BatamNow.com – BP Batam belum menjelaskan apakah Operasi Rekayasa Cuaca (ORC) pada 26 Oktober hingga 2 November 2026 tetap dilaksanakan meski hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Batam pada Minggu (25/10/2026) sore.
BP Batam juga tidak merespons pertanyaan BatamNow.com mengenai kepastian pelaksanaan dan anggaran operasi tersebut.
Pertanyaan yang dikirimkan pada Minggu (25/10) sore itu ditujukan kepada Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan, Denny Tondano dan Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam, Sthefani Barlian.
Sikap tersebut kembali memunculkan pertanyaan tentang transparansi program yang menggunakan anggaran untuk menjaga ketersediaan air baku di waduk-waduk Batam.
Padahal, BP Batam pernah melaksanakan operasi serupa pada 15–31 Mei 2026. Namun, anggaran dan realisasi biaya kegiatan tersebut tidak dipublikasikan secara terbuka.

Anggaran ORC Sebelumnya Miliaran Rupiah
Dalam pelaksanaan ORC Mei lalu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, menjelaskan kepada BatamNow.com bahwa biaya operasi modifikasi cuaca di sejumlah daerah diperkirakan mencapai Rp 150 juta–Rp 200 juta per penerbangan.
Biaya tersebut, katanya, bergantung pada kebutuhan operasional, termasuk sewa pesawat, avtur, dan bahan semai berupa natrium klorida (NaCl).
Pada ORC terdahulu, Ramlan mengatakan dengan frekuensi penerbangan satu hingga dua kali sehari, biaya operasi berpotensi mencapai miliaran rupiah, bergantung pada jumlah penerbangan yang benar-benar dilaksanakan.
Namun, hingga kini, BP Batam belum memberikan penjelasan mengenai anggaran yang disiapkan untuk operasi 26 Oktober hingga 2 November 2026, termasuk target penerbangan dan evaluasi hasil kegiatan sebelumnya.
Hujan Turun, Efektivitas Perlu Dievaluasi
BP Batam menjadwalkan operasi tersebut untuk meningkatkan peluang hujan di daerah tangkapan air dan waduk, di tengah kekhawatiran penurunan elevasi air akibat cuaca kering dan fenomena El Niño.
Operasi ini menggunakan pesawat Cessna untuk menyemai NaCl pada awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
Teknik tersebut bertujuan membantu proses pembentukan hujan, bukan menciptakan hujan tanpa dukungan kondisi atmosfer yang memadai.
Namun, hujan yang mengguyur Batam pada Minggu sore menimbulkan pertanyaan apakah operasi tetap diperlukan sesuai jadwal atau perlu disesuaikan berdasarkan kondisi atmosfer dan evaluasi teknis. (A/Red)

