Hilirisasi Timah: STANIA Luncurkan Pabrik Solder Bebas Emisi di Batam - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Hilirisasi Timah: STANIA Luncurkan Pabrik Solder Bebas Emisi di Batam

10/Jul/2025 14:49
Hilirisasi Timah: STANIA Luncurkan Pabrik Solder Bebas Emisi di Batam
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak usaha dari Arsari Tambang, secara resmi mengoperasikan pabrik solder pertamanya di Indonesia. Peresmian fasilitas ini digelar, di kawasan industri Tunas Prima, Batam, Kepulauan Riau.

Pabrik tersebut menjadi tonggak penting dalam agenda hilirisasi sektor mineral yang digencarkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, kehadirannya juga menjadi wujud nyata dari komitmen Arsari Tambang dalam mengembangkan industri timah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Asia Tenggara.

Berdiri di atas lahan seluas 6.500 meter persegi (m²), pembangunan pabrik telah dimulai sejak seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 10 Mei 2024.

Kini, pabrik itu telah siap memproduksi hingga 2.000 ton solder bar setiap tahunnya. Dalam beberapa tahun ke depan, kapasitas produksinya direncanakan meningkat hingga total 16.000 ton per tahun, mencakup varian solder wire, powder, dan paste. Target pendapatan yang dipatok perusahaan mencapai Rp 1 triliun per tahun.

“Pabrik solder ini menjadi bukti nyata kontribusi kami terhadap hilirisasi nasional dan komitmen untuk menjawab tantangan global dalam transisi energi dan keberlanjutan. Ini adalah titik awal perjalanan panjang kami menuju pertambangan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan,” ujar Komisaris Utama Arsari Tambang, Hashim S Djojohadikusumo, dalam sambutannya, Kamis (10/07/2025).

Salah satu keunggulan pabrik STANIA adalah pengoperasian penuh berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang disuplai oleh PLN dan telah mengantongi sertifikat Renewable Energy Certificate (REC).

Dengan sistem ini, STANIA menjadi fasilitas produksi solder pertama di Indonesia yang bebas emisi. Desain bangunan juga mengedepankan efisiensi energi, seperti penggunaan atap transparan untuk memaksimalkan pencahayaan alami guna mengurangi konsumsi listrik.

Direktur Utama Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa STANIA merupakan bagian dari visi besar membangun ekosistem industri timah nasional.

“Kami ingin menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok global produk timah. Melalui pendekatan teknologi hijau dan kolaborasi strategis, kami percaya industri pertambangan dapat turut memimpin dalam agenda keberlanjutan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan rantai pasok, STANIA telah menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan PT Freeport Indonesia untuk pengadaan bahan baku utama berupa timbal dan perak.

Kedua mineral ini merupakan elemen penting dalam produksi solder berkualitas tinggi yang banyak digunakan dalam industri elektronik.

Tak hanya di dalam negeri, STANIA juga memperluas jejaring global lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Volex, sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di sektor konektivitas listrik dan elektronik.

Kerja sama ini membuka peluang bagi produk solder Indonesia untuk menembus pasar ekspor dan memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, yang hadir dalam acara peresmian, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif strategis STANIA.

“Langkah ini sejalan dengan prioritas pemerintah dalam menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing industri nasional. Ini adalah bukti konkret kolaborasi antara swasta dan visi besar pemerintah,” kata Todotua.

Lebih jauh, kerja sama antara STANIA dan Freeport dinilai sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada produk impor sekaligus mendorong ekspor produk dengan nilai tambah tinggi.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa kehadiran STANIA membawa dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Investasi ini bukan hanya menghadirkan teknologi dan inovasi, tetapi juga membuka peluang kerja serta meningkatkan kontribusi ekonomi lokal secara nyata,” ujarnya. (A)

Berita Sebelumnya

Transformasi Pengelolaan BP Batam, Bandara Hang Nadim akan Diambil Alih?

Berita Selanjutnya

Bea Cukai Batam Siapkan Satgas Turunan Tindak BKC Ilegal, Dukung Langkah Nasional

Berita Selanjutnya
Bentuk Satgas, BC Batam Sasar Rokok dan Mikol Ilegal Mulai dari Pabrik Hingga Toko Kelontong

Bea Cukai Batam Siapkan Satgas Turunan Tindak BKC Ilegal, Dukung Langkah Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com