BatamNow.com – General Manager (GM) Bintan Resort Cakrawala, Abdul Wahab menyatakan pihaknya telah siap dibuka untuk kedatangan turis mancanegara.
“Kita deklarasi Bintan Resort sudah siap dibuka dan kita juga menyiapkan panduan-panduan strategi yang telah disampaikan ke setiap kementerian di Indonesia,” ujar Abdul Wahab, Sabtu (25/09/2021).
“Terutama kami meminta supaya Bintan Port boleh dibuka untuk internasional,” lanjutnya.
Hal itu disampaikan Abdul Wahab dalam webinar “Upaya Bersama Membangkitkan Pariwisata Kepri Indonesia-Songklha Thailand” pada Sabtu (25/09).
Seperti diketahui, Bintan menjadi daerah percontohan penerapan koridor perjalanan saat pandemi (Travel Bubble) di Indonesia.
Travel Bubble ini merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar Ekraf). Ada tiga koridor travel bubble di Indonesia yang disebut dengan triple B yakni Batam, Bintan dan Bali.
Abdul Wahab jelaskan, pihaknya telah menyiapkan road map untuk pembukaan Bintan Resort bagi turis internasional khususnya dari Singapura.
Menurut Abdul Wahab, selama ini, sekitar 90 persen tamu di resort itu datang melalui Singapura. Seyogianya Bintan Resort hendak dibuka untuk Singapura pada September 2021.
“Mungkin tidak bisa karena Singapura sedang dalam keadaan susah,” katanya.
“Kita menargetkan Oktober road map-nya berjalan,” tambahnya.
Informasi yang diterimanya, diindikasikan akan ada pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Singapura di Bintan dalam waktu dekat.
“Jadi kita sudah membuka Bintan untuk Singapura sebelum meeting itu terjadi,” ucapnya.

Dalam paparannya, Abdul Wahab menyajikan data total pengunjung Bintan Resort sejak 2016. Terjadi penurunan drastis pada tahun 2020 -awal pandemi Covid-19- hingga Agustus 2021.
Sejak 2016 hingga 2019 terjadi kenaikan angka kedatangan pengunjung ke resort itu. Dalam empat tahun itu selalu melebihi target.
Namun pada tahun 2020 hanya ada 201.763 pengunjung.
“200 ribu itu pada Januari dengan Februari, selepas itu kita tak ada lagi tamu mancanegara,” jelasnya.
Lalu pada 2021 di bulan Agustus menurun drastis ke 43.953 tamu saja.
“Pada tahun ini, sampai sekarang ini kita ada zero arrival of international guest. Ini adalah satu challenges bagi kita di pariwisata,” ujar Abdul Wahab.
Sementara dalam panduan strategi Bintan Resort Aman, dijelaskan bahwa pelaksanaan koridor perjalanan wisata aman itu telah disampaikan kepada pemerintah terkait dan EDB (Economic Development Board) Singapura.
Dijelaskan juga bahwa Bintan Resort hanya menampung 50 persen dari total kapasitas yang ada, sesuai dengan kebijakan yang disetujui oleh pemerintah kedua negara.
“Kita punya threshold, kalau kita mempunyai satu persen daripada tamu yang datang dinyatakan sakit, kita akan boleh ditutup lagi untuk mengembalikan kesehatan,” tegasnya.
“Harapan kami supaya nanti Bintan sebagai pilot project dapat dibuka selambat-lambatnya November,” pungkasnya.

Paparan Abdul Wahab ini disampaikan dalam webinar yang diselenggarakan Al Ahmadi Entrepreneurship Centre (AEC) dan dimoderasi oleh Direktur AEC, Lisya Anggraini.
Hadir sebagai narasumber, Konsul RI di Songklha serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi dan kabupaten/ kota di Kepulauan Riau.
Sebagai peserta turut mengundang praktisi Horeka (Hotel, Restoran, Kafe) Kepri, praktisi Pariwisata Songklha, praktisi travel Kepri dan UMKM Kepri.(Suhairi/D)

