Industri Pariwisata Menghidupkan Ekonomi Bangsa - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Industri Pariwisata Menghidupkan Ekonomi Bangsa

Tak terasa sudah satu tahun lebih kita berada di suasana Covid-19 di mana sektor pariwisata terutama pariwisata Indonesia khususnya Kepulauan Riau harus terus melakukan ekspansi dan diversifikasi. Hanya sektor pariwisata yang mendapat kesempatan untuk melakukan itu semua di tengah sektor lainnya yang kian terpuruk.

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, salah satu spot wisata religi di Kota Batam. (F: BatamNow)

Sektor pariwisata juga bukan mudah untuk meraih itu semua, di mana yang tadinya mudah melakukan dengan bebas bertatap muka namun sekarang harus dilakukan dengan yang berbeda. Kalau tadinya melalui media atau online kurang diperhatikan, namun sekarang, online sudah mulai diperhatikan masyarakarat.

April 2019 saja Indonesia sudah mengalami defisit neraca perdagangan terburuk sepanjang sejarah Indonesia.

Kita ketahui dekade sebelumnya 2008-2018, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia naik lebih dari dua kali lipat, 6,2 juta orang pada 2008 menjadi 15,8 juta orang pada 2018.

Bagaimana dengan dekade ini, apa yang kita lakukan?

Tentunya pemerintah perlu kerja keras ekstra untuk bisa memastikan kontribusi sektor pariwisata menahan penurunan pemasukan devisa di tengah lesunya perekonomian dunia.

Pertumbuhan ekonomi bersifat procyclical. Artinya, siklus kedatangan wisman cenderung bersifat mengikuti siklus bisnis pertumbuhan ekonomi global. Jadi ketika ekonomi global lesu maka industri pariwisata dipastikan akan ikut lesu.

Pemerintah harus segera mempermudah arus investasi, barang dan jasa pariwisata dengan mengeluarkan dukungan kebijakan ekonomi yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata. Salah satunya dengan menetapkan strategi pencapaian kinerja pariwisata melalui peningkatan aksesibilitas, keragaman atraksi yang didukung oleh kegiatan promosi dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata.

Hal ini bisa diterapkan pada destinasi wisata prioritas di Kepulaian Kepri, seperti menguatkan fungsi dan peran promosi pariwisata dengan program pemasaran dan promosi yang sudah sangat dirindukan oleh masyarakat yang tetap bertema khusus untuk mendatangkan wisatawan massal melalui direct selling atau event-event dalam bentuk direct selling-consumer show dan mall promotion di pusat perbelajaan dengan cara tatap muka namun tetap menjaga protokol kesehatan (prokes).

Dengan begitu, efek ganda dari sektor pariwisata seperti peningkatan tenaga kerja akan meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada akhirnya pariwisata bisa menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, kita juga boleh meniru strategi negara-negara lain jika itu memang memungkinkan. Dengan meniru dan modifikasi model yang dilakukan negara lain, serta diikuti promosi pariwisata yang kreatif dan menarik, Indonesia terutama Kepulauan Riau dapat memperkaya strategi ini untuk menarik minat para wisatawan sekaligus akademisi untuk berkunjung.

Pembangunan pariwisata jangan hanya di pusat keramaian saja tapi harus berani mencoba di daerah-daerah terbelakang sehingga akan adanya pemerataan dan tetap terjaga keseimbangan kelestarian dan mutu lingkungan hidup yaitu antara kebutuhan suasana indahnya gedung dan parkiran karena luasnya area.

Seperti Batam sudah berani mengambil langkah pemerataan pembangunan, salah satunya Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah memiliki kubah terbesar di Indonesia dengan ukuran (63×63) m2. Dapat menampung 25.000 jema’ah dengan luas kurang lebih 4 hektare. Karena sudah sangat menjadi daya tarik wisata, masjid ini dapat dicari di Google hanya dengan mengetik “Masjid terbesar di Batam”.

Pembangunan masjid ini sebelum Covid-19 dan peresmiannya pada 20 September 2019 menjelang kedatangan corona. Namun keberanian seperti ini baik dilanjutkan.

Letak keberanian di sini adalah mengambil tempat sangat pojok Batam. Selain itu, ketersediaan lahan tadi menjadi pemerataan kehidupan sektor pariwisata.(*)

SendShare

Comments 2

  1. dosiii says:
    5 tahun ago

    ❤️✨

    Balas
  2. Hurin says:
    5 tahun ago

    💖💖

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com