BatamNow.com – Wali Kota Batam Amsakar Achmad memberi tugas kepada Leo Putra sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) yang baru untuk menyelesaikan persoalan perparkiran dalam enam bulan, setelah dilantik menggantikan Salim.
Seminggu pascapelantikannya, Rabu (06/08/2025), BatamNow.com mewawancarai Leo Putra terkait tugas dengan tenggat (deadline) enam bulan yang diberikan oleh Amsakar.
“Sejak pelantikan sampai sekarang kita sudah berada di bulan Agustus, dan sekarang ini sedang memasuki tahapan pengesahan anggaran tahun 2026. Hampir semua OPD sudah menggelar rapat pembahasan anggaran,” ujar Leo, usai peresmian Life Jacket Station oleh KSOP Khusus Batam di Pelabuhan Pengumpan Sekupang.

Menurutnya, sebagian besar anggaran sudah disahkan dan akan menjadi rencana pelaksanaan program tahun 2026.
Terkait rotasi jabatan, Leo menyebut dirinya akan menindaklanjuti program-program yang telah disiapkan oleh Dinas Perhubungan sebelumnya.
“Yang namanya rotasi, tentu kita usahakan keberlanjutan. Apa yang sudah ada akan kita tindak lanjuti. Selama saya menjabat sebagai Kadishub, saya akan mengantisipasi semua permasalahan,” tegasnya.
Terkait dengan penanganan masalah parkir, Leo menyatakan bahwa dirinya siap meneruskan program yang telah dirancang sebelumnya. Namun demikian, ia juga membuka ruang untuk inovasi guna merombak sistem perparkiran di Kota Batam.
“Ada dua PR utama yang menjadi fokus saya, yakni peningkatan pendapatan dari sektor parkir dan merubah wajah perparkiran kota ini. Kita cari perubahan dan terobosan,” ungkapnya.

Leo: Biarkan Mekanisme Berjalan Dulu
Ia pun menegaskan bahwa seluruh program yang telah disusun di Dishub sebelum dirinya masuk akan tetap dijalankan karena hal itu merupakan bagian dari sistem dan mekanisme birokrasi.
Namun, Leo menyebut akan tetap melakukan evaluasi serta analisa terhadap kelemahan-kelemahan yang ada untuk kemudian diperbaiki.
“Saya akan menggali itu. Karena tidak mungkin satu dua hari langsung bisa menciptakan sistem. Biarkan mekanisme berjalan dulu, baru kita lihat di mana yang perlu diperbaiki, dan akan langsung ditindaklanjuti,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kecepatan dalam melakukan perubahan. Menurut Leo, harapan masyarakat dan arahan pimpinan adalah agar sistem parkir berubah ke arah yang lebih baik sesegera mungkin.
“Kalau bisa sistem perparkiran ini harus berubah, misalnya dengan digitalisasi. Bisa menggunakan QRIS atau barcode, dan harus dilakukan secara profesional,” ucapnya.
Sebenarnya, Kadishub sebelumya sudah merencanakan penggunaan QRIS dengan sistem digitalisasi, namun kenyataannya tidak berjalan seperti yang diharapkan.
“Namanya program, tentu butuh waktu untuk implementasi. Karena saya masuk saat mutasi terjadi, maka yang saya lakukan adalah penguatan terhadap program itu. Apa yang sudah direncanakan akan kita kuatkan dan capai,” kata dia.
Ia menambahkan, penerapan sistem QRIS tidak cukup hanya pada tahap perencanaan atau pembuatan sistem semata. Yang terpenting menurut Leo adalah bagaimana sistem itu benar-benar diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.
“Kalau memang sudah dibuat QRIS, ya harus diterapkan. Jangan hanya sebatas bikin sistem saja. Kalau tidak berhasil, kita harus cari inovasi yang lebih baik. Tujuannya agar mampu mengakomodasi permasalahan, memperkuat kinerja pemerintah kota, serta memberdayakan potensi yang sudah ada,” ujarnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa sistem perparkiran ke depan harus lebih transparan, efektif, menjamin pendapatan daerah, dan memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Kota Batam. (A)

