BatamNow.com – Hampir sebulan lebih berakhirnya masa batas akhir penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) oleh seluruh Penyelenggara Negara atau Wajib Lapor (PN/WL).
Dikutip dari laman milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Laporan LHKPN merupakan salah satu instrumen pencegahan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang dimiliki oleh KPK.
Setiap tahunnya, penyelenggara negara baik dari Yudikatif, Legislatif, Eksekutif, dan BUMN/D diwajibkan membuat LHKPN untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas korupsi.
Di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dua pejabat tinggi diduga belum melaporkan harta kekayaan terbarunya, hingga masa batas akhir pelaporan berakhir.
Berdasarka data pada situs elhkpn.kpk.go.id, kedua pejabat itu ialah Wakil Gubernur, Nyanyang Haris Pratamura dan Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan. Keduanya politisi Partai Gerindra.
Nyanyang Punya Tanah Hingga Kapal Laut dan Punya Utang Rp 2,9 M
Dalam dokumen LHKPN yang diunduh dari situs e-lhkpn KPK, Nyanyang diketahui terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 24 Maret 2025 untuk periode 2024, dengan total harta kekayaan sebesar Rp 38 miliar lebih.
Saat itu ia masih menjabat, sebagai anggota DPRD Kepri, sebelum mencalonkan diri sebagai wakil gubernur Kepri yang dipasangkan dengan Ansar Ahmad.
Dalam laporan tersebut, diketahui Nyanyang memiliki tanah dan bangunan dengan nilai seluruhnya Rp 14,9 miliar, dengan rincian:
- Tanah seluas 70.000 m² di Kota Batam, hasil sendiri senilai Rp 7 miliar;
- Tanah seluas 7.900 m² di Kabupaten Garut, hasil sendiri: Rp 1, 5 miliar;
- Tanah seluas 60.000 m² di Kabupaten Bintan, hasil sendiri: Rp 1,5 miliar;
- Tanah dan Bangunan seluas 380 m² di Kota Batam, hasil sendiri: Rp 375 juta;
- Tanah dan bangunan seluas 120 m² di Kota Batam, hasil sendiri: Rp 255 juta;
- Tanah dan bangunan seluas 180 m² di Kota Batam, hasil sendiri: Rp 235 juta;
- Tanah dan bangunan seluas 78 m² di Kota Batam, hasil sendiri: Rp 175 juta;
- Tanah dan bangunan seluas 280 m² di Kota Batam, hasil sendiri: Rp 1 miliar;
- Bangunan seluas 78 m² di Kota Jakarta Timur, hasil sendiri: Rp 1,6 miliar;
- Tanah dan bangunan seluas 210 m² di Kota Batam, hasil sendiri: Rp 730 juta;
- Tanah seluas 320 m² di Kota Batam, hasil sendiri: Rp 490 juta.
Selain tanah dan bangunan, Nyanyang juga diketahui memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 632 juta, antara lain:
- Mobil Toyota Lexus tahun 2012, hasil sendiri senilai Rp 130 juta;
- Mobil Toyota Fortuner tahun 2010, hasil sendiri: Rp 125 juta;
- Mobil Toyota Aristo tahun 1999, hasil sendiri: Rp 35 juta;
- Mobil Toyota Avanza tahun 2010, hasil sendiri: Rp 45 juta;
- Mobil Suzuki APV tahun 2010, hasil sendiri: Rp 22 juta;
- Kapal laut/perahu kapal pancing tahun 1987, hasil sendiri: Rp 55 juta;
- Kapal laut speed boat tahun 2003, hasil sendiri: Rp 220 juta.
Harta bergerak lainnya senilai Rp 32 juta, surat berharga senilai Rp 24 miliar, kas setara kas senilai Rp 1 miliar harta dengan subtotal sebesar Rp 41 miliar.
Meski memiliki total harta kekayaan mencapai Rp 41 miliar, Nyanyang juga memiliki utang sebesar Rp 2,9 miliar.
Iman Juga Belum Lapor
Sementara itu, Iman Sutiawan juga melaporkan harta kekayaannya terakhir pada 26 Juli 2024 sebagai laporan khusus-calon PN.
Dalam laporannya itu, Iman tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 1,4 miliar.
Yang teridiri dari:
Tanah dan bangunan seluas 64 m² di Kota Batam hasil sendiri, senilai Rp 1 miliar.
Serta alat transportasi dan mesin berupa:
- Mobil Toyota Fortuner tahun 2017, hasil sendiri senilai Rp 380 juta;
- Motor Yamaha N-Max tahun 2018, hasil sendiri: Rp 20 juta.
Serta harta bergerak lainnya, senilai Rp 152 juta, kas dan setara kas Rp 815 juta dengan subtotal Rp 2,3 miliar.
Meski memiliki nilai harta dengan nilai 2,3 miliar, Iman memiliki utang sebesar Rp 938 juta. Sehingga total kekayaan seluruhnya menjadi Rp 1,4 miliar.
Prabowo Sudah Lapor Harta
Sementara itu, pimpinan tertinggi Partai Gerindra sekaligus Presiden Indonesia, Prabowo Subianto diketahui telah menyampaikan LHKPN terbarunya untuk periode 2025.
Pada laporan tertanggal 31 Maret 2026, Prabowo tercatat memiliki kekayaan Rp 2,066 triliun.
Nilai kekayaan Prabowo tercatat meningkat tipis dibanding tahun 2024 yang sebesar Rp 2,062 triliun.
Kecuali laporan pada 2014 sebesar Rp 1,717 triliun saat mencalonkan diri sebagai presiden pada 2014-2019.
BatamNow.com masih menunggu jawaban atas konfirmasi yang beberapa kali dikirimkan ke Iman Sutiawan serta Nyanyang Haris Pratamura melalui pesan di WhatsApp. (A)

