Jokowi Ungkap Fakta RI Bertahun-tahun Cuma Jadi 'Tukang Gali' - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Jokowi Ungkap Fakta RI Bertahun-tahun Cuma Jadi ‘Tukang Gali’

by BATAM NOW
13/Okt/2021 12:31
Nah Loh! 9 Wilayah Ini Dapat ‘Warning’ Keras Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (F: Youtube)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung ‘penyakit lama’ Indonesia yang hampir selalu mengekspor barang mentah hasil kekayaan alam ketimbang diolah menjadi produk jadi bertahun-tahun lamanya.

Dilansir CNBCIndonesia.com, pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta PPSA XXIII 2021 LNKRI di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Tidak bisa lagi kita ekspor raw material, yang tidak memiliki nilai tambah. Kita dapat uang dari situ, kita dapat income dari situ, tapi nilai tambahnya itu yang kita inginkan,” kata Jokowi, Rabu (13/10/2021).

Jokowi mencontohkan seperti komoditas pertambangan. Jokowi tak memungkiri, memang hasil kekayaan alam Indonesia tidak betul-betul dimanfaatkan dengan baik.

“Kita jangan jadi tukang gali saja. Anugerah yang diberikan Allah ke kita betul-betul luar biasa besarnya. Tapi kalau hanya tukang gali kita kirim keluar, mereka buat smelter, kemudian dibuat barang setengah jadi atau jadi, kembali ke sini, kita beli inilah yang sedikit demi sedikit harus kita hilangkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Ini 2 Pejabat Kepolisian Baru di Kepri

Jokowi kemudian kembali memberikan contoh, seperti pemanfaatan hasil kekayaan laut. Padahal, hasil kekayaan laut dapat dioptimalisasi jika ada fasilitas yang mendukung.

“Enggak boleh lagi kita jadi tukang tangkap ikan. Harus ada industri pengolahannya di sini atau pada saat kita mendapatkan booming kayu. Hanya tebang, tidak ada industri perkayuan dan tidak ada industri permebelan sehingga industri kita kehilangan kesempatan itu,” jelasnya.

“Sekali lagi, kita harus menghasilkan produk dengan nilai tambah tinggi yang mengombinasikan antara pemanfaatan kekayaan alam dengan kearifan teknologi yang melestarikan,” jelasnya.(*)

Berita Sebelumnya

Dalam Sepekan, Kasus Aktif Covid-19 RI Turun 25%

Berita Selanjutnya

Kepala BP Batam: Wujudkan Pelabuhan Batu Ampar Berdaya Saing Internasional

Berita Selanjutnya
Kepala BP Batam: Wujudkan Pelabuhan Batu Ampar Berdaya Saing Internasional

Kepala BP Batam: Wujudkan Pelabuhan Batu Ampar Berdaya Saing Internasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com