggaran kantor Airlangga Hartarto hanya sisa Rp 218,39 miliar. Kondisi di kantor Airlangga Hartarto itu disampaikan ke media pada Rabu (05/02/2024). Di saat kantor di Jakarta redup demi menghemat anggaran, tapi di gedung “elang emas” kantor BP Batam di Batam Center penerangan listriknya ‘menyala’ dan benderang sepanjang malam hingga pagi. Baca beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #fyp #fypage ♬ Meledak – DJ Bombompret
Satu videotron berukuran sekitar 6 x 5 meter terpampang di dekat pagar pembatas di depan halaman kantor arah ke seberang jalan umum di sana, tampilannya memantulkan cahaya tajam.
Sebelum BP Batam, kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Dewan Kawasan Batam, di Jakarta, duluan mengimplementasikan pengurangan penggunaan listrik sebagai langkah efisiensi.
Langkah itu sebagai implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun anggaran 2025.
Pun Kepala BP Batam Muhammad Rudi baru-baru ini juga telah memberikan pengarahan kepada jajarannya untuk mendukung dan menjalankan Inpres 1/2025.
“Apa yang menjadi instruksi bapak Presiden, wajib kita laksanakan. Seluruh efisiensi yang disampaikan oleh Biro Keuangan hari ini, harus kita laksanakan,” tegas Muhammad Rudi.
Dia mengatakan, dengan berhemat, dananya bisa dialihkan untuk hal-hal yang lebih produktif seperti pembangunan infrastruktur. (red)

