Isi Percakapan Biden dan Ghani Sebelum Taliban Berkuasa - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Isi Percakapan Biden dan Ghani Sebelum Taliban Berkuasa

03/Sep/2021 10:39
Usai Dilantik, Biden Cabut Sejumlah Kebijakan Trump

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. (F: Getty Images)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Terungkap rekaman percakapan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan mantan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani.

Melansir CNNIndonesia.com dan Reuters, percakapan melalui telepon itu diketahui berlangsung sebelum Taliban menguasai kembali Afghanistan.

Pembicaraan kedua petinggi negara tersebut terjadi pada 23 Juli selama 15 menit. Biden dan Ghani membahas situasi darurat Afghanistan yang kemungkinan besar bakal dikuasai milisi Taliban.

Ghani juga menyinggung dugaan keterlibatan orang-orang Pakistan. Ia mengatakan kekuatan belasan ribu Taliban juga terdiri dari orang-orang di negara tetangga Afghanistan itu.

Berikut percakapan lengkap Biden dan Ghani seperti melansir dari Reuters.

Biden: (Ini) Presiden Joe Biden.

Ghani: Tentu, Pak Presiden, senang sekali mendengar suara Anda.

Biden: Kamu tahu, saya sedikit terlambat. Dengan tulus saya mengatakan itu. Begini, saya ingin mengklarifikasi bahwa saya bukan orang militer lagi seperti Anda. Tapi saya baru saja mengadakan pertemuan dengan orang-orang Pentagon dan pihak keamanan nasional. Seperti (pembicaraan) kita saat ini. Seperti Anda tahu, saya tak perlu menyampaikan persepsi di seluruh dunia dan di beberapa wilayah di Afghanistan. Saya percaya segala sesuatunya tak berjalan dengan baik dalam perang melawan Taliban.

Dan ada sebuah keharusan, entah benar atau tidak, ada keharusan untuk menatap sebuah gambaran (rencana) yang berbeda…

Jika Anda memberdayakan Bismillah (Menteri Pertahanan Bismillah Khan Mohammad) untuk melaksanakan strategi berfokus pada bagian penting terkait dengan (pemberdayaan) di pusat-pusat populasi (merekrut tentara), saya bukan orang militer. Jadi saya tidak bisa bilang apakah rencana itu bakal seperti apa. Yang bakal Anda butuhkan bukan soal bantuan, tapi sebuah persepsi yang harus diubah dalam hal bagaimana, hmmm….

Sekutu kita dan rakyat di Amerika Serikat dan tempat lainnya.

Anda jelas sekali memiliki militer terbaik. Anda memiliki 300 ribu anggota angkatan bersenjata melawan 70-80 ribu. Jelas sekali mereka bisa bertempur secara baik. Kami akan melanjutkan bantuan dari udara jika kita tahu rencananya dan apa yang harus kita lakukan. Sampai akhir Agustus, kita lihat setelah itu.

Kami juga ingin melanjutkan untuk memastikan bahwa angkatan udara kalian (Afghanistan) bisa lanjut beroperasi dan menyediakan dukungan dari udara. Maka dari itu, kita akan lanjut berjuang keras, secara diplomatis, politis, ekonomi, untuk memastikan pemerintahan kalian tak hanya selamat. Tapi berkelanjutan dan berkembang karena jelas sekali itu yang diharapkan rakyat Afghanistan.

Meskipun ini sebuah kelancangan bagi saya mengatakan langsung kepada Anda, saya telah mengenal Anda sejak lama. Saya menilai Anda seorang yang brilian dan terhormat.

Tapi menurut saya, saya tak tahu apakah Anda sadar, seberapa besar persepsi di seluruh dunia bahwa ini tampak seperti pernyataan yang kalah, yang tidak, tidak harus seperti itu. Tapi kesimpulannya, saya meminta Anda untuk mempertimbangkan merangkul semua orang mulai Dostum (Mantan Wakil Presiden Abdul Rashid Dostum) hingga Karzai (Mantan Presiden Hamid Karzai). Jika mereka bersedia mendukung strategi yang Anda susun bersama dan menempatkan prajurit yang bertanggung jawab, Anda tahu orang militer (Menteri Pertahanan Bismillah) yang bisa dipercaya menjalankan strategi ini dan bisa mengubah persepsi serta saya pikir itu akan amat berubah.

Ghani: Tuan Presiden, kami akan menghadapi invasi skala besar terdiri dari Taliban dan dukungan penuh dari logistik dan strategi pihak Pakistan. Sedikitnya juga ada 10-15 ribu teroris internasional, mayoritas orang-orang Pakistan. Dimensi itu harus benar-benar diperhitungkan.

Kedua, paling krusial adalah dukungan kekuatan angkatan udara secara penuh. Jika boleh saya meminta, Anda sudah sangat berbaik hati. Jika bantuan Anda terutama kekuatan udara kita dipersiapkan. Sebab sekarang ini kami membutuhkan sesuatu yang amat diandalkan untuk kekuatan udara. Kami amat mengapresiasi jika itu dikabulkan.

Ketiga, terkait prosedur bantuan itu. Contohnya gaji militer yang tidak naik selama lebih dari satu dekade. Kami perlu menggerakkan semua orang secara serentak. Anda bisa menugaskan penasihat keamanan atau di Pentagon untuk bisa bekerja sama dengan kami secara detail. Jadi harapan kami adalah dukungan penuh dari udara.

Ada kesepakatan dengan Taliban yang sebelumnya tidak kami (atau Anda, tidak jelas suaranya) ketahui sebelumnya dan angkatan udara Anda sangat berhati-hati dalam menyerang mereka.

Poin terakhir, saya baru saja bicara dengan Dr Abdullah. Dia ingin bernegosiasi dengan Taliban. Taliban tidak menunjukkan kecenderungan (negosiasi). Kita bisa mencapai perdamaian hanya jika kita menyeimbangkan kembali kekuatan militer. Dan, saya bisa pastikan itu…

Biden: (diam)

Ghani: Saya bisa memastikan kepada Anda bahwa saya telah mengunjungi empat kota utama kami. Saya terus bepergian dengan wakil presiden, kami bisa bergerak serentak.

Jaminan dukungan dari Anda akan sangat membantu kami, untuk benar-benar memobilisasi dengan sungguh-sungguh. Perlawanan kota Pak Presiden, luar biasa. Ada kota yang sudah terkepung selama 55 hari dan tidak menyerah.

Saya berterima kasih kepada Anda dan kapan pun bisa dihubungi. Ini adalah pembicaraan antara teman dengan teman. Jadi mohon jangan merasa terpaksa hanya karena saya.

Biden: Tidak. Saya berterima kasih. Tapi begini, dukungan angkatan udara bisa dilakukan jika ada strategi militer di darat.(*)

Berita Sebelumnya

BSSN Tanggapi Soal Pasal Keamanan Data PeduliLindungi

Berita Selanjutnya

Tok! OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga Maret 2023

Berita Selanjutnya
Tok! OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga Maret 2023

Tok! OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga Maret 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com