BatamNow.com – Ekses matinya aliran air SPAM sejak kemarin, selain meresahkan warga konsumen juga berdampak ke pengusaha kedai kopi yang sampai menutup akses toiletnya, hari ini, Selasa (28/11/2023).
Salah satunya adalah Kedai Kopi Kenji 2 yang menggembok pintu teralis besi akses ke toilet warung usaha di Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Center, itu.
“Kita tutup karena tak ada air sama sekali. Daripada dibuka ada yang BAB atau buang air kecil tak disiram, kasihan yang bersih-bersih nanti,” jelas Candra Koordinator Kedai Kopi Kenji 2, kepada BatamNow.com, Selasa (28/11) siang.
Hingga pukul 14.29 hari ini, jelasnya, air SPAM BP Batam belum juga mengalir.
“Belum. Stand jualan aja banyak yang tutup gak bisa jualan,” jelasnya.
Penelusuran BatamNow.com, Morning Bakery Greenland di kelurahan yang sama juga menutup layanan toiletnya.
Pihak pengelola kedai roti dan kopi itu memasang jejeran tanda lantai (floor sign) mengadang akses masuk ke water closet (WC) di lokasi usahanya itu.
Sejatinya, ekses matinya aliran air minum perpipaan di Batam sejak kemarin umumnya membuat resah pengusaha kulineran, tak hanya kedai kopi. Keidaknyamanan pun merembet dirasakan pelanggan karena ditutupnya layanan kakus alias toilet sebab air tak tersedia.

Tak hanya kedai milik pengusaha, matinya aliran Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BP Batam juga sangat meresahkan warga lainnya.
Berita BatamNow.com, hari ini, sejumlah warga Batam bahkan terpaksa mengkonsumsi air yang ditampung dari aliran yang ada di tepi Jalan Raja H Fisabilillah, di samping pos Polisi Lalu Lintas dekat Flyover Laluan Madani.
“Saya kalau mati air ya ambil air dari sini. Dipakai untuk masak juga,” kata Nike emak-emak warga Taman Putri Indah, kepada BatamNow.com.
Sama seperti Nike, beberapa warga perumahan lainnya di Kecamatan Batam Center juga mengantre menunggu giliran menampung air di tepi jalan tersebut.

Diberitakan, matinya aliran air ini dampak kebocoran karena terputusnya jaringan perpipaan di tepi Jalan Sudirman, dekat Simpang Kepri Mall, pada Senin (27/11) pagi.
PT Air Batam Hilir menyebut kebocoran pipa DCIP DN 800mm itu mengganggu aliran air ke jalur Sukajadi, Kepri Mall sampai Orchid, Jalur Plamo hingga Bengkong Nusantara, Batam Centre, Panbil, KDA dan sekitarnya.
Hingga Selasa (28/11) siang, belum ada pengumuman resmi dari mitra BP Batam itu apakah perbaikan pipa induk distribusi itu sudah rampung dikerjakan. (Aman/red)

