Gaji Dikurangi, Pekerja PT Moya Indonesia Mengeluh dan Tak Bahagia. Astriena: Belum Ada Informasi Keluhan Karyawan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Gaji Dikurangi, Pekerja PT Moya Indonesia Mengeluh dan Tak Bahagia. Astriena: Belum Ada Informasi Keluhan Karyawan

by BATAM NOW
26/Apr/2021 12:26
PT Moya Berkilah? Membengkaknya Tagihan Air Karena Kebocoran Instalasi Dalam. Beberapa Anggota DPRD Kepri Angkat Bicara

Corporate Communication Manager PT Moya Indonesia, Astriena Veracia. (F: Humas PT Moya)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Terjadi pengurangan gaji di PT Moya Indonesia, membuat pekerja mengeluh.

Lalu mereka tak bahagia.

Informasi itu datang dari dua orang sumber terpercaya BatamNow.com.

Status sumber itu juga sebagai karyawan di PT Moya Indonesia, operator Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam.

Tak hanya itu, kata sumber, selain pengurangan besaran gaji, fasilitas yang didapat karyawan pun tak seperti janji awal.

Bahkan kendaraan karyawan sendiri dipakai untuk operasional perusahaan dan keluhan lain.

Kepada kedua sumber, media ini sebenarnya sempat menyarankan dan mengarahkan agar keluhan para karyawan itu disampaikan saja langsung ke manajemen perusahaan. Lebih efektif, kali.

Namun mereka mengatakan masih menunggu timing yang pas.

“Untuk komplain langsung ke manajemen secara beramai masih menunggu waktu yang tepat,” ujar salah satu dari sumber itu.

Sebenarnya, kata mereka, dari mulut ke mulut, manajemen sudah tahu keluhan banyak karyawan itu.

“Kan hanya orang bodohlah yang tidak tahu dan tak paham efek negatif dari pengurangan besaran gaji seseorang,” ujarnya.

Dia mengatakan era sekarang dalam kondisi ekonomi sulit, bagi karyawan.

“Sementara pendapatan dan keuntungan perusahaan tak berkurang,” kata sumber itu.

Bisnis air, katanya, tak terimbas efek corona.

Astriena Tak Menjawab Kebenaran Pengurangan Gaji Karyawan

Sementara sepengetahuan Corporate Communication Manager PT Moya Indonesia Astriena Veracia, belum ada informasi tentang karyawan yang tak bahagia itu.

“Nanti kita akan coba mencari tahu lebih jauh mengenai isu ini kalau memang ada,” ujarnya menjawab BatamNow.com, Sabtu sore (24/04/2021).

Benarkah gaji karyawan/ti diturunkan?

Veracia tak menjawab lagi WhatsApp (WA) media ini, meski ditunggu sampai dua hari.

Demikian juga ketika ditelepon, tak direspons.

Sementara kata kedua sumber itu, kondisi yang dialami karyawan sekarang, ibarat api dalam sekam.

“Teman-teman sama dengan kami, sedang tak bahagia. Apalagi di Ramadan jelang Lebaran,” katanya.

Mereka memperkirakan, kalau kondisi sekarang sudah kurang kondusif dan kinerja karyawan sudah mengarah tak maksimal.

“Klimaksnya kita lihat nanti,” ujar kedua sumber itu senada.

Sekarang, katanya, memang belum terasa benar. Akan tetapi lama-lama dikhawatirkan malah berpotensi “gejolak” bagi semua karyawan.

Apa yang dikeluhkan dua sumber itu tak jauh dari pernyataan Kepala BP Batam Muhammad Rudi, Senin (19/04), menyangkut sikap pengelola SPAM yang tak mau mengeluarkan duit banyak dalam masa transisi ini.

Baca Juga:  Tentang PT Moya yang Tak Maksimal Melayani Pelanggan Air Minum di Batam

Kata Rudi, ”Kalau transisi apa mau keluar uang segitu banyak? Gak mungkin lah. Jadi harus sabar menunggu sampai nanti diketahui pemenang tendernya.”

Selain masalah pembiayaan, Rudi membenarkan kinerja operator SPAM PT Moya Indonesia semasa transisi KURANG MAKSIMAL dalam melayani masyarakat.

Sementara itu sejak SPAM Batam dikelola BP Batam dengan PT Moya Indonesia per 15 November 2020, berbagai kelemahan pelayanan air minum terjadi. Banyak pelanggan merasa kecewa.

