BatamNow.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau (Kepri) mengajak seluruh kepala daerah di provinsi yang memiliki tujuh kabupaten/kota ini untuk berembuk untuk persiapan menghadapi resesi global 2023.
Ketua Kadin Kepri Akhmad Ma’ruf Maulana menegaskan, semua stakeholder perlu duduk bersama memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi pada tahun depan dengan merumuskan langkah-langkah antisipatif dan taktis dalam menghadapi potensi dampak dari resesi global serta membuat terobosan ekonomi di daerah masing-masing.
“Dampak resesi ini sudah pasti akan menghantam sektor riil yang artinya perusahaan bisa saja melakukan pemutusan hubungan kerja. Kami khawatir jangan sampai ini terjadi. Pemda di 7 kabupaten/kota dan Gubernur harus saling sinergi. Mari kita bahas program unggulan agar ekonomi Kepri semakin tumbuh berkembang” ujar Ma’ruf.
Dijelaskan Ma’ruf, tanda-tanda krisis sudah terlihat di Jawa Barat dan Jawa Tengah, dimana industri sepatu dan garmen mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan tutup produksi karena turunnya permintaan ekspor dari Amerika Serikat, Eropa dan China.
Padahal, lanjutnya, ketiga negara tujuan ekspor utama ini juga menjadi andalan industri Kepri. “Bisa dibayangkan jika produk manufaktur Kepri juga merosot maka bukan tidak mungkin industri di Kepri terutama Batam juga akan melakukan pengurangan produksi,” ucap Ma’ruf.
Menurut Ma’ruf, bila kondisi itu terjadi maka akan berdampak pada pengurangan karyawan dan tentunya akan meingkatkan lagi pengangguran terbuka yang di Batam saja sudah mencapai angka 9,56 persen berdasarkan data BPS Kepri per Agustus 2022.
“Situasi ini sangat dilematis bagi industri. Karena secara fundamental ekonomi kita masih kuat. Tapi ekonomi kita juga dipengaruhi oleh situasi global,” pungkas Ma’ruf. (*)

