BatamNow – China kini dilanda bakteri baru, yakni Brucellosis. Ribuan orang di China Barat Laut kini dinyatakan positif penyakit bakteri. Ini terjadi pascakebocoran di sebuah laboratorium pabrik farmasi milik negara, yang membuat vaksin hewan sejak tahun lalu.
Sementara ahli virologi China yang membelot ke Amerika, Li-Meng Yan sudah lama membocorkan laporan penelitiannya yang menuding virus corona baru penyebab Covid-19 dan dibuat di Laboratorium di Wuhan China milik pemerintah.
Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian, April lalu, tegas membantah tuduhan virus Corona bocor dari laboratorium virology di Wuhan.
Klaim dan tuduhan itu dianggap tidak berdasar bukti ilmiah merujuk pernyataan resmi WHO yang memastikan tidak ada bukti baru virus mematikan diproduksi di laboratorium dimaksud.
Sekitar 3.245 orang terjangkit bakteri brucellosis di kota Lanzhou. Penyakit infeksi ini diakibatkan bakteri Brucella yang umumnya terjadi pada hewan ternak, seperti sapi, domba, kambing dan menyebabkan nyeri sendi dan sakit kepala.
Otoritas China mengatakan laboratorium pabrik itu yang kebocoran itu menggunakan disinfektan kadaluwarsa dalam produksi vaksin Juli hingga Agustus 2019. Bakteri juga tidak dibasmi pada exhaust fan (pengisap udara) laboratorium.
Alhasil ada gas yang terkontaminasi membentuk aerosol yang mengandung bakteri. Karena diterbangkan oleh angin, gas tersebut sampai di Institut Penelitian Hewan Lanzhou dan menginfeksi hampir 200 orang di sana pada Desember tahun lalu.
Lebih dari 20 mahasiswa dan anggota fakultas di Universitas Lanzhou, yang beberapa di antaranya pernah ke institut tersebut, juga kemudian dinyatakan positif,” tulis AFP, mengutip kantor berita Xinhua, Sabtu (19/9/2020).
Pihak berwenang sudah mencabut izin produksi vaksin brucellosis di pabrik tersebut. Pasien, kata otoritas Lanzhou, juga akan diberi kompensasi mulai Oktober.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, penularan brucellosis dari orang ke orang sangat jarang, Tetapi beberapa gejala dari penyakit ini dapat berulang atau tidak pernah hilang.
Ini termasuk demam dan kelelahan kronis. Terparah adalah pembengkakan jantung atau artritis.
Sementara pihak WHO belum memberikan komentar atas bakteri Brucellosis yang bocor dari Lab ini.
Awal merebaknya virus Corona di Wuhan, juga banyak para ilmuwan yang menduga virus ini bocor dari Lab di China itu.
Akankah kasus bakteri Brucellosis ini menjadi pintu masuk bagi para intelijen kesehatan dunia maupun WHO, membuka tabir asal Covid-19? Kita tunggu perkembangannya.
(Dilansiri dari berbagai sumber)

