BatamNow.com, Jakarta – Bandara Internasional Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau, bakal dikembangkan. Ini sebagai wujud kerja sama PT Bandara Internasional Batam (BIB) selaku pengelola bandara dengan PT Angkasa Pura I (Persero), Incheon International Airport Corporation (IIAC), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Pengerjaan pengembangan bandara akan dilakukan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Dalam hal ini, PT BIB telah menyerahkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) kepada Wika sebagai kontraktor pelaksana.
“Setelah penandatanganan SPMK, rencananya akan dilakukan groundbreaking pengerjaan yang meliputi Pemugaran Terminal I, Pembangunan Terminal II, Perluasan Apron, dan pengembangan beberapa fasilitas airside dan lanslide,” kata Humas PT BIB Rafi Noor Farhan kepada BatamNow.com, Selasa (08/11/2022).
Meski begitu, Rafi belum memastikan kapan ground breaking akan dilakukan. “Jadwal resmi belum ada, tapi diperkirakan sebelum akhir tahun, akan dilakukan groundbreaking pengembangan Bandara Hang Nadim,” ujar Rafi.
Terkait desain pengembangan, Rafi menjelaskan, pihaknya sudah ada. Hanya saja, mungkin ada sedikit perbaikan. “Sementara ini masih kita konsultasikan terkait desainnya kepada pihak-pihak terkait, termasuk dengan WIKA. Intinya, bagaimana ciri khas Batam bisa dimasukkan dalam desain bandara tersebut,” bebernya.
Ditargerkan pekerjaan pengembangan bandara ini akan berlangsung selama 36 bulan atau 3 tahun.
Rafi juga menepis kabar yang menyatakan sudah ada penerbangan langsung (direct flight) dari Batam ke Korea Selatan. “Saat ini kami masih mengurus perizinan. Juga masih melakukan survei pasar terkait peminat bila itu dibuka. Kalau pun ada nanti mungkin sifatnya pesawat carter, bukan reguler,” tuturnya.
Diakuinya, saat ini, semakin banyak rute penerbangan langsung dari Bandara Hang Nadim, mulai ke Semarang, Yogyakarta, dan lainnya, meski sehari hanya satu kali penerbangan. Rencananya juga akan dibuka flight langsung ke Bali dan Balikpapan. “Semua tergantung kebutuhan pasar yang telah disurvei oleh masing-masing maskapai. Kami sebagai pengelola bandara terbuka saja untuk penambahan flight penerbangan,” tukas Rafi. (RN)