Mulai dari keluhan tagihan membengkak, jumlah kubikasi pemakaian air yang tetiba melonjak bahkan pelayanan air minum perpipaan yang macet.

Sekitar 2.000 lebih pelanggan konsumen air minum SPAM Batam yang berada di Perumahan RW 15 Tanjung Uncang yang kontinuitas suplai airnya tak lancar, hanya mengalir tengah malam. (F: BatamNow)

Masih Terdapat Keluhan Tagihan Membangkak

Hingga kini, masih terdapat keluhan tagihan membengkak dan ramai dibahas di beberapa WA group Publik Batam.

Sebagai contoh, ditulis media itu, pelanggan di Kavling Indah, RT 03 RW 03, Nomor 129 Blok A6, Kabil Punggur.

Rumah warga pindahan dari Baloi Kebun, Batam Center itu disebut tidak berpenghuni. Namun tagihan rekening airnya melonjak Rp 776.800 (tujuh ratus tujuh puluh enam ribu delapan ratus rupiah) untuk tagihan Maret 2021.

Padahal pembayaran November, Desember, Januari, Februari hanya rerata Rp 33.000,- (tiga puluh tiga ribu rupiah).

Kasus seperti itu banyak sejak SPAM Batam dikelola oleh BP Batam-PT Moya Indonesia.

Rudi, tampaknya, sudah mendengar banyak (keluhan) pelanggan yang dijamin dan dilindungi Undang-undang itu.

Bisa jadi termasuk ribuan keluhan kekinian pelanggan lain. Keluhan akan aliran air minum yang tak kontinu (ngadat) lewat keran dalam pelanggan.

Rudi sampai berjanji akan segera membicarakan masalah itu dengan manajemen PT Moya Indonesia.

Tapi, tampaknya, belum ada publikasi resmi dari hasil dari pertemuan itu.

Atau senyap sampai di situ?

Ilustrasi tagihan konsumen air SPAM Batam yang meroket. (F: ist)

Mantan Karyawan/ti PT ATB

Di bawah ini catatan BatamNow.com tentang kronologis singkat perekrutan karyawan PT Moya Indonesia dari PT ATB dan termasuk perpanjangan masa transisi SPAM Batam sebagai berikut:

November 2020, PT Moya Indonesia operator pengelola SPAM Batam. Sejumlah karyawan khusus eks PT Adhya Tirta Batam (ATB) diterima bekerja di perusahaan itu.

Perekrutan karyawan ATB itu memang dikhususkan jelang masa transisi pengelolaan air minum di saat ATB mengakhiri konsesi 25 tahun pada 15 November 2020.

SPAM Batam dikelola oleh BP Batam bermitra dengan PT Moya Indonesia sebagai operator pelayanan di hilir.

Kini kondisi pelayanannya, ujar Rudi, tidak maksimal. Perbaikan pelayanan baru dapat dilakukan setelah mitra pengelola SPAM definitif ditetapkan lewat tender yang seharusnya dilaksanakan paling tidak April ini.

Lalu entah mengapa diulur tender atau “beauty contest” proyek SPAM Batam itu.

Keberadaan operator SPAM, PT Moya Indonesia diperpanjang napasnya.

Dari 6 bulan masa awal transisi dan diperpanjang 3 bulan lagi.

Ini asumsinya sama dengan memperpanjang pelayanan yang begitu tak maksimal ke pelanggan.

Tak dinyana, bukan hanya pelanggan. Ditengarai sejumlah karyawan PT Moya Indonesia ikutan mengeluh.

Harusnya pihak PT Moya Indonesia wajib menyampaikan ke publik, apa yang sesunguhnya tengah dialami sejumlah karyawan itu.

Benarkah besaran gaji mereka diminimalisasi?

Media ini sungguh memberi ruang yang luas untuk klarifikasi kepada manajemen PT Moya Indonesia, namun haknya tak digunakan.

Kini sejumlah karyawan dalam kondisi tak bahagia. Disebab besaran gaji mereka dikurangi.

Selamat jelang lebaran!(tim)

Berita Sebelumnya

Studi: Jaga Jarak 1,8 Meter Masih Bisa Tertular Covid-19

Berita Selanjutnya

Cara Menghitung THR 2021 Bagi Pekerja Swasta

Berita Selanjutnya
Kabar Baik! PNS dan TNI-Polri Dapat THR dan Gaji-13 Tahun Depan

Cara Menghitung THR 2021 Bagi Pekerja Swasta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com