BatamNow.com -Selama bulan suci Ramadan hingga menjelang perayaan Idulfitri 2026, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/ IOH) memastikan infrastruktur telekomunikasinya di wilayah Sumatra dalam kondisi optimal.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin kelancaran komunikasi masyarakat selama periode ibadah dan arus mudik Lebaran.
Melalui kampanye #LebihBaikIndosat, perusahaan menegaskan fokus penguatan jaringan di tiga regional utama Sumatra, yakni Sumbagsel, Sumbagteng, dan Sumbagut.
Momentum Ramadan dinilai sebagai periode vital, di mana kebutuhan akses internet meningkat seiring intensitas komunikasi, transaksi digital, dan konsumsi konten hiburan.
Secara nasional, Indosat memprediksi trafik data selama Ramadan dan Idulfitri 2026 tumbuh sekitar 18,1 persen.
Puncak penggunaan diperkirakan menembus 65 ribu terabyte (TB), atau naik 22,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Untuk kawasan Central Sumatra yang meliputi Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, dan Riau, pertumbuhan trafik diproyeksikan mencapai 17,8 persen dari baseline 2.970 TB.
Karimun tercatat sebagai daerah dengan estimasi lonjakan tertinggi, yakni 16,43 persen.
Mengantisipasi peningkatan tersebut, Indosat menyiapkan pengamanan jaringan di 1.096 titik strategis jalur mudik, mulai dari bandara, pelabuhan, terminal, pusat perbelanjaan hingga destinasi wisata.
Khusus di Central Sumatra, lebih dari 2.500 site diperkuat serta 16 posko siaga dioperasikan penuh selama 24 jam.
Head of Technology Indosat, Jacky Epsesus, menyampaikan bahwa saat ini perusahaan mengelola lebih dari 55 ribu K-Sites yang tersebar di 416 kabupaten/kota.
Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah dan Kementerian Komunikasi dan Digital guna memastikan pemanfaatan spektrum frekuensi tetap optimal selama arus mudik dan arus balik.
Kejahatan Digital Meningkat, Mitigasi dengan AI
Di sisi lain, perusahaan juga mengingatkan potensi peningkatan kejahatan digital selama Ramadan. Berdasarkan data internal, aktivitas penipuan digital seperti scam dan spam naik sekitar 34 persen pada periode ini, mayoritas melalui aplikasi pesan instan dan panggilan telepon.
Branch Sales Manager IM3 Central Sumatra, Subandi, menilai tingginya durasi penggunaan internet—yang bisa mencapai belasan jam per hari—membuat masyarakat lebih rentan terhadap modus kejahatan siber.
“Ramadan trennya bukan hanya trafik naik, tapi juga kewaspadaan harus ikut naik,” ujarnya.
Sebagai langkah mitigasi, Indosat mengandalkan sistem perlindungan digital berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memfilter panggilan dan pesan mencurigakan.
Secara nasional, teknologi tersebut diklaim telah memblokir lebih dari 2 miliar ancaman digital dan menekan potensi kerugian hingga ratusan juta dolar AS.
Dari sisi produk, brand IM3 menghadirkan paket spesial Ramadan yang dilengkapi fitur perlindungan anti-spam dan anti-scam (satspam).
Sementara lini Tri Indonesia menawarkan paket data tematik Ramadan serta optimalisasi layanan digital melalui aplikasi Bima+.
Tahun ini, Indosat juga memperkenalkan tagline “Yono – You Only Need One” yang menitikberatkan pada tiga pilar utama: konektivitas andal, kepedulian sosial, serta inovasi layanan yang praktis.
Perusahaan turut meluncurkan sistem AI berbasis teknologi NVIDIA yang mendukung lima bahasa daerah, yakni Jawa, Sunda, Batak, Minang, dan Makassar.
Tak hanya fokus pada jaringan, Indosat juga menjalankan program tanggung jawab sosial bertajuk “Surau Kita Berdaya” dengan merevitalisasi 19 surau di berbagai daerah, termasuk 13 surau di Aceh yang terdampak bencana. (H)

