BatamNow.com – Media ini pernah melaporkan tentang sejumlah bibit pohon jati emas yang baru ditanam di tepi jalan di Batam, porak-poranda.
Porak-poranda dan nayaris punah semua ditimbun gundukan tanah eks galian pelebaran jalan proyek BP Batam.
Buktinya lihatlah di tepi sepanjang Jalan Sudirman, Batam.
Beberapa bulan sebelum proyek pelebaran jalan di sana, satu gerakan penanaman bibit pohon jati emas telah dihelat Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam Muhammad Rudi yang menanam secara simbolis.
Petatah-petitih Muhammad Rudi pada seremoni penanaman pohon jati emas itu, menjadikan Batam Green City.
Dan ia jamin penanamam bibit pohon jati emas itu tak akan terganggu pelebaran jalan yang sudah direncanakan cukup lama.
Tapi apa yang terjadi di lapangan, kondisi sebagian pohon jati emas yang masih kecil itu nyaris punah atau semakin luluh lantak dirusak aktivitas pembangunan proyek jalan di sana.
Sejumlah 12 ribu pohon jati emas diklaim Muhammad Rudi ditanam di tepi beberapa jalan arteri mulai dari Laluan Madani hingga ke Nongsa.
Pantauan redaksi BatamNow.com alat berat berupa ekskavator yang dioperasikan operator sub kontraktor proyek BP Batam ini.
Tanah digaruk moncong ekskavator lalu dibuang ke tepi jalan atau buffer zone posisi di mana bibit pohon ditanam.
Gundukan tanah itu menimbuni pohon jati emas yang ditanam pada November 2022.
Kini banyak mempertanyakan kebijakan apa-apaan di balik proyek penanaman pohon jati emas itu.
Mengapa Muhammad Rudi memaksakan penanamannya secara masif sementara rencana proyek pelebaran jalan yang sudah didesain dan akan dikerjakan secepatnya.
Lain lagi rilis Kabiro Humas BP Batam Ariastuty Sirait terkait pohon jati emas yang sudah “hancur lebur” ini.
Dia katakan pelebaran jalan yang kini berlangsung tidak akan menghambat program penghijauan Batam dengan penanaman pohon jati emas yang telah dimulai sejak akhir November 2022.
Menurutnya, untuk mereduksi risiko kerusakan, pohon akan dipindah pada titik yang sesuai. Dan mengantisipasi apabila terdapat kerusakan pada proses pengerjaan jalan, pihaknya sudah menyiapkan 12.000 pohon jati emas yang sehat yang saat ini direhab di Temiang.
“Cara berpikir dan dengan pernyataan seperti itu, namanya asbun,” kata Ketua DPP LI-Tipikor Kepri Panahatan SH yang juga pengacara muda ini.
“Enak aja bilang kalau rusak diganti, padahal program antara penanaman bibit jati emas degan pelebaran jalan dengan skenario aburadul,” kata beberapa warga.
Publik ramai dengan pernyataan Muhammad Rudi demikian dan juga Ariastuty Sirait seputar pohon jati emas dan pelebaran jalan arteri itu.
“Pernyataan yang ke luar dari mulut para pejabat BP Batam sungguh tak mendidik bahkan cenderung pembohongan publik,” ujar Panahatan SH.
Apapun argumentasi konstruktif Panahatan, pohon ditanam tapi dirusak padahal sebelumnya disebut semua pohon jati emas itu tak akan terganggu, padahal sebagian sudah rusak. “Logika akal sehat mereka di mana, ini kan memalukan,” ujar Panahatan.
Ia juga menitip pesan buat Ariastuty yang disebut asbun. Ia bilang pejabat biro Humas hendaknya menggunakan manajemen mata dalam bertugas apalagi untuk memberi informasi konstruktif kepada publik. “Lihatlah dulu apa yang terjadi di lapangan baru membuat rilis agar tidak terjadi pembohongan publik,” ujarnya.
Sebagaimana beberapa kali diucapkan Muhammad Rudi dan dikutip media, proyek penanaman bibit jati emas itu bersumber dari corporate social responsibility (CSR) beberapa perusahaan di Batam, kini tengah bermasalah. (red)

