
Data terakhir yang dirilis OJK, tingkat inklusi keuangan di Indonesia 76%. Sedangkan tingkat literasi keuangan 38%. Artinya akses masyarakat terhadap instrumen keuangan (inklusi) jauh lebih tinggi daripada pengetahuan mereka terhadap manfaat, risiko, hak dan kewajiban (literasi) yang melekat pada akses tersebut.

Masyarakat yang berliterasi keuangan baru mencapai 38%, artinya ada 62% kelompok masyarakat yang masih kurang tingkat literasinya. Kesenjangan ini menjadi celah empuk para pencari investor “lugu” dalam berbagai modus.
Katakanlah modus arisan online, frozen food dan investasi berimbal hasil “tidak masuk akal”, tanpa risiko pula yang kasusnya saat ini masih bergulir di Riau dan banyak daerah lainnya. Catatan kerugian kasus di Riau ratusan miliar. Korbannya? Lagi-lagi masyarakat yang berharap hasil besar tanpa usaha besar.
OJK mencatat, selama satu dekade belakang ini, kerugian akibat investasi bodong mencapai lebih dari Rp 117 triliun! Modusnya pun beragam. Pola ponzi, member get member, like and share di medsos, perjalanan ibadah, gadai emas sampai yang terkini robotic. Korbannya pun banyak dari kalangan masyarakat berpendidikan tinggi. Animo investasi yang tinggi lagi-lagi mau kaya cara cepat.
Dimana salahnya?
Ada rumus investasi yang belum dimengerti oleh calon investor. Pertama, high return pasti akan diikuti oleh high risk. Tidak ada investasi bebas risiko jika menginginkan hasil yang besar. Investasi bebas risiko seperti deposito kurang dari Rp 2 miliar, SBI, ORI, semuanya memberikan imbal hasil yang bahkan di bawah tingkat inflasi.
Kedua, no pain no gain. Tidak ada hasil yang besar tanpa mau melakukan pengorbanan yang setimbang. Kedua rumus ini kembali pada profil pribadi investor: ingin berinvestasi dengan tujuan apa? Misal untuk mempersiapkan dana anak sekolah, menikmati masa pensiun, passive income atau keuntungan jangka pendek dengan memutar-mutar dana yang ada?
Apapun pilihannya, mau investasi jangka pendek atau jangka panjang, pada aset bebas risiko atau berisiko tinggi, gunakan pertimbangan dasar investasi.
Pertama, don’t put your egg in one basket. Jangan letakkan semua investasi Anda pada satu jenis investasi. Sebar risiko investasi pada beberapa jenis aset investasi.
Kedua, bisa membedakan antara sedang beinvestasi atau sedang berspekulasi. Investasi dan spekulasi memiliki karakter yang berbeda. Investasi didasarkan pada pertimbangkan logika yang rasional seperti: tingkat imbal hasil, risiko yang akan ditanggung, legalitas aset investasi, regulasi yang berlaku, dan kredibilitas investee (orang/perusahaan tempat anda berinvestasi). Sebelum berinvestasi wajib untuk mengetahui semua hal ini. Sedangkan spekulasi lebih mendasarkan pilihan pada intuisi semata. Seringkali tergiur dengan untung besar dalam waktu singkat.
Terakhir, harus diingat apapun pilihan investasi Anda, itu menjadi tanggung jawab Anda 100%. Uang yang hilang tak akan kembali. Tidak mudah tergoda tawaran investasi BEBAS RISIKO, dengan PROFIT BESAR, dan dalam WAKTU SINGKAT adalah langkah bijak menyelamatkan aset Anda.
Sehebat apapun regulasi, edukasi dan proteksi dari regulator: keputusan investasi tetap ada pada diri investor sendiri. Tingkatkan literasi keuangan secara lebih baik. Ubah diri menjadi investor yang canggih.

Tips Aman Berinvestasi
Berikut beberapa tips berinvestasi secara aman:
- Kenali profil investasi anda. Buat tujuan jelas untuk apa anda berinvestasi. Kenali tingkat risiko (kegagalan) yang bisa anda tolerir. Hal ini akan berguna untuk menentukan sifat dan jenis investasi yang akan dipilih.
- Periksa sendiri legalitas mitra investasi Anda tanpa terkecuali. Tidak boleh mempercayai begitu saja apa yang diceritakan kepada Anda. Biasakan cross-check informasi ke pihak/ regulator yang tepat (OJK, BPN, Dinas-dinas terkait, dll).
- Rasional dalam menilai tingkat keuntungan, jangka waktu, jenis investasi. Jangan ikut-ikutan teman, sedekat apapun Anda dengannya. Apapun pilihan investasi, landasi dengan logika investasi yang benar.
- Lakukan investasi dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Dan terakhir, jangan investasikan seluruh uang Anda pada satu jenis aset saja. Hal ini untuk mengurangi besarnya kerugian jika investasi yang anda pilih tidak memberikan hasil sesuai harapan.
Ingat, yang anda jaga adalah uang anda sendiri. Yang anda kumpulkan dengan susah payah. Investasi berarti meningkatkan nilai aset anda bukan sebaliknya. Bukankah no pain no gain? Jadilah investor yang canggih berliterasi. Semoga pilihan investasi anda berbuah manis, aman dan penuh keberkahan. (js)