BatamNow.com, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) meminta Presiden Joko Widodo untuk dengan serius memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memproses hukum temuan aliran dana Rp 155 triliun dari judi online.
Begitu juga tidak ada alasan Bareskrim Polri untuk tidak memproses hukum judi online kelompok Konsorsium 303 dengan transaksi sebesar Rp 155 triliun yang sudah diungkap PPATK.
“Saat ini, Kapolri sudah menyatakan akan melakukan pembersihan total di internalnya. Karena itu, indikasi terkait Konsorsium 303 juga harus dibongkar dan diusut sampai ke akar-akarnya,” kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso kepada BatamNow.com, di Jakarta, Selasa (20/09/2022).
Dugaan sejumlah pihak yang menjadi beking bandar judi online, baik di Jakarta maupun di daerah-daerah harus dibongkar dan disampaikan ke publik secara terang benderang.
“Harus diusut, semua polisi yang terindikasi menjadi beking judi online harus diusut. Dari bagan yang ada susah jelas daerah-daerah yang bandar judinya selama ini dilindungi, seperti di Surabaya, Batam, Jakarta, Medan, dan lainnya. Kapolri harus beberkan itu semua,” ujar Sugeng.
Dia mencontohkan penggunaan jet pribadi (private jet) oleh Brigjen Hendra Kurniawan, yang ternyata atas perintah Kadiv Propam Mabes Polri saat itu Irjen Ferdy Sambo. Hendra ke Jambi menemui keluarga Brigadir Yosua (Brigadir J) guna memberikan penjelasan atas kematian ajudan Sambo tersebut. “Itu masuk kategori gratifikasi. KPK harus mengusutnya,” imbuh Sugeng.
Selain itu, private jet yang digunakan eks Karo Paminal Divpropam Polri Brigjen Hendra Kurniawan bersama Kombes Agus Nurpatria, mantan Kaden A Ropaminal DivPropam Polri; Kombes Susanto, eks Kabag Gakkum Roprovost Divpropam Polri; dan AKP Rifaizal Samual. Lalu, eks Kanit 1 SatReskrim Polres Metro Jakarta Selatan; Bripda Fernanda, Briptu Sigid Mukti Hanggono, eks Banit Den A Ropaminal Divpropam Polri; Briptu Putu dan Briptu Mika.
Private jet itu disebut-sebut milik seorang berinisial RBT alias Bong alias Robert Priantono Binosusatya yang diduga adalah Ketua Konsorsium Judi Online Indonesia, bermarkas di Jl Gunawarman, Jakarta Selatan, berjarak hanya 200 meter dari Mabes Polri.
Diduga kuat ada keterlibatan RBT dan Direktur Utama PT Pakarti Putra Sang Fajar yakni Yoga Susilo dalam kasus Sambo dan Konsorsium 303.
Lantaran, selain RBT, nama Yoga Susilo muncul dalam struktur organisasi Kaisar Sambo dan Konsorsium 303, sebagai Bos Konsorsium Judi Wilayah Jakarta.
“Robert Prianto Binosusatya adalah Direktur Utama PT Robust Buana Tunggal. Satu afiliasi dengan PT MMS Group Indonesia, PT Mahaguna Bara Sukses, PT Graha Cipta Pesona Indah, dan PT Pakarti Putra Sang Fajar,” terang Sugeng.
Dikatakannya, jenis jet pribadi yang dipakai Brigjen Hendra Kurniawan dan rombongan ketika ke Jambi, yakni tipe Jet T7-JAB, diketahui sering dipakai oleh bos PT MMS Group Indonesia Andrew Hidayat, yang juga mantan narapidana kasus korupsi dan Yoga Susilo dalam penerbangan bisnis Jakarta-Bali. “Andrew Hidayat dan Yoga Susilo adalah pemilik Hotel Pullman Bali,” bebernya.
Sugeng juga meminta timsus bentukan Kapolri menelusuri keterkaitan antara Kaisar Sambo, dana judi online Rp 155 triliun milik Konsorsium 303, dengan para bandar judi. Utamanya terkait pemberian dukungan kepada calon presiden (capres) tertentu pada 2024, di mana Irjen Ferdy Sambo ingin menjadi Kapolrinya.
Sementara Ketua DPP LI-Tipikor Hukum dan Kinerja Aparatur Negara Kepri Panahatan SH senada dengan IPW bahwa jaringan bandar judi harus diberantas hingga ke daerah, termasuk Batam-Kepulauan Riau.
Tentu, katanya, pengungkapan jaringan judi di daerah juga harus menjadi atensi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
“Di Batam khususnya dan Kepri umumnya, jaringan bandar dan koordinator judi siap-siap saja rekeningnya disigi PPATK,” ujarnya. (RN/red)

