Duh! Covid Lagi Meledak, Singapura Kena "Resesi Seks" - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Duh! Covid Lagi Meledak, Singapura Kena “Resesi Seks”

30/Sep/2021 05:39
Singapura Marah Disebut KPK Surga Koruptor!

Ilustrasi. Singapura (F: Rafika Aulia/ d'Traveler)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Singapura sepertinya terinfeksi ‘resesi seks’. Jumlah pernikahan di negara itu turun drastis ke level terendah dalam 34 tahun terakhir sementara kelahiran warga juga tergelincir ke level terendah selama tujuh tahun.

Dilansir CNBCIndonesia.com, resesi sendiri adalah istilah ekonomi untuk pertumbuhan negatif dua kuartal berturut-turut dalam satu tahun. Covid-19 disebut menjadi biang keladinya, di mana pandemi mengganggu rencana pasangan untuk menikah dan menjadi orang tua.

Mengutip Channel News Asia (CNA), ada 19.430 pernikahan tahun lalu. Ini turun 12,3% dari tahun sebelumnya 22.165.

Ini adalah catatan terendah sejak 1986, ketika ada 19.348 pernikahan. “Pembatasan pertemuan besar pada tahun lalu bisa menyebabkan pasangan menunda pernikahan mereka,” ujar rilis Divisi Kependudukan dan Bakat Nasional Singapura, dikutip Rabu (29/09/2021).

Di tahun lalu, median usia pernikahan di Negeri Singa adalah 30 tahun untuk pria dan 28 tahun untuk wanita. Sebanyak 30% pernikahan melibatkan pasangan transnasional tapi ini turun 37% dari 2019.

“Penurunan ini mungkin sebagian karena pembatasan perjalanan terkait Covid-19,” ujar badan itu lagi.

Baca Juga:  Penjelasan Kemenkes soal Omicron Siluman yang Disebut Lebih Menular dari Omicron Biasa

Bukan hanya pernikahan, pandemi juga menyebabkan berkurangnya keputusan menjadi orangtua. Hanya ada 31.816 kelahiran di negeri itu di 2020 atau 3,1% lebih rendah dibanding sebelumnya, 32.844.

Ini adalah jumlah terendah sejak 2013. Dalam lima tahun 2016-2020, rata-rata ada 32.500 kelahiran, sedikit lebih banyak dari 32.400 dalam lima tahun sebelumnya 2011-2015.

Usia rata-rata ibu yang melahirkan pertama adalah 30,8 di 2020. Ini mirip dengan di 2019, 30,6 tahun.

Badan kependudukan Singapura mengatakan bahwa dalam survei terhadap sekitar 4.000 orang di Juni 2020, beberapa responden mengatakan bahwa mereka telah menunda pernikahan dan menjadi orangtua.

“Karena kekhawatiran tentang kondisi kesehatan dan ekonomi masyarakat yang tidak pasti,” ujar otoritas itu seraya menyebut masih menelaah dampak Covid.

“Kami terus menghadapi tantangan struktural jangka panjang dengan tingkat kelahiran kami yang rendah, serupa dengan masyarakat maju lainnya,” katanya.

Sebelumnya, Singapura memberi insentif bagi mereka yang ingin memiliki anak dan menjadi orangtua di tengah pandemi. Di mana ada dana hibah 3.000 dolar Singapura.(*)

Berita Sebelumnya

APBDP Kepri Disahkan Sebesar Rp 3,918 Triliun

Berita Selanjutnya

BP Batam Bahas Imigrasi dan Perizinan Bersama Asosiasi Pengusaha Batam

Berita Selanjutnya
BP Batam Bahas Imigrasi dan Perizinan Bersama Asosiasi Pengusaha Batam

BP Batam Bahas Imigrasi dan Perizinan Bersama Asosiasi Pengusaha Batam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com